-->

Senin, 25 September 2017

Tantangan Level 8 hari ke 12

Bersyukur

Punya uang dari hasil tabungan sendiri anak-anak tidak dibiasakan seenaknya mengambil di bank tanpa sepengetahuan ibu, meskipun hal itu adalah hak anak, kita sebagai orang yua hanya mengarahkan yang terbaik kecuali mereka audah berusia 17 tahun ke atas bebas mereka mau mengelola sendiri.

Setiap bercerita dan melihat sekitar masih banyak yang tidak mampu, ibu dan ayah selalu berujar pada anak-anak untuk selalu bersyukur dan tak lupa memberikan sebagian rizky, bahkan sama kurir apapun yang datang ke rumah.

Setiap ada orang yang datang memberi bantuan service, pasti ayah kasih additional tip. Pernah ibu dibilangin pelit sama ayah gara-gara gak kasih tip😊


Minggu, 24 September 2017

Tantangan Level 8 hari ke 11

Menghitung Uang

Tadi siang ibu gak terlalu perhatikan kalau anak-anak yang besar sedang main menghitung uang, ibu di kamar sebelah penasaran masih dengerin aja apa yang mereka lakukan? Judikah?😊

Karena Zidan sudah tau permainan yang menggunakan uang kalau kalah berarti judi haram.

Saking penasarannya ibu mengendap melihat mereka bermain, ternyata masing-masing anak mengeluarkan beberapa keping uang logam dari toples ibu dan mereka hitung dengan menggunakan kalkulator. Sayang gak sempet ibu poto.

Akhirnya ibu tanya, permainan apa itu A Zidan? Dia bilang hanya menghitung aja bu seru-seruan ama Gibran.

Ihsan lihat aja kakaknya main hitung-hitungan sambil nimpalin berapa jumlahnya.

Masya Allah anak-anak hebat kebanggaan ayah ibu😘

Sabtu, 23 September 2017

Tantangan Level 8 Hari ke 10

Zidan tadi mau beli baso masih pikir-pikir apakah jadi jajan atau tidak, 

Ibu tanya ingin atau butuhπŸ˜€πŸ˜Š?

Kalo emang lapar ya beli aja, pake nasi ya supaya kenyang tadi ditawarin makan pakai ayam tidak mau.

Anaknya masih pikir-pikir juga, jadi uang Zidan berkurang dong, lama banget pikir-pikir mengeluarkan uangnya.

Ibu tanya, emang mau beli berapa basonya, 3rb aja lah kata Zidan.

Totalin ya di pembukuan kata ibu! 😎




Jumat, 22 September 2017

Tantangan Level 8 Hari 9

Korupsi

Hari ini ibu bercerita lagi tentang korupsi memastikan bahwa anak-anak masih hapal itu korupsi dan bercerita tentang karakter korupsi, dan anak-anak masih menempel cerita-ceritanya.

Dan ibu berpesan sama anak-anak sampai gede pun di mana anak-anak berada harus berbuat adil dan tidak korupsi.


Kamis, 21 September 2017

Tantangan Level 8 hari ke 8

Ketika berada di tempat umum dan tempat perbelanjaan anak-anak balita perlu sounding sampai 5000x supaya mereka mengerti πŸ˜„ antara keinginan dan kebutuhan.

Mereka berandai-andai dan sedikit memaksa untuk mengambil tabungannya di bank demi lego yang mereka inginkan.

Akhirnya ibu butuh effort buat meyakinkan mereka lagi kalau lego itu bukan kebutuhan.

Lain halnya Zidan meskipun banyak Lego tehnik yang dia idamkan, Zidan hanya bilang mau ngumpulin uang dulu😘

Rabu, 20 September 2017

Tantangan Level 8 hari ke 7

Korupsi

Anak-anak sudah tau kata Korupsi ini dari cerita dalam audio buku KPK jadi ketika ibu jelaskan mengenai kata ini sudah tidak asing lagi termasuk dalam pemakaian katanya.

Dan anak-anak gak suka kalau di rumah atau di lingkungan sekitar m3lihat hal-hal berlebih yang bukan haknya.

Selasa, 19 September 2017

Tangtangan Level 8 hari ke 6

Hari ini Zidan memulai kembali mengisi buku keuangannya karena hari ini Zidan melakukan kegiatan membelanjakan uang sakunya.

Anak mulai bertanggung jawab terhadap keuangannya, pulang sekolah sesampainya di rumah langsung melakukan pencatatan akuntansi.

Awalnya sempat ragu buat beli batagor apakah boleh beli dengan uang 2000, minta ibu mengantar buat menanyakan, ibu suruh belajar berani beli sendiri dan nanya harga sendiri, kalo mau merasakan batagor😘

Akhirnya diberanikan juga setelah muter-muter karena malu datang dan nanya sama si abang batagornya. πŸ˜„


#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial




Senin, 18 September 2017

Tantangan Level 8 hari ke 5

Ada cerita tak terduga ketika tadi ibu menerapkan konsekuensi pada Zidan setelah terjadi ketegangan, ibu membuat perjanjian pembaharuan yang memuat ayat-ayat do and dont secara rinciπŸ˜€

Awalnya sih Zidan tidak terima  dalam 1 ayat, ibu minta dia jelaskan reason whyn nya, Alhamdulillah  akhirnya setuju, dan 1 ayat lagi yang bikin ibu ngakak.


Z: Ibu minggu depan uang saku harian aja
I: Kenapa?
Z: Zidan rugi
I: Coba ceritakan
Z: Iya, kalo Zidan melanggar, konsekuensinya tidak dapet uang saku selama 1 minggu
Kalau uang sakunya harian kan gak dapatnya cmn 1 hari aja
I: hehehe, lihat aja nanti ya dalam hati ibu, otaknya cerdas langsung ingat uang saku mingguan yang terpotong.



#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial




.

