-->

Jumat, 31 Maret 2017

Bermain Ooblek

Siang ini anak-anak berencana ikut kegiatan ibu pelatihan sentra alam, pas praktek anak-anak senang sekali bahkan heboh ngikutin, dan selepas pulang minta bikin proyek ini langsurng dieksekusi.



Kamis, 30 Maret 2017

DIY Dough



Hari ini anak-anak semangat mengerjakan proyek membuat Dough, Gibran mulai membuat sendiri dengan memasukan semua bahan-bahan yang telah kita siapkan sebelumnya, ihsan mengikuti kakaknya. Zidan cuman melihat gak mau kotor-kotoran dia hanya sebagai mandor mengawasi adik-adiknya.

Setelah Dough jadi baru Zidan mau mencetak apa yang dia mau....

Jadi hari ini selain membuat Dough anak-anak juga belajar bermain peran menjual kue hasil dari Dough nya,  Setelah ayah pulangkan anak-anak masih semangat main peran beserta ayahnya, mereka belum mengenal konsep uang jadi harga 1 kue sama semua kue mahal 1 kue hihihi. 

Rabu, 29 Maret 2017

DIY Meja Sepakbola







Hari ini anak-anak bikin meja sepakbola dengan menggunakan alat yang lain, yaitu laundry basket, ya laundry basket tempat pakaian kotor. Stick bambu yang kemarin beli di art land hampir bahannya menggunakan peralatan yang ada di rumah.

Selasa, 28 Maret 2017

DIY Meja Sepakbola


Anak-anak terinspirasi bikin meja sepakbola setelah minggu lalu pulang dari Anyer mencoba mainan yang ada di hotel, ibu cuman kasih jalan pakai bahan yang ada di tempat main aja, sama ibu perlihatkan gambar yang ada di pinteres, akhirnya mereka mencoba, dan Alhamdulillah senang mungkin besok akan mencoba lagi membuat permainan ini dengan bahan yang berbeda.

Senin, 27 Maret 2017

Ke Perpustakaan

Siang tadi selepas ibu jemur baju kita berencana pergi ke perpustakaan, di perjalanan mampir dulu ke toko mainan yang letaknya sebrang perpustakaan supaya nanti tidak bolak-balik, Qodarullah Gibran ngambek ingin melihat Horwheel, dari pada uring-uringan ibu cut saja kegiatan di toko itu ngajak anak-anak pulang kalo situasi kacau tidak terkendali.

Qodarullah lagi begitu mau jalan mendadaksepeda tidak bisa dipakai jalannya berat sekali, orang-orang bilang bu banyak kempes, ibu dari tukang pompa ban, ternyata habis dipompa nambah angin, awalnya oke pas mau jalan lagi habis, ternyata bocor hiks.

Ibu langsung instruksikan anak-anak buat jalan turun dari sepeda, sementara ibu tuntun sepeda, Zidan membawa adik-adiknya jalan menyusuri samping buat mencari tukang tambal ban, waktu itu cuaca panas sekali.....kita beberapa kali menemui tempat tambal ban motor dan sepeda mereka menolaknya karena kita bukan sepeda dan juga bukan motor..

Karena sudah kelamaan jalan dan medan panas kasian anak-anak, ibu menjanjikan mereka minimal sampai ke Alfa dulu buat ngadep dan beli cemilan, dari alfa ibu berpikir sewa angkot buat bawa selisih minimal sampai rumah dulu benernya gimana besok, tak lupa telpon mertua buat menanyakan tempat servis, qodarullah dua-duanya tidak terangkat akhirnya telpon suami disuruh cepet pulang saja benerin urusan kesekian.

Lama menunggu angkot akhirnya dapat juga, anak-anak seneng ibu juga bahagia minimal kita sampai rumah dulu daripada jalan berpanas-panaskan mencari tukang servis sepeda dengan kondisi bawa krucil membahayakan.

Akhirnya rencana hari ini ke Perpus batal, sebagai gantinya anak-anak merakit mobil balap yang tadi beli diomongin mainan pertama.

Pelajaran yang dipetik hari ini, membuat konsekuensi bagi anak yang tidak patuh dalam menjalankan proyek.

Minggu, 26 Maret 2017

Main Bareng

Hari ini selepas anak-anak ikut acara mendongeng yang diadakan suatu komunitas, mereka punya proyek ajak temen-temennya main di rumah buat ajarin main balapan di PS 3 dan bermain lego yang jadi leader Zidan, wakil Gibran dan Ihsan sebagai penggembala hehehe.

Karena yang diajakin anak perempuan  mereka kurang suka main balapan, cuman sekedar mencoba saja dan itu hanya 1 game saja sesuai dengan jatah main anak-anak di weekend karena ada ayahnya.

Setelahnya diajarin main lego duplo yang besar-besar tp ya begitu temannya kurang suka juga.

Sabtu, 25 Maret 2017

Membuat Piramida dan Memandikan Sepeda

Zidan dan ayah berkolaborasi membuat piramida dari mainan magnet yang baru di beli kemarin, mereka berdiskusi bagaimana supaya menaranya kukuh saat dipegang dan tidak mudah hancur.


Sedangkan adik-adiknya sedang asik mengerjakan proyek memandikan sepeda, Gibran sebagai ketua sekalian yang kasih instruksi buat bersih-bersih.


Jumat, 24 Maret 2017

Projek Dadakan

Sebenernya hari ini tidak ada proyek yang direncanakan karena waktu check out sangat mepet takutnya ayah beres rapat cepat dan kalopun lama paling ext kamar, dan ibu hrs stand by gak boleh ke mana-mana.

Dalam perjalanan ke restoran buat sarapan ibu punya ide buat bikin proyek hari ini bagaimana masing-masing anak ambil makanan sendiri dan adik yang kecil dibantu kakaknya dan mereka harus bertanggung jawab terhadap makanan yang mereka ambil dengan cara menghabiskannya.

Kenyataannya tempat makannya masih ketinggian buat mereka ambil, dan akhirnya mibta tolong lagi sama kita haha. Paling mereka makan dengan menghabiskannya. Tidak lupa kita selalu mengingatkan akan arti bersyukur, dan makanan harus dihabiskan supaya tidak mubazir.

Sehabis sarapan mereka pengen mewujudkan keinginannya  berenang, anak-anak belum beruntung ternyata kolamnya dalem mereka berenang disamping tapi sepertinya mereka tidak seru.

Selepas shalat jumat kita check out dan makan siang di Pasar Terapung Ah Poong Sentul, sampai rumah Tangerang jam 14.30 liat di meja sudah ada paket jualan ibu, dan ibu buka paket mainan fine motorik buat ihsan dan ihsan bisa menyelesaikan tantangan bongkar pasang mobil balap.

Kakak-kakak nya pada penasaran juga dan mereka pun sama mencobanya, tapi Gibran masih suka kesal aja kalau tidak bisa membongkar baudnya.

Gibran perlu latihan fine motorik yang intensif meski sudah bisa mengerjakan tapi tingkat stressingnya masih tinggi, perlu dilatih buat sabar.