Minggu, 17 September 2017

Tantangan Level 8 hari ke 4

Butuh Vs Ingin

Weekend ini jalan-jalan ke Lippo karena ada yang mau dicari buat keperluan ayah dan Ibu, ketika ibu sibuk periksa mata dan menentukan frame, anak-anak main ke luar optic karena ada promo lego.

Gibran dan Zidan melihat-lihat terus sampai narik-narik ibu buat lihat.

Setelah ibu beres menentukan lensa dan lain sebagainya giliran ayah yang dicek matanya, ibu sama anak-anak pergi ke luar liat promo lego.

Zidan melihat lego tehnik yang pakai remot, pas ibu lihat mirip sekali dengan punya Zidan waktu dia Ultah ke 6, zidan melihat terus dan berandai jika tabungannya sudah ada 3jt mau beli lego saja, ibu terus aja ingetin lego sekarang ini butuh atau hanya ingin saja😁

Gibran juga menunjuk aja ke arah lego yang dia inginkan dan meminta dibelikan, ibu ingetin lagi kemarin ultah baru dibelikaan legoπŸ˜€ akhirnya diem aja ngebatin dan nanya-nanya terus saldo tabungannya di bank ada berapa.

Pas pulang di Mobil ayah bercerita mendingan dikumpulin aja sampe gede siapa tau bisa kebeli mobil beneran bukan mobil-mobilan😊😎


#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial




Sabtu, 16 September 2017

Tantangan Level 8 Hari ke 3

Hari ini Zidan sudah mulai menjalankan keuangannya cuman masih utuh karena tidak digunakan sama sekali, dan ketika ada pengamen datangpun anak-anak masih meminta pada ibu untuk memberinya.

Adik-adiknya hanya dijelaskan cara penggunaan uang bukan dikasih uang setiap harinya.

Dan ketika ada pengamen ataupun ada yang jualan mereka tetap meminta kepada ibu, cuman ibuenerapkan kebutuhan dan keinginan pada mereka apabila mereka ingin jajan.



#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial

Jumat, 15 September 2017

Tantangan Level 8 hari ke-2

Pembukuan Sederhana

Sesuai janji kemarin ibu mau memberikan uang saku selama satu minggu ke depan dan beberapa mibggu kebelakang baru dikasih harian dan itupun jarang diberinya, dan yernyata di dompetnya masih bersisa 1000.

Tadi ibu ajarkan pembukuan sederhana antara prmasukan dan pengeluaran termasuk saldo terakhir.

Ibu masih menjelaskan 3 konsep penggunaan uang tapi anaknya keukeuh mau ditabung semua ajaπŸ˜€

Adik-adiknya masih seputaran cerita tentang kegunaan dan penggunaan uang.


#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial









Kamis, 14 September 2017

Tantangan Level 8 Hari ke 1

MENDIDIK ANAK CERDAS FINANSIAL SEJAK DINI

Pengenalan Uang



Hari ini anak- anak diperkenalkan tentang pemahaman akan rezeki, uang salah satunya anak-anak no 2 dan ke 3 tau bahwa uang adalah alat tukar atau buat belanja, menabung dan sedekah, tapi mereka taunya hanya dalam wujudnya saja uang, sedangkan dalam pemanfaatannya belum mengerti.

Dalam buku Disimpan, dibelanjakan atau disumbangkan anak-anak lebih mengena karena disampaikan dalam bentuk cerita.

Ihsan baru sekedar pengenalan uang dan belajar hanya mengelompokkan uang berdasarkan warna

Gibran dikenalkan nilai nominal dan belajar mengurutkan dari nominal kecil sampai yang tinggi.

Zidan karena sudah tau tentang uang dan pemanfaatannya dia sudah banyak tau maka ibu latih dalam menghitung dan menebak jumlah uang yang ibu kasih soal.
Sedangkan untuk iang saku sudah ibu singgung sebelumnya dan berjanji akan diberi kalau Zidan berusia 7th. Tapi berhubung dia akan 7th dan ada tantangan Level 8 maka Insya Allah besok akan saya trial dgn uang saku dgn sounding tenyang pembukian sederhana.

Yang lucu tadi ibu tanya satu-satu seandainya mereka mempunyai uang sekian point apa aja yang akan mereka lakukan.
Gibran menjawab: Akan disedekahkan semuanya
Zidan: Akan ditabungkan semuanya.

Kata ibu jawaban tidak ada yang salah tapi harus lihat lagi 3 pos yang telah mereka ketahui.

Zidan tipe penghemat setiap dikasih uang selalu disimpan didompetnya, jarang jajan. Bahkan sudah tau konsep keinginan dan kebutuhan karena diajarkan dari umur 6 tahun.

Lihat besok tantangan uang saku akan dimulai



#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial


Minggu, 10 September 2017

Aliran Rasa Tantangan Games Level 7 Semua Anak adalah Bintang


Ibu sangat setuju bahwa setiap anak itu unik.

Namun seiring berjalannya waktu kadang keyakinan orangtua berubah setelah melihat anak tetangga lebih cerdas dan lebih baik dari anak sendiri.

Setelah melewati Tantangan ke 7 ini, ibu belajar menjadikan rumah sebagai tempat
Anak-anak menjadi bintang.

Ibu asah dan latih mereka dalam 4 area kehidupannya.
🌟 Ranah hubungan intra personal (konsep diri)
🌟 Ranah hubungan inter personal (hubungan sesama)
🌟 Ranah hubungan dengan change factor (melek perubahan)
🌟 Ranah hubungan dengan TuhanNya (melek spiritual)

Semua anak-anak ibu adalah bintang bagi kita sebagai orang tuanya, tugas kita memfasilitasi kegiatan yang membuat mereka berbinar-binar dalam mengerjakannya.

Meskipun hobi dan bakat zidan sudah terlatih dari kecil sampai 4 tahun lamanya dia kerjakan, bukan berarti hal yang lainnya kita abaikan mendengar cerita melalui audio atau video tetap kita stimulasi agar seimbang semua kecerdasannya.

Demikian pun dengan adik-adiknya meski bakat mereka belum terlihat dalam hal apapun secara spesifik, selama ini ibu masih tahap mengamati dan mendokumentasikannya.

Mudah-mudahan fitrah bakatnya memenuhi 3mpat hal ini: Easy, Enjoy, Excellent dan earn.

Sabtu, 26 Agustus 2017

Tantangan Games Level 7

Taklim Anak dan Bermain Golf
Pagi sekali anak-anak mandi untuk mendengarkan taklim di Mushola Al-Ikhlas melihat dan mendengarkan cerita dari kak Awam idola mereka.

Kali ini mereka menyimak kisah tentang Allah yang Maha Melihat.

Pulang taklim anak-anak kelaparan minta makan ternyata semua McD penuh terpaksa drive through aja di McD yang dekat tempat Driving Golf, karena rencana ayah tadi pagi cuman drop ibu dan anak-anak, ayah menunggu sambil latihan ternyata parkiran penuh, akhirnya ayah nungguin kita.


Selesai makan di mobil kita khususnya anak-anak ikut latihan golf bersama ayah.

Zidan yang sudah lumayan mainnya, Gibran masih susah pegang sticknya yang berat.

video



Jumat, 25 Agustus 2017

Tantangan Games Level 7

Jumat Kecerdasan Naturalis

Setelah pulang sekolah Gibran dan Ihsan memaksa ibu untuk berkegiatan membuat Dough, karena bahan garam yang seadanya ibu sediain saja semua bahan-bahannya dan membiarkan mereka bereksperimen sesuai dengan buku petunjuk yang telah diaediakan. Karena kegiatan ini sering dilakukan jadi anak-anak tahu step by stepnya.

Seperti biasa apabila kegiatan yang menyenangkan bagi mereka, mereka senang melakukannya.

Kamis, 24 Agustus 2017

Tantangan Games Level 7

Kamis

Beberapa hari ini Zidan lagi sibuk membuat buku semacam komik untuk dipersembahkan buat ulang tahun adiknya Gibran. Dia ambil beberapa kertas HVS untuk dijadikan buku dan dia steples, sore hari ketika ibu lihat berantakan ibu ajarin cara mensteples buat buku supaya rapih.

Melihat kegiatan kakaknya Gibran juga ikut-ikutan membuat buku versi Zidan, Gibran membuat beberapa gambar dan motif batik dalam beberapa lembar kertas HVS dan dia gabungkan seperti buku, dan minta ibu untuk mensteplesnya.

Rabu, 23 Agustus 2017

Tantangan Level 7 hari Rabu


Rabu

Di PAUD Gibran dan Ihsan hari ini ada kegiatan mewarnai bersama di Mall Lippo Karawaci untuk daerah Kecamatan Cibodas, kegiatannya tidak terlalu ramai seperti tahun lalu, jadi anak-anak lebih tenang dan tempatnya tidak padat seperti tahun sebelumnya.

Ibu tidak memberikan harapan terutama pada Gibran yang mau menginjak usia 5th kerjakan aja sesuka dia, tujuan ikutan ini hanya meramaikan saja dan yang paling utama adalah main gratis selama 1 jam di tempat permainannya TimeZone.

Ihsan tidak mau bergabung dikegiatan mewarnai alasannya malu, tapi mendekati beres sudah nagih permainan hehehe, padahal belum dapat gelang buat bermain.

Setelah beres mewarnai dan panitia memberikan gelang sebagai tanda masuk ke area bermain saya langsung ajak anak-anak ke beberapa wahana yang bisa dimainkan.

Dan Ihsan senang sekali karena baru sekarang dia bisa menikmati permainan yang ada di TimeZone dan itu semua pilihannya sendiri, meski ada permainan pertama yang dia pilih, waktu ibu poto dalam keadaan pesawatnya naik Ihsan kelihatan tegang di samping Gibran

Setelah ditutup dengan permainan mandi bola, ibu segera mengajak mereka pulang, kasian Kakak mereka todak diajak ke Lippo dan pulang sama Kakeknya.

Mereka segera meminta pulang menggunakan ojek yang sangat langka bagi mereka.
Anak-anak antusias sekali menggunakan ojek aka motor.

Satu jam setelah sampai di rumah dan anak-anak makan siang di luar ada yang memanggil ternyata teman ibu di paud datang membawa Piala, katanya Gibran juara mewarnai, Alhamdulillah ini piala pertama buat Gibran dalam perlombaaan.

Selasa, 22 Agustus 2017

Tantangan Level 7


Selasa Ihsan Sudah Mengerti Bermain

Pagi ini kegiatan utama ibu setelah mengantar anak-anak sekolah adalah mengaji, dan anak yang selalu dibawa ke mana-mana adalah anak nomor tiga yaitu Ihsan.

Ibu bercerita kalau nanti ngaji abbiyu akan ikut serta dengan ibunya, Ihsan senang sekali temannya datang, ini adalah petemuan ke dua setelah dua minggu sebelumnya bertemu di pengajian yang sama.

Setelah ketemu mereka langsung klop main dan ngobrol, karena anak ibu terbiasa diajak ke mana-mana disediakan alat perang supaya anteng maka ibu bawakan buku-buku plus epen-nya.

Ketika ibu sibuk mengaji, Ihsanpun sibuk dengan bukunya.
Dan ketika Abbiyu sudah merasa merasa bosen, langsung minta hp pada umminya, Ihsan yang tadinya anteng main sama buku dan temannya mendadak tidak bisa bergeming pada lirikan hp temannya.

Dan yang gak biasa dilakukan di rumah kita adalah tontonan yang berbau kekerasan.

Untung saja sebentar.


Pulang sekolah Zidan langsung menunjukkan Cetakan yang beli di sekolahnya pada adik-adiknya, dan mendemokan cara membuat pattern batik pakai cetakan pada adik-adiknya yang tertarik dan langsung mengikuti adalah Gibran.

Karena sebentar lagi waktu ibu mengaji rutin ibu menyuruh mereka membawa peralatan membatik dan buku Tema buat Zidan untuk melngerjakan soal-soal latihan buat peraiapan beaok ulangan.