Kamis, 23 Maret 2017

Trip to Kebun Raya Bogor


Seperti yang diceritakan kemarin, karena ayah ada dinas dadakan ke Bogor kita ngikut semua, awalnya ayah gak setuju takutnya anak-anak rewel hehehe tapi akhirnya disetujui juga permintaan anak-anak dengan banyak persyaratan, akhirnya kita bikin rules
1. Anak-anak tidak rewel
2. Ketua 1 ( anak no 1) harus bertanggung jawab terhadap pasukannya ketua 2 (anak no 2) dan anggota ( anak no 3)
3. Ketua 2 ( anak no 2) bertanggungjawab terhadap
pasukannya ( anak no 3)

Tanggungjawab tersebut meliputi keamanan pasukannya dalam perjalanan selama field trip ke Kebun Raya Bogor .
Jalan bergandengan tangan dan tidak jauh-jauh dari ibu, karena selama trip ayah tidak ikut karena kerja hehe.

Dari sebelum tidur ibu sudah sounding buat subuh harus segera bangun dan mandi karena perjalanan  akan dimulai selepas subuh, anak-anak mempersiapkan baju mereka masing-masing dan perbekalan yang akan dibawa, jadi tidak ada kata rewel mengenai baju ato yang lainnya.

Kenyataannya pas mau berangkat ketua 2 masih ngantuk dan gak mau mandi sempat bersitegang apakah perjalanan mau diteruskan atau dibatalkan.

Masya Allah, setelah semua beres dan bersiap-siap baru dia mau mandi, setelah semua siap, perjalanan dimulai dari rumah pukul 5.30 ibu gak sempat masak cuman menyediakan snack yang ada di rumah semua diangkut buat perjalanan, sampai tujuan Δ·e tempat rapat ayah jam 7.20an kita cari sarapan dan jam 8.00 ayah kerja kita ngasi dulu di hotel.

Jam 8.30 perjalanan  ke kebun Raya Bogor dimulai, karena di Bogor sedang ada demo angkutan OL VS Angkot kita cari aman dengan naik angkot.

Perjalanan tidak memerlukan waktu yang lama sekitar 10 menit naik angkot dari hotel, anak-anak senang sekali kalo sudah jalan-jalan, ibunya juga sama recharge pikiran.



Anak-anak banyak sekali menghabiskan jalan sampai mungkin ada berkilo-kilo meter, Alhamdulillah ihsan tidak merasa kecapean tiap merasa letih berhenti buat istirahat dan makan

Beres di museum Zoologi Ihsan tepar, waktu duduk buat makan siang, lumayan kita istirahat ada sekitar 30 menitan sampai menunggu ihsan kenyang tidur.

Gak mau berlama-lama di Kebun Raya Bogor dan anak-anak masih penasaran sama bunga bangkai, kita lihat lagi rute yang telah dipotong dan mencocokkan rute yang ada di jalan. Perjalanan  sekitar 700 meter dari museum, saya memastikan pada anak-anak apakah masih sanggup buat jalan ato menyerah pulang ke hotel, ternyata anak-anak semangat buat jalan lagi, karena ihsan masih tidur terpaksa ibu gendong.

Baru berjalan beberapa meter, Ihsan terbangun akhirnya ibu suruh jalan sendiri, selama perjalanan ihsan ngeluh cape jadi ibu gendong sebentar-sebentar.

Sesampainya ditempat yang dituju ternyata tidak ada pohon Raflesia anak-anak kecewa, akhirnya kita tanya petugas mereka menjelaskan bahwa Raflesia numbuh sekitar 4 tahun sekali.

Rute terakhir melihat bunga bangkai, perjalanan berikutnya kita harus kembali lagi ke pintu utama dan perjalanan  bisa ditempuh kira-kira 1km ibu tanya anak-anak masih sanggup tidak mereka kecapean, ibu telp ayah yang lagi istirahat minta dijemput di gerbang utama, kita keluar naik ojek ber empat.

Alhamdulillah perjalanan  happy anak-anak tidak ada yang rewel, di mobil mereka bercerita terus pada ayahnya.

Zidan dan Gibran membaca semua petunjuk yang ada di kebun raya bogor mereka tertarik sekali mengenai sejarah, sampai-sampai googling waktu di museum Zoologi.

Sampai besok lagi ya pantengin proyek keluarga kita berikutnya.












Rabu, 22 Maret 2017

Materi 3 : Pentingnya meningkatkan kecerdasan anak demi kebahagiaan hidup

πŸ“πŸ‡ Cemilan Rabu #1 πŸ‡πŸ“
Materi 3 : Pentingnya meningkatkan kecerdasan anak demi kebahagiaan hidup
Kecerdasan Menghadapi Tantangan

Adversity Quotient atau Adversity Intelligence merupakan sebuah teori yang merumuskan tentang apa yang dibutuhkan untuk mencapai KESUKSESAN. Adversity Quotient dikembangkan oleh seorang konsultan bisnis yang dikenal secara internasional bernama Paul G. Stoltz, PhD. Menurut Stoltz, dengan AQ kita akan lebih produktif, kreatif, dan kompetitif walaupun kita berada di tengah lingkungan yang terus bergolak. AQ menggabungkan riset psikologis kognitif, psikoneuroimunologi, dan neurofisiologi untuk membentuk suatu gambaran lengkap tentang bagaimana cara manusia dalam mendekati kesulitan. Sementara pada kenyataannya, kesulitan adalah suatu hal yang paling banyak dihindari. Namun dalam AQ, kesulitan justru sebuah TANTANGAN yang akan menjadikan hidup lebih hidup.
AQ merupakan sebuah alat ukur yang akan menentukan beberapa kondisi kontradiktif dalam diri seseorang.
Kondisi kontradiktif tersebut adalah pilihan. Bagi mereka yang berharap sukses maka sikap-sikap positiflah yang pasti diambil. Sebaliknya, mereka yang tidak bertekad untuk berhasil, sangat wajar jika kemudian hanya berkutat pada kondisi statis, tidak mau bergerak, cepat merasa puas, dan hanya mampu berdiam diri ketika menghadapi kegagalan. Selanjutnya, kondisi kontradiktif tersebut bisa memberikan gambaran kepada kita tentang sikap-sikap yang bisa membangun AQ berikut:
● Ketangguhan
● Keyakinan
● Kekuatan
● Kepercayaan Diri
● Berbesar Hati
● Daya Tahan
● Daya Juang
● Tak pernah bosan untuk mencoba
● Berani memulai
● Kreatif
● Optimisme
● Ketekunan
● Keuletan
● Vitalitas
● Orientasi masa depan
● Kaya akan berbagai kemungkinan
Antara AQ dan Pendakian
Pendakian adalah sebuah analogi cukup tegas bagi Adversity Quotient. Pendakian yang dimaksud adalah proses. Proses apa saja kira-kira?
1. Proses dari tidak ada menjadi ada
2. Proses dari tidak punya menjadi punya
3. Proses dari tidak bisa menjadi bisa
4. Proses dari sikap bergantung menuju kehidupan yang lebih mandiri
5. Proses dari sebuah harapan mewujud kenyataan
6. Proses dalam menggerakan tujuan hidup
7. Dan proses-proses lainnya.
Mendaki disini bukanlah mendaki sebuah gunung dalam arti denotatif, melainkan mendaki gunung kehidupan dengan segala hambatan dan rintangan. Mendaki gunung kehidupan yang kaya dengan liku-liku perjalanan. Mendaki gunung harapan dengan segala onak dan durinya. Mendaki gunung impian dengan segala bentuk upaya dan kesungguhan.
Stoltz menganalogikan tiga jenis kepribadian manusia yang bisa menggambarkan kemampuan AQ, yaitu Quitters (berhenti), Campers (berkemah), dan Climbers (pendaki).

1. Quitters (Berhenti)
Mereka yang disebut quitters adalah orang yang berhenti melakukan pendakian jauh sebelum menuju puncak atau bahkan menolak terhadap pendakian dan memutuskan untuk berdiam diri.
● menolak untuk mendaki lebih tinggi
● gaya hidupnya datar dan tidak 'lengkap'
● bekerja sekedar cukup untuk hidup
● cenderung menghindari tantangan berat yang muncul dari komitmen yang sesungguhnya
● jarang sekali memiliki persahabatan yang sejati
● mereka cenderung melawan atau lari dalam menghadapi perubahan
● terampil menggunakan kata yang sifatnya membatasi, seperti 'tidakmau'
● kemampuannya kecil, tidak memiliki keyakinan akan masa depan, kontribusinya kecil
2. Campers (Berkemah)
Mereka yang disebut campers adalah orang yang menghentikan perjalanan (pendakian) dengan dalih ketidakmampuan atau sudah merasa cukup. Mereka beranggapan bahwa berhentinya pendakian adalah sebagai tanda telah dilakukannya berbagai upaya dan pengorbanan.
● mereka mau mendaki, meskipun akan 'berhenti' di pos tertentu dan merasa cukup sampai di situ
● mereka cukup puas telah mencapai suatu tahapan tertentu
● masih memiliki sejumlah inisiatif, sedikit semangat dan beberapa usaha
● mengorbankan kemampuan individunya untuk mendapatkan kepuasan
● menahan diri terhadap perubahan
● menggunakan bahasa dan kata-kata yang kompromistis, misalnya 'ini cukup bagus'; 'cukup sampai di sini saja'
● meski sudah melalui berbagai rintangan, namun mereka akan  erhenti juga pada suatu tempat dan 'berkemah' di situ
3. Climbers (Pendaki)
Mereka yang disebut climbers adalah orang yang terus bertahan melakukan pendakian sampai pendakian tersebut benar-benar menuju puncak. Mereka tidak menghiraukan lelah dan letih. Mereka juga tidak menghiraukan harta dan tenaga yang telah dikorbankan. Bagi mereka, totalitas dan komitmen adalah keniscayaan. Oleh karena itu, segala bentuk rintangan dan hambatan dinikmatinya sebagai tantangan yang akan mendongkrak dirinya untuk menjadi pahlawan yang sebenarnya.
● mereka membaktikan dirinya untuk terus 'mendaki', pemikir yang selalu memikirkan kemungkinan-kemungkinan
● hidupnya 'lengkap' karena telah melewati dan mengalami semua tahapan sebelumnya
● menyambut baik tantangan, memotivasi diri, memiliki semangat tinggi dan berjuang mendapatkan yang terbaik dalam hidup
● berani menjelajahi potensi-potensi tanpa batas
● menyambut baik setiap perubahan
● bahasa yang digunakan adalah bahasa dan kata yang penuh kemungkinan, berbicara tentang apa yang bisa dikerjakan dan caranya, berbicara tentang tindakan
● memberikan kontribusi besar karena bisa mewujudkan potensi yang ada pada dirinya
● tidak asing dengan situasi sulit

Kaitan AQ dengan pendakian, salah satu tugas utama kita sebagai orangtua adalah meyakinkan buah hati kita untuk mampu bertahan melewati semua tahapan kehidupan dengan segala problema dan dilematikanya. Selain itu, kita juga mampu meyakinkan kepada mereka bahwa segala sesuatu tidak bisa didapat secara instan. Segala sesuatu tidak terjadi secara tiba-tiba karena semua ada proses yang mengiringinya.

Salam Ibu Profesional,
/Tim Fasilitator Bunda Sayang/

πŸ“š Sumber bacaan :
Yoga, Miarti. Adversity Quotient, agar anak tak gampang menyerah. Tinta Medina
http://personalityfajar.wordpress.com/tag/adversity-quotient/

GAME LEVEL 3





GAME LEVEL 3
TANTANGAN 10 HARI
❤ PROJEK KELUARGA ❤
Salah satu aktivitas yang bisa kita jalankan di keluarga sebagai sarana belajar seluruh anggota keluarga dalam meningkatkan komunikasi keluarga, melatih kemandirian dan menstimulus kecerdasan adalah projek keluarga.
πŸ“Œ APA ITU PROJEK KELUARGA
Projek keluarga adalah aktivitas yang secara sadar dibicarakan bersama, dikerjakan bersama   oleh seluruh atau sebagian anggota keluarga dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara bersama pula.

πŸ“Œ CIRI-CIRI PROJEK KELUARGA
a.    Fokus pada proses, bukan pada hasil
b.    Sederhana
c.    Menyenangkan
d.    Mudah – Menantang
e.    Memiliki durasi pendek
πŸ“Œ KOMPONEN PROJEK KELUARGA
a.    Sasaran
SMART : Specific, Measurable, Achiveable, Reliable, Tangible
Maksimum 3 sasaran.
b.    Sarana
Alat dan Bahan yang diperlukan.
Dana yang diperlukan ( apabila ada)
c.    Sumber Daya Manusia
Penanggungjawab
Pelaksanan
d.    Waktu
Jadwal Pelaksanaan
Durasi
e.    Nama Projek
Berikan nama khusus terhadap projek yang dikerjakan keluarga.
πŸ“Œ BAGAIMANA CARANYA MEMANTAU PROJEK KELUARGA
Lakukan APRESIASI bukan EVALUASI
Apabila sudah menjalankan projek keluarga maka segera buat forum apresiasi keluarga diantara jeda projek tersebut, apabila projek memiliki durasi lebih dari 1 minggu – 1 bulan. Apabila projek hanya berdurasi 1-3 hari, maka lakukan pada akhir projek berjalan.
Anak-anak belum memerlukan evaluasi, yang kita lakukan hanya memberikan apresiasi saja, karena hal ini penting untuk menjaga suasana selalu menyenangkan dan  membuat anak senantiasa bersemangat dalam mengerjakan projek selanjutnya.
Apabila ada hal-hal  yang kita rasa penting untuk diperbaiki atau diubah strateginya, maka cukup anda catat saja, simpan dengan baik bersama satu file catatan projek ini, dan buka kembali saat kita dan anak-anak akan merencanakan projek berikutnya. Hal ini akan lebih membuat perencanaan kita lebih efektif, karena anak-anak akan melakukan perubahan menjelang  melakukan projek, bukan diberitahu kesalahan setelah melakukan sebuah projek. Efek yang muncul akan sangat berbeda.
πŸ“Œ BAGAIMANA CARA MENGAPRESIASI
Perbanyaklah membuat forum keluarga saat sore ngeteh bersama, atau sepekan sekali saat akhir pekan. Di IbuProfesional, forum keluarga seperti ini  terkenal dengan nama “MASTER MIND”. Bagaimana cara menjalankan master mind, ciptakan suasana yang santai di rumah, kemudian tanyakan 3 hal saja:
a.    Ada yang punya pengalaman menarik selama menjalankan projek ini?
b.    Apa yang sudah baik?
c.    Minggu depan apa yang akan kita lakukan?
πŸ“Œ CONTOH PROJEK KELUARGA
Nama Projek  : WARNAI DUNIA WARNAMU
Gagasan : Sudah 2 tahun cat tembok rumah tidak pernah berganti, kali ini anak-anak punya ide, dengan diskusi pertanyaan berikut, mengapa cat rumah itu kok satu warna? Bagaimana jika rumah itu warna-warni? Mengapa tidak kita cat tembok rumah kita warna warni?
Pelaksanaan : Tentukan durasi waktunya, misal  hari Minggu, 26 Maret 2017, tentukan penanggungjawabnya (PIC), kasih jabatan misal  “Jendral Cat Warna”. Berikan ruang sang jendral untuk mengambil keputusan terhadap segala tantangan yang muncul selama projek berjalan.
Nama Projek :  SUNDAY LIBRARY
Gagasan : Anak-anak sangat senang membaca, banyak buku yang sudah terbaca, tidak dibaca lagi. Anak-anak ingin berbagi manfaat . Mengapa perpustakaan itu harus bentuk bangunan? Bagaimana jika perpustakaan itu bergerak dari satu tempat ke tempat lain? Mengapa tidak kita membuat perpustakaan keliling setiap minggu di event Car Free Day?
Pelaksanaan : Tentukan waktunya, setiap hari minggu, tentukan PIC mingguannya, kasih jabatan misal “Library man”, berikan ruang sang library man dan tim untuk menghadapi tantangan  yang muncul selama projek berjalan
AMATI, TERLIBAT, TULIS
πŸ“Œ AMATI
Aspek Komunikasi Produktif
Bagaimanakah pola komunikasi anak-anak kita selama menjalankan sebuah projek?
Aspek Kemandirian
Apakah sudah makin terlihat tingkat kemandirian anak-anak dalam mengerjakan projek?
Aspek Kecerdasan
Bagaimana cara anak meningkatkan rasa ingin tahunya? ( IQ), bagaimana cara anak mengelola emosi selama projek berjalan ?(Emotional Intellegence/EI), Bagaimana cara anak meningkatkan kebermanfaatan dirinya dengan projek tersebut? ( Spiritual Intellegence. SI), Bagaimana cara anak mengubah masalah menjadi peluang ( Adversity Intellegence,AI)
πŸ“Œ TERLIBAT
Dalam setiap projek yang dibuat libatkan diri kita, para orangtua, untuk menjadi bagian anggota tim, asyik menjalankan bersama sebagai pembelajaran. Belajarlah menjadi follower yang taat pada keputusan leader. Saat menyelenggarakan master mind, bergantilah peran menjadi fasilitator yang baik.
πŸ“Œ TULIS
Tulis pengalaman kita setiap hari baik cerita gagal maupu cerita sukses dalam menjalankan projek demi projek., baik cerita bahagia maupun cerita mengharubiru. Alirkan rasa anda setiap hari.
Selamat mengunci ilmu dengan amal anda,
🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿
Setorkan dokumentasi family project Anda ke
........