Senin, 21 Agustus 2017

Tantangan Level 7

Kegiatan rutin senin dan selasa ibu adalah mengaji Tahsin di pagi hari,
Alhamdulillah ke manapun Ihsan pergi ikut kajian bersama ibu duduk anteng dengan mainan atau buku yang dibawa dari rumah.

Setelah beres ngaji, Ibu langsung anter Ihsan ke sekolah dan kebetulan di sekolahnya lagi berlangsung Penyuluhan Yakult.
Biasanya awal-awal masuk Ihsan minta ditemani ibu dahulu. Kali ini tidak karena Ihsan sudah ada teman yang dikenalnya yaitu Salma.

Dan kali ini adalah kali ke dua Ihsan pulang sekolah sendiri tanpa dijemput ibu, melainkan bareng dengan Abinya Salma.

Sesampainya di rumah Ihsan bercerita pulang sekolah bareng Salma. Tadi berangkat Salma ikut sama kita ditempat ngaji, pulangnya Salma dijemput abinya makanya Ihsan pulang bareng.

Minggu, 20 Agustus 2017

Tantangan Games Level 7

Minggu Tenang
Judulnya kaya ada apa aja ya?
Karena besok Zidan mulai ulangan harian ceritanya kita tidak main ke tempat yang jauh atau ke mall, dan yang pasti hari ini karena ada acara arisan keluarga.

Karena masih menyambut tema kemerdekaan maka tante Ika mebuat acara arisan dengan tema permainan seperti layaknya lomba tujuh belas Agustusan buat para keponakannya.

Anak-anak paling seneng kalau sudah berkumpul dengan sepupu-sepupunya.

Ibu sudah ingetin Zidan supaya tidak terlalu cape kalau sudah ngumpul tapi tetap saja anak-anaknya ingatannya hanya bermain hehe.

Setelah acara beres dan semua sepupunya pulang, tinggal Zidan yang pulang dari rumah nenek yang tinghal nyebrang.

Tadinya mau menerapkan Minggu tenang yang ada sudahnya kecapean, untungnya sebelum-sebelumnya zidan sudah mengulang pelajaran bersama ibu, dan hari ini giliran mengulang bersama ayahnya.


Sabtu, 19 Agustus 2017

Tantangan Games Level 7

Sabtu Ceria Bermain ke Taman Gajah Tunggal

Sepulang sekolah Zidan menagih janji untuk bermain bersama ayahnya, karena ayahnya capa beberapa hari kemarin kerja jadi weekend pengen lebih santai, dan ibu pun lihat Zidan lelah maka menyuruhnya tidur siang, dan berjanji sore kita main ke taman yang belum pernah kita datangi.

Setelah anak-anak bangun sore, makan dan cuci muka kita mengajal anak-anak ke taman Gajah Tunggal meski Zidan masih uring-uringan karena telat dan Gibran yang mewek karena pengen ke taman yang dekat rumah dan ihsan yang anteng menerima putusan kita.

Sesampainya di lokasi anak-anak langsung aeneng tidak ada lagi yang bt atau mewek, yang ada mereka langsung bermain hehehe.

Dan kita sepakat mulai minggu depan karena Zidan sudah mulai libur sekolah tiap hari Sabtu, kita jalan-jalan ke setiap taman yang belum kita kunjungi, tujuannya mengurangi jalan-jalan ke mall.

Jumat, 18 Agustus 2017

Tantangan Level 7 hari ke 2

Aktivitas yang dilakukan zidan yang paking disukai adalah membuat puzzle dari berbagai macam lego yang mengasah kecerdasan matematika logis, pulang dari sekolah ganti baju langsung main lego lassy membuat mpbil buat adiknya Ihsan.

Waktunya jumatan Zidan shalat jumat dengan teman barunya anak kelas 4.

Pulang jumatan meneruskan membuat lassy dan diakhiri dengan permainan di lapangan dengan adil-adiknya. Mereka (adik-adiknya) ngintilin kemana pun kakaknya pergi.

Gibran pagi-pagi senang sekali olahraga sepedahaan di lapangan samping rumah. Dan berangkat ke sekolah dengan senangnya karena akan ikut lomba 17an.
Kecerdasan yang bisa dibaca secara sepintas

Dan siang jam 1.30 anak-anak main dilapangan bertiga.

Ihsan pun sama sudah terlihat senang main lego setiap kakak pertama main, bisa dipastikan akan meniru permainan seperti kakak-kakaknya.


Kamis, 17 Agustus 2017

Tantangan Level 7 hari ke 1

Hari ini hari libur nasional, dan bertepatan dengan jadwal les berenangnya Zidan adik-adiknya girang berarti hari ini bakalan main air yang lama di kolam renang.

Jangan ditanya gak senang apabila mereka nyemplung kolam yang ada mereka seneng main air khususnya buat ihsan, Giran dan Zidan sudah bisa berlatih di kolam bukan sekedar main air saja.

Senin, 14 Agustus 2017

Aliran Rasa Level 6

Tantangan level 6 ini sempet bikin ibu mati gaya ngajarin matematika kaya ginana secara ibu gak suka matematika, karena yang ada dalam benak matematika otu hitung-hitungan hehe.

Padahal sebenernya tidak seperti itu matematika itu banyak hal di sekitar kita yang berhubingan dengan matematika.

Dan yang bikin senengnya karena ibu punya buku panduan Learning With Albert (LMA) yang mana isinya kurikulum matematika dari mulai yang basic konsep matematika, waktu ikut workshopnya gak kepikir matrmatika itu seperti itu.

Jadi dalam pengerjaan tugas kemarin lumayan terbantu sama modul (LMA) jadi tiap hari kalo mati gaya sama mainan edukasi ibu lanjitin modul LMA buat anak-anak.

Sabtu, 29 Juli 2017

Tantangan Level 6 hari ke 10

Pulang dari rumah sakit sekitar jam 2 siang hujan deras sekali, keluar parkiran mobil, jalanan depan rumah sakit tergenang cukup dalam

Sepanjang jalan anak-anak bercerita mengenai tingginya genangan air dengan ketinggian mobil yang ada disenjang jalan yang kita lalui.

Ayahnya menjelaskan dengan berbagai analogi, sekalian belajar matematika.

Selama dalam mobil kita diskusi mengenai air  baik air secara umum maupun air yang ada dalam tubuh.

Jumat, 28 Juli 2017

Tantangan Level 6 Hari ke 9


Zidan Belajar posisi dengan bermain Color Fun menggunakan instruksi yang ada dalam bukunya, ada beberapa tahap dalam menyelesaikan soalnya starter sampai master


Gibran merakit lego architect mobil sesuai instruksi buku sampai dua model, selain belajar matematika, ketelitian juga meningkatkan  motorik halusnya.

Dan belajar matematika konsep bercerita menggunakan sosis baik pengurangan maupun perkalian. Ini dilakukan oleh Gibran dan Ihsan

Kamis, 27 Juli 2017

Tantangan Level 6 hari ke 8


Zidan membuat Dum Truck kreasi sendiri dengan menggunakan lego yang dipasang PullBack dan Dum nya bisa bergerak versi Zidan, lego-lego menggunakan roda lego tehnik dan dumnya pakai lego seri adiknya.


Ihsan masih belajar konsep besar kecil dan membuat mobil dari lego pipa 

Rabu, 26 Juli 2017

Tantangan Level 6 Hari ke 7


Berangkat ke sekolah Ihsan semangat menghitung jumlah gowesan sepedahnya meski bisa berhitung sampai 10 hehe

Di ruang tunggu klinik bersalin waktu menjenguk teman ibu, sengaja ibu bikin kuiz buat ihsan disuruh menghitung masing-masing bangku yang ada di ruang tunggu

Dan pulang ke rumahpun Ihsan masih semangat main jual-jualan.

Selasa, 25 Juli 2017

Tantangan Level 6 Hari ke 6




Gibran masih belajar konsep bilangan 1-5 dengan benda kongkrit dan cerita baik penjumlahan maupun pengurangan




Zidan belajar matematika dengan menggunakan ubin.

Senin, 24 Juli 2017

Tantangan Level 6 Hari ke 5


Minggu, 23 Juli 2017

Tantangan Level 6 hari ke 4

Zidan membuat mobil dari lego smart bar
Bentuknya menyerupai kerangka mobil mini, imaginatif dan visual semakin terasah

Sabtu, 22 Juli 2017

Tantangan Level 6 hari ke 3

Meski habis terjun payung dan bocor kepalanyapun Ihsan masih aja semangat main bahkan main yang berbahaya sekalipun, orang tuanya aja yang suka ketakutan liat lukanya.

Pagi ini Ihsan main puzzle 8 keping, kemampuan visual dan fine motoriknya semakin berkembang termasuk kecerdasan matematika logisnya pun terasah

Jumat, 21 Juli 2017

Tantangan Level 6 Hari ke 2

Hari ini kegiatan matematika logis  buat Zifan masih meneruskan pelajaran kemarin. Menghitung dengan menggunakan ubin.

Adiknya Gibran dan Ihsan membuat bangun ruang menggunakan Magformers

Kamis, 20 Juli 2017

Tantangan Level 6 hari ke 1

Hari pertama Ihsan mengulang pelajaran seri Learning Math With Albert level 1 tentang Besar, Kecil dan sedang

Gibran menentukan posisi
Zidan bilangan 6-99

Mainan yang mereka buat lego mobil versi mereka

Rabu, 12 Juli 2017

Aliran Rasa Level 5

Waktu pertama punya anak, ibu mulai belajar parenting dan segala sesuatu tentang anak.

Dan Zidan adalah hasil eksperiment segala stimulasi, bahkan sampai over hehe.

Dulu, ketika membaca aftikel tentang aftikel Glen Doman yang amazing terhadap Bayi Yang Bisa membaca, ibu langsung mempraktekannya. Jika Zidan benar menjawab dirasa merasa bangga, lama - lama anaknya sudah merasa bosan, ibu ganti stimulasi dengan FlashCard berjalan aka Flashcard versi DVD. Alhamdulillahnya Zidan tidak over ibu kasih tontonannya.

Ketika Gibran lahir, ilmu parenting ibu menambah. Ibu tidak ngoyo lagi anak harus bisa membaca dari balita dan ekspektasi ibu tidak tinggi lagi seperti dulu.

Kebetulan waktu Gibran usia 40 hari, ayah mendapat tugas belajar ke luar negeri, kita semua diboyong ikut.
Nah di US ini perjalan literasi bener-benar dimulai.

Pertama-tama ibu sebar semua buku disepanjang bagian rumah, minimal anak lihat dulu intuk memancing minat suka buku dan buku yang dipajang buku-buku besar yang eye cathing, terusterang buku yang kita bawa hanya sedikit buku bahasa.

Selama disana dalam sehari bisa menghabiskan waktu sampai 5 jam untuk membaca buku, setiap anak minta dibacakan ibu ladenin, bukan tanpa sebab karena ibu pengen anak suka buku dan jauh dari TV hehehe

Ditambah Zidan mulai sekolah OL dan menonton tontonan edukasi, Gibranpun sama menyimak apa yang kakaknya pelajari.
Enam bulan menjelang pulang ke Indonesia Gibran sudah muncul kosakata-kosakatanya dan kalo ditanya sudah bisa menjawab.

Berbeda dengan Zidan percakapannya lebih dahulu dan lebih cerewet dalam bidang bahasa Gibran sedikit pendiam.

Tetapi yang bikin Amazing sepulang dari US usia Gibran pun belum genap 2 tahun, sudah bisa membaca. Bahkan ibu tidak tahu kalo hal itu sudah terjadi beberapa bulan sebelumnya.
Pertamakali tahu adalah Gibran bisa membaca adalah sepupunya ketika kita ke Bandung ikut dinas ayah. Di hotel banyak hal yang dibaca Gibran.