Projek Keluarga



Hari ini rencananya sehabis pulang sekolah Zidan kita mau meeting kecil-kecilan buat bikin proyek mingguan ato harian terserah anak-anak maunya apa, karena di sekolah Zidan lagi  dikenalkan tentang amplop dan prangko berubah lagi projek yang akan dilakukan.

Zidan meminta 1 minggu ke depan dia punya Projek tentang POS Dan Serba-serbinya.

Zidan langsung mengumpulkan semua bahan cari literatur di google, bongkar koleksi prangko punya ibu dan trakhir minta dianter ke kantor pos buat beli prangko.


Lain lagi dengan Gibran dia masih keukeuh dengan Projek Doughnya.


Lain lagi cerita setelah ayahnya pulang kerja, cerita besok ayah ada meeting di Bogor, sontak anak-anak girang pengen ikut. Ayahnya tadinya malem takut anak-anak rewel , tapi akhirnya setuju juga bowong keluarga dengan banyak persyaratan.


Kita langsung bikin formasi buat besok, anak-anak sebelum tidur beresin dulu baju buat perbekalan besok, Zidan dan Gibran sudah dikasih tugas masing-masing.

Rencana besok fieldtrip durasi 2 ato 3 hari.

Nantikan cerita selengkapnya besok ya,




Selasa, 21 Maret 2017

Family Project

SitiMashunahBunsay: Ini sharing mba Ressy, tim fasil yg udah pakar soal family project, kita intip2 ya..
awal mula bikin project....
Bagi kami project adalah sesuatu yang dibicarakan bersama, disepakati bersama,  dilaksanakan bersama dan membuat semua bahagia...
Saat itu usia anak2 8th, 6th, 4th & 2th...tentu saja yang membuat mereka bahagia adalah bermain, dan kami sepakati project pertama kami adalah bermain cat bersama..
Reka adegannya πŸ˜…:
Tea Time sebelum project :
Bapak : ( dengan wajah ceria dan penuh semangat )  "Anak-anak...minggu ini kita bikin project yuk ...project yg menyenangkan ..πŸ˜ƒ"
Anak2 : krik...krik...krik...( mungkin dlm hatinya, Bapak kenapa ya ? πŸ˜…)
Dengan sigap Umi mengambil langkah penyelamatan misi # eeaaa
Umi : ( Dengan wajah penuh semangat ) " Waaa...mau Pak, emmm...gimana kalo kita main cat bareng2 ? "
Langsung dengan wajah penuh gembira anak2 menjawab
Anak2 : "Mau..mau...mauu"
Alhamdulillah...kesepakatan berhasil 😍
Langkah berikutnya menentukan harinya, waktunya, peralatan apa saja yang diperlukan, siapa yang membeli, bagaimana nnt langkah2nya , kurleb seperti itu..
Tiba saatnya project lakukan dengan penuh kegembiraan
Kami memilih salah satu ruangan yang akan kami cat, semua boleh bermain cat bebas pada ruangan tersebut...kamipun ikut langsung, ternyata asyik banget lho....
Kemudian beres2 bersama, selesai...
Tea Time setelah project
Bapak :( Dengan wajah penuh semangat ?  " Sudah sukses apa minggu kemariin
 ?"
Anak-anak serempak : " Bermain caaat..."
Bapak : " Semua senang dengan project kemarin ?"
Anak2 : "Senaang.."
Bapak : " Apa yang bisa dibagi dari project kemarin ? "
Kakak : " Asyik banget bermain cat..aku menggambar rumah dan pohon "
Adik : " Aku senang sekali saat tanganku penuh dengan cat "
dst
Dilanjut dengan
Bapak : " Mau sukses apa lagi minggu depan  πŸ˜ƒ? "
Nah...mulailah bermunculan ide2 project berikutnya
Kurang lebih seperti itu proses sebuah project terlahir dari rumah kami, banyak sekali pembelajaran selama tea time , belajar bermusyawarah, saling menerima perbedaan pendapat, saling menghargai, toleransi, tidak memaksakan kehendak, bagaimana cara menyampaikan pendapat maupun tanggapan yang baik, bagaimana mencari solusi , dan banyaak lagi..
Kekompakan dan kehangatan dalam keluarga semakin kuat 😍😍
Mulailah dari yang paling sederhana dan membuat semua bahagia , semoga bermanfaat πŸ™πŸ»                       
[19:22, 3/20/2017] SitiMashunahBunsay: Garage Share Omah Project
"Selamat Datang Para Guru"
Minggu, 12 Maret 2017
Alhamdulillah project kami Garage Share "Selamat Datang Para Guru" berjalan lancar barokah, terimakasih atas do'a & support seluruh keluarga besar Perak .πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»
Pagi hari kami mulai persiapan, semua bergerak. Menata tempat, memasang spanduk, menata barang2, menata minuman & snack. Hari ini di Pojok Cangkrukan
kami menyiapkan dua minuman spesial yaitu bajigur & teh manis panas ditemani rebusan singkong, ubi, talas + lemet dan gethuk.wiiih ....mantap kan 😁
Setelah siap semua waktunya kami sarapan & briefing. Mba Caca sempat meminta untuk membuka pagar jam 9 saja pas undangan dimulai karena dia merasa agak malu, sebenarnya dalam hati kecil kami pun ada rasa malu , ragu , nanti bagaimana ya ? ada tulisan gedhe di depan rumah , banyak barang di keluarkan, akan banyak yang melihat, dsb . Ini adalah yang pertama bagi kami mengadakan project seperti ini.
Kemudian kami mantapkan lagi & kami sampaikan kepada mba Caca & semuanya,  bahwa yang kita lakukan ini tidak keluar dari Qur'an dan Hadits,  sesuai juga dengan value keluarga kami yaitu Iman & kasih sayang dan juga sesuai dengan quote kita tahun ini yaitu Cerdas dan Meningkat, jadi yang kita lakukan ini adalah kebaikan , kenapa harus malu melakukan kebaikan ? kalimat ini yang kami dengung2kan dalam hati kami masing2...alhamdulillah akhirnya kami semua mantap.
Hari ini selain berbagi, project kami adalah "Menjadi Murid yang Baik, semua yang datang adalah guru kami . Bagaimana menjadi murid yang baik menjadi bahasan dalam briefing dan rapat2 kami sebelumnya. Briefing kami tutup dengan berdo'a dan toss : " Siap berbagiii ? Siaapp....Siap jadi murid yang baiiiik ? Siaap...Omah Project ...Yesss"πŸ™ŒπŸ»πŸ™ŒπŸ»
Undangan mulai hadir tepat pukul 09:00 wib. Kami sambut setiap guru dengan senyuman ramah, istilah Jawanya , "Gupuh, Lungguh, Suguh" ,bagi yang roaming akan kami jelaskan lain waktu hehehe
Subhanalloh..hari ini kami mendapat guru2 yang sangat luar biasa . Mulai dari  usaha kami menahan air mata yang menetes mendengar Mas Edi yang 2x seminggu rajin mengambil sampah , bercerita bahwa sejak usia 5 SD memutuskan keluar dari sekolah dan merantau  dari Karawang ke Bekasi menjadi pemulung,  karena saat itu kedua orang tuanya sakit keras dan masih ada 2 adiknya yang masih kecil.
Ketika dia pulang ke Karawang untuk pertama kali dengan membawa hasil kerjanya ternyata Bapaknya sudah meninggal dan dia tidak tahu karena saat itu belum ada HP 😒 dan ketika itu Mas Edi sampai ke rumahnya hari Kamis, hari Jum'atnya Ibunya pun meninggal 😭.
Mas Edipun sempat membawa adiknya ikut merantau ke Bekasi dan tinggal di bedeng. Dia mengatakan bahwa dia bisa kuat karena ingat adik2nya, mas Edi ingin adik2nya tetap bisa sekolah , alhamdulillah akhirnya dua adiknya bisa sekolah & sekarang dah menikah semua. Subhanalloh...
Kemudian bang Noe , asli Cakung, Jaktim, yang sering  kami sebut "Abang Roti" , selama ini kami mengenalnya sosok yang baik & humoris, selalu membuat pembeli tertawa dengan canda2annya, kami tak menyangka ternyata kurang lebih 9 tahun lalu dia adalah pemuda dengan rambut panjang , suka minum minuman keras  , narkoba , dll . Dia mengalami titik balik saat sang Nenek meninggal. Bang Noe sangat dekat dengan neneknya dan sesaat sebelum meninggal,  sang Nenek memanggilnya dan berpesan padanya untuk menjadi orang yang benar. Sejak itulah bang Noe langsung memotong gundul rambutnya &  bertekad meninggalkan semua kelakuan buruknya. MasyaAllah...
Ada juga bang Wahyu , asli Bekasi , security komplek yang pernah menjadi asisten artis Ali Zaenal selama 5th , kami tidak menyangka bahwa kalimat2 yang dia sampaikan begitu optimis dan bermakna , selama ini yang kami lakukan hanya saling menyapa saat keluar atau masuk gerbang komplek hehehe.
Kemudian bang Surono ,  asal Batang Pekalongan, abang sayur yang setiap hari harus berangkat jam 2 pagi ke pasar induk. Bu Painem asal Solo yang merantau jualan sayur mateng sejak kelas 4 SD.
Dan yang paling tidak kami sangka adalah bu Nani , ART asal Pacitan yang datang bersama suami & anak2nya ...pak Nendi, suami bu Nani ini 4 th yg lalu terkena struk karena diabetes dan sekarang seminggu 2x harus cuci darah. Beliau datang dengan memakai tongkat dan harus duduk di kursi .
 MasyaAllah...terharunya kami. Dan masih banyak cerita dari guru2 kami yang lain.
Kamipun memohon beliau2 untuk menuliskan pesan2 kepada kami pada selembar kain.
Bersyukurnya kami bertemu dengan mereka . Selama ini kami hanya tahu abang sayur, abang roti, pak security, dst ...πŸ˜….Sekarang kami mengenal nama2 beliau, asalnya, keluarganya, dll.
Terharunya kami melihat semua bersendau gurau sambil menikmati minuman & jajanan yang kami hidangkan. Indahnya saat semua saling mendengarkan cerita . Diantara mereka sendiripun ketika itu juga baru mengenal sedekat ini. Malunya kami saat terkadang merasa gampang menyerah , malas2an , dsb astaghfirullahaladzim😭.
Oiya...ada dua ide spontan yang kami tambahkan yaitu ada doorprise sembako untuk semua yang hadir dan ada hadiah kecil untuk putra putri mereka yang ikut. Alhamdulillah menambah meriah & kami merasa project ini sangat indah.
Keindahan tidak berhenti disitu. Ketika kami tea time malam harinya, air matapun kembali memenuhi mata kami saat bercerita tentang project tadi, terutama Anaf (5) , dia yang pertama tidak bisa menahan air mata. Kami kembali membaca tulisan2 para guru dan kami membacanya bergantian. Kemudian ternyata kami semua sama,  moment favorit kami adalah saat mendengarkan para guru bercerita.Kami merasa haru bahagia.
Dan ada lagi saat kami saling mengucapkan terimakasih....kami sempat berebut bahwa masing2 dari kami hanya bekerja sedikit dan yang lainlah yang banyak bekerja. Bapak merasa hanya membantu sedikit , Umi dan anak2lah yang bekerja banyak, begitu juga anak2 , anak2 merasa hanya membantu sedikit Bapak & Umilah yang bekerja banyak, sayapun merasa demikian. Indah ya.....😍 Mungkin beginilah hasil bekerja tim jadi merasa ringan semuanya, mungkin juga saat itu kami dibantu banyak malaikat hehehe.
Merasakan indahnya project ini membuat kami ingin membuat project lagi cangkrukan dengan beliau2 para guru. Sempat ada ide yang terinspirasi dari Padhang Mbulannya Padepokan Margosari, tapi karena di Bekasi tidak selalu terlihat bulan mungkin bisa dibuat project Padhang Mbekasi  , sepertinya seru ya...hihihi.
Mohon maaf kepanjangan dan belepotan , saya menulispun masih dengan mata berkaca2 😐
Mohon maaf juga foto2nya kurang maksimal karena kami semua terlena pada momentnya, termasuk sang seksi dokumentasi hehehe. Semoga membawa manfaat. Terimakasih πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»