Awalnya ibu tidak percaya kalo Gibran bisa membaca. Lapor sama ayahnya. Ayahnya coba tes Gibran dengan bacaan lain ternyata bisa juga disuruh membaca bahasa juga bisa. Akhirnya kita simpulkan bahwa Gibran bisa baca.

Setelah 6 bulan bisa membaca, Zidan termotivasi bila adiknya sudah bisa membaca dan asik sendiri dengan buku, akhirnya dia minta dengan sendirinya untuk belajar baca. Dan prosesnyapun berjalan dengan sangat cepat hanya 1 bulan.

Jadi ingat bahwa semua itu harus balik lagi sama tahapan milestone anak bukan harus dipaksakan seshai dengan keinginan orang dewasa. Gibra mah benar-benar Gift dari Allah.

Dan sekarang yang semakin membanggakan adalah anak-anak suka buku. Dimanapun mereka pergi tidak jauh dari baca buku.
Setelah anak-anak bisa baca buku, kadang ibu tidak percaya apakah mereka benar membaca atau hanya menyimak?

Akhirnya ibu tes pemahaman tentang bacaan mereka. Yang paling amazing tetap Zidan karena usianya sudah matang daya tangkap otaknya berbeda.

Dan berdasarkan hasil psikotes Zidan anak Super, kalo istilah kasarnya orang awam hardwarenya bagus dan cepat memorinya anak-anak super itu. Tinggal install software nya untuk menjalankan programnya
Kalo anak biasa proses belajarnya memakan wakyu sampai 3x anak-anak super belajar 1x sudah cukup itu ibaratnya.

Dan tantangan kemarin yang bikin ibu tidak meneruskan tulisan di pohon literasi adalah celetukan anak pertama, ketika saya bilang A coba tuliskan semua buku yang aa baca setiap hari di daun pohonnya. Anak saya excited mengisi sampai hari ke tiga selebihnya Zidan tidak mau menuliskan lagi dan bilang sama ibu. Bi saya gak suka ditulis-tulis kaya gini, saya sehari bisa lebih dari 10 buku yang dibaca. Ibu merasa tertampar iya juga ya paksain anak harus begini-begitu biat kepentingan tugas ibu.
Akhirnya ibu bebaskan anak-anak baca buku tidak dilaporkan dengan ditulis judul-judulnya dalam pohon literasi.

Yang penting anak-anak semangat dan bergairah dalam proses suka buku, suka membaca dan paham.

Anak-anak unik mereka pintar dengan caranya yang unik, kita sebagai orang dewasa kadang terlalu banyak intervensi terhadap ego kita supaya anak pintar.











Senin, 19 Juni 2017

Tantangan Level 5 hari ke 12

Hari ini ibu tdk sempet poto-poto dalam kegiatan reading anal-anak

Zidan sempet protes, kenapa tiap hari habis baca buku kita harus menuliskan semua judulnya di atas pohon literasi.

Tantangan Level 5 hari ke 11

Hari minggu adalah hari berakhirnya sanlat bagi Zidan sekaligus saatnya buka clamp sunatnya.

Zidan anteng aja baca buku wakttu di rumah, saatnya harus berangkat langsung mengkeret karena takut sakit dilepas clampnya.
Sesampainya di Rumah Sakit, anaknya sudah  baikan dan minta dibawain buku
Tetapi tidak kalem manakala sudah sampe kasur dr. Anak. 

Zidan sering kali berkomentar, sakit .


Kegiatan literasi sekarang tiap rumah



Sabtu, 17 Juni 2017

Tantangan Level 5 hari ke 10

Di rumah lagi sibuk renovasi, Alhamdulillah anak-anak tifak merasa terganggu program baca bukunya.

Dari mulai bangun tidur sampai mau tidur masih saja penasaran untuk membaca buku.
Sampai-sampai kita warning

Jumat, 16 Juni 2017

Tantangan Level 5 hari ke 9

Kalau anak-anak sudah cinta buku, sepertinya kegiatan membaca itu hal yang menyenangkan bagi mereka.

Begitupun ibu senengnya bisa beliin buku-buku baru biat anak-anak

Kamis, 15 Juni 2017

Tantangan Level 5 hari ke 8




Rabu, 14 Juni 2017

Tantangan Level 5 hari ke 7

Fitrah anak adalah senang belajar dan mencari tahu, begitu juga hari ini anak-anak mandiri membaca dan ada bbrp bagian buku yang ibu bacakan.

Disela-sela baca buku ibu sisipkan pertanyaan yang berada dalam buku, apakah anak menyimak atau tidak.

Ketika anak-anak sudah bisa membaca, ibu chalenge mereka untuk read a loud buku-buku tipis biasa satu buku atau satu bagian dan ibu rekam.

Kadang kita hlangblagi rekamannya. Mungkin sdh ada 100 rekaman kalau dikumpulkan rekamannya.

Ini sudah menjadi program saya dan Zidan mengabadikannya sebagian kita share di grup, karena ibu berencana bikin perpustakaan audio, semua member membaca buku even buku tipis tidak apa-apa. Cuman sekarang yang setor secara konsisten tinggal ibu dan zidan aja. Gibran  maunya biat konsumsi sendiri aja.

Selasa, 13 Juni 2017

🍦Cemilan Rabu🍦

Materi #5: Menstimulasi Anak Suka Membaca

Tahap Perkembangan Anak Suka Menulis

✍ Menulis merupakan ekspresi/ungkapan dari bahasa lisan ke dalam suatu bentuk goresan/coretan.
Kegiatan awal menulis dimulai ketika anak pura-pura menulis di atas kertas, pasir atau media lainnya dalam bentuk coretan-coretan sampai anak mampu menirukan bentuk tulisan yang sesungguhnya.
Beberapa tahap perkembangan menulis anak dapat digambarkan sebagai berikut:

Tahap Mencoret atau Membuat Goresan (Scrible Stage)
Pada tahap ini, anak mulai membuat tanda-tanda dengan menggunakan alat tulisnya. Mereka mulai belajar tentang bahasa tertulis dan bagaimana mengerjakan tulisan tersebut. Anak membuat coretan-coretan acak (tidak teratur), coretan- coretan seringkali digabungkan seolah-olah coretan itu tidak pernah lepas dari kertas.

πŸ’‘Orang tua dan guru pada tahap mencoret seharusnya menyediakan jenis-jenis bahan untuk menulis seperti pensil, spidol, buku, kertas, dan krayon.

Tahap Pengulangan secara Linear (Linear Repetitive Stage)
Tahap selanjutnya dalam perkembangan menulis adalah tahap pengulangan secara linear. Pada tahap ini, anak menelusuri bentuk tulisan yang mendatar (horizontal) ataupun garis tegak lurus. Dalam tahap ini, anak berpikir bahwa suatu kata merujuk pada sesuatu yang besar mempunyai tali yang panjang dari pada kata yang merujuk pada sesuatu hal yang kecil

⭐ Random/Acak (Random Letter Stage)
Pada tahap ini, anak belajar tentang berbagai bentuk yang dapat diterima sebagai suatu tulisan dan menggunakan itu semua agar dapat mengulang berbagai kata dan kalimat. Anak-anak menghasilkan garis yang berisi pesan yang tidak mempunyai keterkaitan pada suatu bunyi dari berbagai kata.

Tahap Berlatih Huruf (Menyebutkan Huruf - Huruf)
Kebanyakan anak-anak, biasanya sangat tertarik huruf-huruf yang membentuk nama mereka sendiri.

Tahap Menulis Tulisan Nama (Letter-Name Writting or Phonetic Writing)
Pada tahap ini, anak mulai menyusun hubungan antara tulisan dan bunyi. Permulaan tahap ini sering digambarkan sebagai menulis tulisan nama karena anak-anak menulis tulisan nama dan bunyi secara bersamaan. Misalnya mereka menulis ”kamu” dengan tulisan ”u”. Anak senang menuliskan nama pendek panggilan mereka sendiri melalui contoh yang mereka lihat dengan huruf-huruf besar atau kecil.

Mereka mulai menghadirkan berbagai kata dengan suatu bentuk grafik yang secara refleks menunjukkan tentang apa yang didengar.

Semakin berkembangnya penguasaan kosa kata anak serta kemampuannya dalam berkomunikasi dengan orang lain, akan memiliki dampak terhadap perkembangan fungsi kognitifnya. Kemampuan mengkomunikasikan sesuatu seperti nama benda, orang atau binatang dengan menggunakan kosa kata yang banyak dan teratur akan mencerminkan kemampuan berpikir anak tentang hal tersebut.

⭐ Tahap Menyalin Kata-kata yang Ada di Lingkungan
Anak-anak menyukai menyalin kata-kata yang terdapat pada poster di dinding atau dari kantong kata sendiri.

⭐ Tahap Menemukan Ejaan
Anak telah menggunakan konsonan awal (misal L untuk Love). Konsonan awal, tengah dan akhir untuk mewakili huruf misal DNS pada kata dinosaurus.

Tahap Ejaan Sesuai Ucapan
Anak mulai dapat mengeja suatu tulisan berupa kata- kata yang dikenalnya sesuai dengan ucapan yang didengarnya.

Sumber:

http://paudjateng.xahzgs.com/2015/09/5-tahapan-perkembangan-menulis-anak.html?m=1

http://www.membumikanpendidikan.com/2015/02/tahapan-perkembangan-kemampuan-menulis.html?m=1

Salam Ibu Profesional
/Tim Fasilitator Kelas Bunda Sayang/
⌛⏳⏳⌛⌛⌛⌛⌛⏳⌛

Semangat Membaca yang tak Pernah Padam

Zidan tetap semangat membaca buku, majalah yang dia senangi, meski kadang sambil meringis menahan sakit ketika pipis.

Gibran pun demikian semangat membaca seperti kakaknya.

Sedangkan si bungsu hanya melihat disamping kakaknya untuk melihat buku

Senin, 12 Juni 2017

Reading Menjelang Khitan

Menjelang Khitan anak-anak tetep aja anteng gak ada rasa ketakutan, habis mandi dan sarapan tetap asyik baca
Sesampainya di RS nunggu dokter prepare buat khitan anak-anak masih lari-lari sementara Zidan asyik baca.
Yang pertama dikhitan Zidan, ibubliatvproses waktu dibius dan proses memasukkan clamp ke pen** yang susah karena gak bosa, alhasil pen**sedikit digunting-gunting, karena ibu gak kuat akhirnya gantian ama ayah yang ke dalem.
Alhamdulillah alhirnya bisa dipasang juga otu alat clampnya.
Setelah giliran Gibran, dokter gak sanggup dengan alasan tunggu tahun depan supaya pen**nya besar hehe.

Minggu, 11 Juni 2017

Tantangan Level 5 hari ke 4

Kemarin malam tepar habis nganterin buat urus-urus khitanan anak-anak padahal sebelumnya sudah poto-poto kegiatan membaca.

Jumat, 09 Juni 2017

Kegiatan Membaca yang Menyenangkan



Zidan berkomentar kalo selama ini dia membaca buku lebih dari 10 buku dalam satu hari, dia bilang begitu ketika ibu bilang one day one book dan dimulai dengan proses membaca, bercerita dan menulis resume yang singkat yang dia ingat saja. Tapi Zidan masih belum PD aja  buat menulis resumenya.
Jadi saya maklumi saja, anak berproses dari mulai bisa baca, memahami, bercerita dan membuat resume narasi.
Gibran masih mau dibacakan tidak seperti Zidan

Kamis, 08 Juni 2017

Tantangan Level 5 hari ke 1



Hari ini, hari pertama Tantangan Level 5. anak-anak karena terbiasa baca buku sendiri  dan mandiri belajarnya. Tapi kali ini lain mereka harus lapor apa yang mereka baca atau membuat resume dibacakan waktu kita ngumpul, tapi belum berhasil 100%

Pada dasarnya sudah paham apa yang mereka baca (kecuali ihsan belum bisa baca tapi paham kalo dibacakan) dan saya perlu menggalian lebih dalam apa yang mereka baca. Pemaparan mereka masih sedikit
Dan perlu pembiasaan literasi narasi buat anak pertama.