Senin, 20 Maret 2017

PENTINGNYA MENINGKATKAN KECERDASAN ANAK DEMI KEBAHAGIAAN HIDUP

Institut Ibu Profesional
Materi Bunda Sayang sesi #3
❤ PENTINGNYA MENINGKATKAN KECERDASAN ANAK DEMI KEBAHAGIAAN HIDUP ❤

Dalam kehidupan ini ada dua kata yang selalu diinginkan manusia dalam hidup yaitu SUKSES dan BAHAGIA
☘ Makna SUKSES
Menurut D. Paul Reily dalam bukunya Success is Simple mendefinisikan sukses sebagai pencapaian yang berangsur-angsur meningkat terhadap suatu tujuan dan cita-cita yang berharga
Sedangkan menurut lela swell dalam bukunya Success_mengemukakan pendapatnya bahwa sukses adalah  _peristiwa atau pengalaman yang kita akan mengingatnya sebagai pemuasan diri
☘ Makna BAHAGIA
Menurut Prof. Martin Selligman dalam bukunya Authentic Happiness mendefinisikan kebahagiaan hidup dalam tiga kategori :
A. Hidup yang penuh kesenangan (Pleasant Life )
Hidup yg penuh kesenangan, ialah kondisi kehidupan dimana pencarian kesenangan hidup, kepuasan nafsu, keinginan dan berbagai bentuk kesenangan lain nya, menjadi tujuan hidup manusia
 Kebahagiaan jenis ini lebih bersifat material.
B. Hidup nyaman ( Good Life)
Hidup yg nyaman, ialah kehidupan, dimana segala keperluan kehidupan manusia secara jasmani, rohani dan sosial telah terpenuhi.. Hidup yg aman, tentram, damai. Kebahagiaan jenis ini lebih bersifat mental
C. Hidup Bermakna ( Meaningful Life)
Hidup yang bermakna, lebih tinggi lagi dari tingkat kehidupan yang nyaman, selain segala keperluan hidupnya telah terpenuhi, ia menjalani hidup ini dengan penuh pemahaman tentang makna dan tujuan kehidupan. Selain untuk diri dan keluarga nya, ia juga memberikan kebaikan bagi orang lain dan lingkungan sekitar. Rasa kebahagiaan yg timbul ketika banyak orang lain mendapatkan kebahagiaan karena usaha kita, pleasure in giving, kebahagiaan dalam berbagi. Kebahagiaan jenis ini lebih bersifat spiritual
Untuk mencapai kategori hidup SUKSES dan BAHAGIA kita perlu memiliki berbagai macam kecerdasan hidup.
☘ KECERDASAN
Para ahli berpendapat untuk tidak membicarakan atau memberikan batasan yang jelas tentang kecerdasan. Karena kecerdasan itu merupakan status mental yang tidak memerlukan definisi. Para ahli lebih memusatkan perhatian pada perilaku kecerdasan seperti kemampuan memahami dan menyelesaikan masalah dengan cepat, kemampuan mengingat dan daya kreativitas serta imajinasi yang terus berkembang.
πŸ“šMACAM-MACAM KECERDASAN
A. Kecerdasan Intelektual (Intellectual Quotient)
 Adalah  kemampuan untuk menalar, perencanaan sesuatu, kemampuan memecahkan masalah, belajar memahami gagasan, berfikir, penggunaan bahasa dan lainnya.
Howard Gardner pakar psikologi perkembangan, menjelaskan ada sembilan macam kecerdasan manusia. Kecerdasan tersebut meliputi kecerdasan bahasa (linguistic), musik (musical), logika-matematika (logical-mathematical), spasial (spatial), kinestetis-tubuh (bodily-kinesthetic), intrapersonal (intrapersonal), interpersonal (interpersonal), naturalis (naturalits) dan eksistensial (existensial)
B. Kecerdasan Emosional (Emotional Intelleigence)
  kemampuan untuk mengenali perasaan kita sendiri dan perasaan orang lain, memotivasi diri sendiri, mengelola emosi dengan baik pada diri sendiri dan dalam hubungannya dengan orang lain.
Komponen-komponen dasar kecerdasan emosional adalah :
1.  Kemampuan Mengenali Emosi diri sendiri (kesadaran diri).
2.  Kemampuan Mengelola Emosi.
3.  Kemampuan Memotivasi Diri Sendiri (Motivasi).
4.  Kemampuan Mengenali Emosi Orang lain (Empati).
5.  Membina Hubungan Dengan Orang Lain (Ketrampilan sosial).

C. Kecerdasan Spiritual ( Spiritual Intelligence)
 Kemampuan untuk mengenal Allah  dan memahami posisinya sebagai hamba Allah. Inilah yang disebut dalam agama sebagai fitrah keimanan.
Secara ilmiah Kecerdasan Spiritual pertama kali dicetuskan oleh Donah Zohar dari Harvard University dan Ian Marshall dari Oxford University, yang diperoleh berdasarkan penelitian ilmiah yang sangat komprehensif.  Pada tahun 1977. Seorang Ahli Syaraf, V.S Ramachandran bersama timnya menemukan keberadaan God Spot dalam jaringan otak manusia dan ini adalah pusat spiritual (spiriitual center) yang terletak diantara jaringan syaraf dan otak.
Dari spiritual center ini menghasilkan suara hati yang memiliki kekmampuan lebih dalam menilai suatu kebenaran bila dibandingkan dengan panca indra.
πŸ“ŒAda Tiga prinsip dalam kecerdasan Spiritual yaitu :
- Prinsip Kebenaran
- Prinsip keadilan
- Prinsip kebaikan
D. Kecerdasan Menghadapi Tantangan  (Adversity Intelligence)
 Kemampuan untuk mengubah hambatan menjadi peluang.
πŸ“ŒAda tiga tipe  menurut Stoltz yaitu :
1. Quitter , adalah orang-orang dengan Adversity Intelligence ( AI) yang rendah, bilamana bekerja dan ketemu masalah cenderung segera menghindar dan menyalahkan orang lain. Keluar (berhenti) dari apa yang sedang dikerjakannya dan membiarkan persoalannya berlarut2.
2. Campers itu orang dengan AI moderate, berusaha bekerja dengan baik. Meskipun demikian cenderung menghindari resiko, terutama berkaitan dengan resiko pribadi.
Jika bertemu halangan berusaha mengatasinya selama tidak beresiko. Jika tekanan terlalu besar, akan berhenti dan mencari aman. Kadang dengan mengulur2 menyelesaikannya.
3. Climbers , adalah orang2 dengan AI tinggi, yang berani menghadapi tantangan dan resiko, mengubah hambatan menjadi peluang, senantiasa fokus pada solusi.
Climbers percaya bahwa dirinya diciptakan untuk membuat perubahan ke arah yang lebih baik dan juga menaruh kepercayaan kepada orang lain bahwa mereka pada dasarnya baik dan dapat bekerja dengan baik
πŸ“Œ Kecerdasan Intellektual : Membuat anak pandai, sehingga bisa menjadi sarana meraih kebahagiaan hidup yang penuh kesenangan (pleasant life). Seperti masuk universitas ternama, mendapat pekerjaan dan jabatan yang tinggi. Memiliki rumah, mobil dan kesenangan materi yang lain.
πŸ“Œ Kecerdasan Emosional : membuat anak bisa mengenali dan mengendalikan emosi diri serta emosi orang lain. Kecerdasan ini sangat diperlukan agar seseorang bisa mencapai taraf kebahagiaan di ranah nyaman ( good life), karena kebutuhan jasmani, rohani dan spiritualnya terpenuhi.
πŸ“Œ Kecerdasan Spiritual : membuat hidup penuh arti, anak akan mampu memberi makna pada kehidupan, dan paham apa misi Allah menciptakan diri kita di dunia ini. Membuat anak berpikir secara luas makna sebuah kesuksesan. Hal ini akan mendorong anak-anak mencapai kebahagian hakiki yaitu kehidupan penuh makna (meaningful life).
πŸ“Œ Kecerdasan Menghadapi Tantangan : Menentukan seberapa tangguh anak ini untuk mencapai tingkat kebahagiaan hidup yang dia inginkan.
πŸ“š LATIHAN-LATIHAN-LATIHAN
Untuk melatih 3 materi yang sudah kita pelajari yaitu Komunikasi Produktif, Kemandirian, dan mengasah Kecerdasan ini, kita bisa menyelenggarakan Projek Keluarga. Mari kita pahami bersama apa itu projek keluarga.
❤ PROJEK KELUARGA ❤
Salah satu aktivitas yang bisa kita jalankan di keluarga sebagai sarana belajar seluruh anggota keluarga dalam meningkatkan komunikasi keluarga, melatih kemandirian dan menstimulus kecerdasan adalah projek keluarga.
πŸ“Œ APA ITU PROJEK KELUARGA
Projek keluarga adalah aktivitas yang secara sadar dibicarakan bersama, dikerjakan bersama   oleh seluruh atau sebagian anggota keluarga dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara bersama pula.

πŸ“Œ CIRI-CIRI PROJEK KELUARGA
a. Fokus pada proses, bukan pada hasil
b. Sederhana
c. Menyenangkan
d. Mudah – Menantang
e. Memiliki durasi pendek
πŸ“Œ KOMPONEN PROJEK KELUARGA
a. Sasaran
SMART : Specific, Measurable, Achiveable, Reliable, Tangible
Maksimum 3 sasaran.
b. Sarana
Alat dan Bahan yang diperlukan.
Dana yang diperlukan ( apabila ada)
c. Sumber Daya Manusia
Penanggungjawab
Pelaksanan
d. Waktu
Jadwal Pelaksanaan
Durasi
e. Nama Projek
Berikan nama khusus terhadap projek yang dikerjakan keluarga.
πŸ“Œ BAGAIMANA CARANYA MEMANTAU PROJEK KELUARGA
Lakukan APRESIASI bukan EVALUASI
Apabila sudah menjalankan projek keluarga maka segera buat forum apresiasi keluarga diantara jeda projek tersebut, apabila projek memiliki durasi lebih dari 1 minggu – 1 bulan. Apabila projek hanya berdurasi 1-3 hari, maka lakukan pada akhir projek berjalan.
Anak-anak belum memerlukan evaluasi, yang kita lakukan hanya memberikan apresiasi saja, karena hal ini penting untuk menjaga suasana selalu menyenangkan dan  membuat anak senantiasa bersemangat dalam mengerjakan projek selanjutnya.
Apabila ada hal-hal  yang kita rasa penting untuk diperbaiki atau diubah strateginya, maka cukup anda catat saja, simpan dengan baik bersama satu file catatan projek ini, dan buka kembali saat kita dan anak-anak akan merencanakan projek berikutnya. Hal ini akan lebih membuat perencanaan kita lebih efektif, karena anak-anak akan melakukan perubahan menjelang  melakukan projek, bukan diberitahu kesalahan setelah melakukan sebuah projek. Efek yang muncul akan sangat berbeda.
πŸ“Œ BAGAIMANA CARA MENGAPRESIASI
Perbanyaklah membuat forum keluarga saat sore ngeteh bersama, atau sepekan sekali saat akhir pekan. Di IbuProfesional, forum keluarga seperti ini  terkenal dengan nama “MASTER MIND”. Bagaimana cara menjalankan master mind, ciptakan suasana yang santai di rumah, kemudian tanyakan 3 hal saja:
a. Ada yang punya pengalaman menarik selama menjalankan projek ini?
b. Apa yang sudah baik?
c. Minggu depan apa yang akan kita lakukan?
πŸ“Œ CONTOH PROJEK KELUARGA
Nama Projek  : WARNAI DUNIA WARNAMU
Gagasan : Sudah 2 tahun cat tembok rumah tidak pernah berganti, kali ini anak-anak punya ide, dengan diskusi pertanyaan berikut, mengapa cat rumah itu kok satu warna? Bagaimana jika rumah itu warna-warni? Mengapa tidak kita cat tembok rumah kita warna warni?
Pelaksanaan : Tentukan durasi waktunya, misal  hari Minggu, 26 Maret 2017, tentukan penanggungjawabnya (PIC), kasih jabatan misal  “Jendral Cat Warna”. Berikan ruang sang jendral untuk mengambil keputusan terhadap segala tantangan yang muncul selama projek berjalan.
Nama Projek :  SUNDAY LIBRARY
Gagasan : Anak-anak sangat senang membaca, banyak buku yang sudah terbaca, tidak dibaca lagi. Anak-anak ingin berbagi manfaat . Mengapa perpustakaan itu harus bentuk bangunan? Bagaimana jika perpustakaan itu bergerak dari satu tempat ke tempat lain? Mengapa tidak kita membuat perpustakaan keliling setiap minggu di event Car Free Day?
Pelaksanaan : Tentukan waktunya, setiap hari minggu, tentukan PIC mingguannya, kasih jabatan misal “Library man”, berikan ruang sang library man dan tim untuk menghadapi tantangan  yang muncul selama projek berjalan
AMATI, TERLIBAT, TULIS
πŸ“Œ AMATI
Aspek Komunikasi Produktif
Bagaimanakah pola komunikasi anak-anak kita selama menjalankan sebuah projek?
Aspek Kemandirian
Apakah sudah makin terlihat tingkat kemandirian anak-anak dalam mengerjakan projek?
Aspek Kecerdasan
Bagaimana cara anak meningkatkan rasa ingin tahunya? ( IQ), bagaimana cara anak mengelola emosi selama projek berjalan ?(Emotional Intellegence/EI), Bagaimana cara anak meningkatkan kebermanfaatan dirinya dengan projek tersebut? ( Spiritual Intellegence. SI), Bagaimana cara anak mengubah masalah menjadi peluang ( Adversity Intellegence,AI)
πŸ“Œ TERLIBAT
Dalam setiap projek yang dibuat libatkan diri kita, para orangtua, untuk menjadi bagian anggota tim, asyik menjalankan bersama sebagai pembelajaran. Belajarlah menjadi follower yang taat pada keputusan leader. Saat menyelenggarakan master mind, bergantilah peran menjadi fasilitator yang baik.
πŸ“Œ TULIS
Tulis pengalaman kita setiap hari baik cerita gagal maupu cerita sukses dalam menjalankan projek demi projek., baik cerita bahagia maupun cerita mengharubiru. Alirkan rasa anda setiap hari.
Selamat mengunci ilmu dengan amal anda,

Salam Ibu Profesional,


/Tim Fasilitator Bunda Sayang/
Sumber Bacaan :
Stoltz, Paul G, PhD, 1997 Adversity Quotient, Mengubah hambatan menjadi Peluang, Jakarta , Grasindo
Melva Tobing, MPsi, Daya Tahan Anak Hadapi Kesulitan, Jakarta.
D. Paul Reily ,  “Success is Simple”, Gramedia, Jakarta
Lela Swell, Success, Grasindo, Jakarta
Martin Selligman, Authentic Happiness, Jakarta

Kamis, 16 Maret 2017

Aliran Rasa Melatih Kemandirian Anak



Melatih Kemandirian itu butuh konsisten, kesabaran, ketega(s)an dan disiplin dari orang tua untuk menerapkannya.
Tidak seharusnya orang tua takut dengan kemandirian anaknya "kalo-kalo nanti anaknya tidak bisa dll", padahal sebenernya anak itu dasarnya ingin mandiri cuman kadang orang tuanya yang terlalu tergesa-gesa ingin melihat hasil bukan prosesnya.

Alhamdulillah tantangan ke dua kelas Bunda Sayang dalam Melatih Kemandirian Anak telah selesai . Sebenernya hal ini hanya selesai dalam pencatatan laporan saja, sejatinya tugas melatih kemandirian anak itu terus berkelanjutan sesuai dengan tahapan umur anak.

Sekarang tibanya menuliskan aliran rasa yang telah dilalui dalam Melatih Kemandirian Anak, dalam pemilihan tugas pada masing-masing anak kemarin disesuaikan dengan tingkat umur dan yang bener-benar butuh harus diterapkan, dan sebelumnya kita telah berdiskusi dengan masing-masing anak dalam penetapan tantangan kemandirian masing-masing anak dan mereka sepakat untuk mengerjakannya mudah-mudahan bisa berkelanjutan sampai nanti meski tanpa ada pencatatanpun.


Selama 10 hari melakukan pelatihan kemandirian, tidak semua berjalan lancar kadang si sulung masih suka keluar usilnya yang menyebabkan si No 2 mewek, kadang hal itu bikin saya terpancing emosi dan sempat suatu waktu anak-anak bercerita kenapa di rumah kita selalu banyak peraturan dan anak-anak harus bisa mengerjakan hal-hal seperti ini.
Saya selalu menekankan pada anak-anak bahwa keterampilan yang mereka latih sekarang akan berguna kelak dikemudian hari, dan mereka tidak akan selamanya selalu berada di samping orang tuanya.

Dan orang-orang sukses itu adalah orang-orang yang mandiri dan konsisten dalam mengerjakan tugas, meski si sulung yang sudah bisa diajak diskusi, cepat atau lambat adik-adiknya akan mengikuti jejak kakaknya.

Dan yang bikin bangga ketika anak-anak bertamu di rumah teman ibunya, pernah berceloteh pada anak teman, kenapa sih kamu makannya masih disuapin aja?

Ya Allah beri kemudahan hamba dalam mendidik dan membimbing anak-anak ya Allah, Aamiin ya Rabbal alamin.

Terimaksih Kelas Bunda Sayang dan para Fasilitator IIP



Rabu, 15 Maret 2017

Going To the Fire House





Sabtu, 04 Maret 2017

Tantangan Kemandirian Anak #11

Karena Tugas diwajibkan sampai hari ke-10, ibu berusaha menyelesaikan tantangan sampai hari ke 11 sesuai dengan yang fasil Kelas Bunda Sayang IIP minta dikarenakan ibu kecepatan 1 hari waktu memulai tugas.

Qodarullah ternyata hari ini weekend dan kita seharian hampir ke luar keberbagai undangan, walhasil anak-anak tidak mengerjakan tugas sesuai dengan tugas tantangan kemarin-kemarin.

Tulisan ini sebagai tulisan terakhir dari tantangan ke 2 program Bunda Sayang IIP.

Makasih program Bunda Sayang IIP, karena ada tugas menulis tantangan ke 2 ini yang pengerjaannya diwajibkan disetor melalui blog, mau tidak mau ibu harus mulai menulis blog lagi yang sudah lama tidak diurus ini.

Mudah-mudahan bisa konsisten lagi buat menulis. Aamiin.


Jumat, 03 Maret 2017

Tantangan Kemandirian Anak #10



Tantangan terberat hari ini adalah Zidan, dimulai keyika mau berangkat ke sekolah yang sedikit mepet ada saja cerita buruk, ibu diemin saja tanpa diajak ngobrol supaya anaknya coolingdown dulu, eh ternyata berangkat sekolah dalam keadaan ngambek sama ibunya.

Mau berangkat sekolah mau disediain bekal sama ibu apa-apa ibu, kemarin malam sebelum tidur saya fillow talk hal-hal baik.

Gibran nangisnya sdh berkurang tapi ya tetap harus selalu diingatkan.

Ihsan sepertinya sudah mengerti apa tugas-tugas  dirinya.

Ihsan lebih dewasa dari anak-anak seunurannya. 

Kamis, 02 Maret 2017

Tantangan Kemandirian Anak #9

Mengajarkan anak untuk melatih kemandirian itu memerlukan kekonsistenan dan kedisiplinan orang tua dalam melakukannya dan tak lupa review evaluasi setiap hari dalam perkembangannya.

Begitupun dalam tantangan ini, kita dituntut untuk konsisten mencatat dan merecord kegiatan anak sesuai dengan goal yang akan kita capai.

Hari ini tidak sempat ibu mempoto dokumentasi kedisiplinan mereka, cuman melihat saja hehe saking sibuknya ibu menyiapkan acara nobar komunitas #ngeles hehehe jangan ditiru.

Pagi-pagi anak-anak dikondisikan akan ke rumah orang yang notabene harus good habbit,  awalnya sesuai dengan harapan tapi begitu aktivitas mereka mentok dan tidak ada penyegaran itu yang kadang bikin kita emosi karena anak nyebelin #tarik napas buang kiri aisah dahlan mode on.

Analisa saya selama beberapa hari ini Ihsan yang paling kecil yang good habbit dan di rumahpun cenderung begitu.

Entah kenapa kakak-kakaknya tidak seperti hari-hari biasanya habbitnya, apa karena mereka dalam kondisi tidak enak badan? Saya sudah beberapa hari ini memberi excuse pada dua kakaknya dalam hal sikap dan kemandirian mereka, terutama Gibran dalam hal menangisnya.

Zidan hari ini tidak melakukan kegiatan mencuci piring karena di rumah orang tidak makan berat dan hanya membawa Lunch box bekas sekolahnya dan itupun sampai pulang dia kecapean habis baca buku tidur, sorepun tidak makan hanya makan kebab dalam bungkus dari penjualnya dan itupun langsung dia buang ke tempat sampah.

Gibran yang perlu latihan ekstra dalam hal menangis, kita orang tuanya yang harus bersabar dan konsisten sounding supaya tidak cengeng.

OverAll anak-anak ibu adalah anak kebanggaan kita yang masih ontrack kalo dibandingkan dengan anak-anak yang lainnya, cuman perlu pembiasan yang lebih intent lagi, I loe you anak-anak ibu tersayang, maafkan ibu kalo terlalu banyak berharap lebih dari kalian.


Rabu, 01 Maret 2017

Tantangan Kemandirian Anak #8



Kegiatan hari ini seperti biasa anak-anak mengerjakan rutinitasnya bermain sambil belajar, Zidan tidak sekolah karena masih sakit tantangannya masih dikerjakan, cuman jahilnya masih saja perlu sounding beribu kali.

Gibran masih perlu ekstra perhatian dan announce lagi tentang menangisnya,  ayahnya pulangpun bantu sounding ulang tidak boleh menangis kecuali kesakitan.

Ihsan sudah terbiasa melakukan tugasnya dan kalopun lupa habis makan cuman simpan di meja makan doang,  kakak-kakaknya langsung ingetin suruh simpan di sinx kalo mau dapat bintang hehehe.