Waktu awal kita membuat aturan membuat pohon literasi dan isi apa aja yang mereka harus isi, anak-anak semangat membawa buku yang mereka sukai.
Mudah-mudahan besok sudah bisa menerapkan buku narasi keluarga, Aamiin

Selasa, 06 Juni 2017

Cemilan Rabu

🍯 Cemilan Rabu🍯
Materi #5: Menstimulasi Anak Suka Membaca

Tahap Perkembangan Membaca Anak Usia Dini

📚Membaca adalah salah satu kemampuan bahasa yang penting bagi anak.

📚Membaca juga dapat meningkatkan daya imajinasi anak dan meningkatkan kosakata anak dan masih banyak manfaat membaca lainnya.

📜Berikut tahapan membaca yang dapat dilakukan oleh anak usia dini.

Tahapan Perkembangan Membaca Anak Usia Dini

📖1. Tahap fantasi (Magical Stage)
Anak mulai belajar menggunakan buku, mulai berfikir bahwa buku itu penting, melihat atau membolak-balikkan buku dan kadang-kadang anak membawa buku kesukaannya.

📖 2. Tahap Pembentukan Konsep Diri Membaca (Self Concept Stage)

Anak memandang dirinya sebagai pembaca, dan mulai melibatkan diri dalam kegiatan membaca, pura-pura membaca buku, memberi makna pada gambar atau pengalaman sebelumnya dengan buku, menggunakan bahasa buku meskipun tidak cocok dengan tulisan

📖 3. Tahap Membaca Gambar (Bridging Reading Stage)

Pada tahap ini anak menjadi sadar pada cetakan yang tampak serta dapat menemukan kata yang sudah dikenal, dapat mengungkapkan kata-kata yang memiliki makna dengan dirinya, dapat mengulang kembali cerita yang tertulis, dapat mengenal cetakan kata dari puisi atau lagu yang dikenalnya serta sudah mengenal abjad

📖 4. Tahap Pengenalan Bacaan (Take Off Reader Stage)

Anak tertarik pada bacaan, berusaha mengenal tanda-tanda pada lingkungan serta membaca berbagai tanda seperti kotak susu, pasta gigi atau papan iklan

📖 5. Tahap Membaca Lancar (Independent Reader Stages)

Pada tahap ini anak dapat membaca berbagai jenis buku yang berbeda secara bebas, menyusun pengertian dari tanda, pengalaman dan isyarat yang dikenalnya, dapat membuat perkiraan bahan-bahan bacaan. Bahan-bahan yang berhubungan secara langsung dengan pengalaman anak semakin mudah dibaca

Sumber:

https://ilmupengetahuanibu.com/2016/11/18/tahapan-perkembangan-membaca-anak-usia-dini/

https://yudhistira31.wordpress.com/2008/12/22/tahap-perkembangan-kemampuan-membaca-pada-anak/

Salam Ibu Profesional,

/Tim Fasilitator Kelas Bunda Sayang/

⏳⌛⏳⌛⏳⌛⏳⌛⏳⌛⏳⌛

Tantangan Level 5

🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Tantangan Level 5

Iqra! Bacalah! Perintah Tuhan pertama kali ini mengingatkan kita bahwa membaca merupakan sebuah proses penting dalam mengenal diri.

Membaca merupakan jembatan ilmu, makanan bagi otak, dan juga bisa melatih imajinasi. Serta banyak lagi manfaat dari membaca.

Yuk, jadikan diri kita teladan bagi anak dan keluarga!

🌴 Jadilah teladan
✅ Jadwalkan _family reading time_, membacalah bersama anggota keluarga
✅ Buatlah pohon literasi untuk masing-masing anggota keluarga, rimbunkan dengan judul buku yang telah dibaca
✅ Diskusikan dengan anggota keluarga tentang buku yang telah dibaca, gunakan untuk menambah pengetahuan dan merekatkan hubungan dengan anggota keluarga lainnya

👨‍👩‍👧‍👦 Bagi yang sudah memiliki anak
📖 Jadilah ibu teladan, membacalah bersama anak (sesuai dengan tahapan usia anak).
📷 Dokumentasikan kegiatan membaca anda
📝 Tempelkan judul buku yang telah dibaca pada pohon literasi

👫 Bagi anda yang belum memiliki anak
📖 Membacalah!
📷 Dokumentasikan kegiatan membaca anda
💭 Diskusikan dengan suami tentang buku yang sudah dibaca
📝 Tempelkan judul buku yang telah dibaca pada pohon literasi

👰🏻 Bagi anda yang belum menikah
📖 Membacalah!
📷 Dokumentasikan kegiatan membaca anda
📝 Rimbunkan pohon literasi dengan buku-buku yang sudah anda baca.

❕Gunakan hashtag
#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst

❗Bagi anda yang menggunakan blog, tambahkan label
*Bunda Sayang*
*Ibu Profesional*
*IIP*
*For Things To Change, I Must Change First*

Kirimkan tugas anda melalui link berikut:
http://bit.ly/GameLevel5_AnakSukaMembaca

🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃

MENSTIMULASI ANAK SUKA BACA

Institut Ibu Profesional, Kelas Bunda Sayang, Materi ke #5

MENSTIMULASI ANAK SUKA MEMBACA

🔸🔹🔸🔹🔸🔹🔸🔹

Mari  kita mulai dengan bermain peran terlebih dahulu. Bayangkan kita adalah seorang dewasa dengan bahasa yang kita gunakan sehari-hari adalah bahasa Indonesia,   belum pernah mengetahui bahasa mandarin  kemudian tiba-tiba kita diberi Koran berbahasa mandarin dengan tulisan mandarin semua. Apa yang kebayang di benak kita semua?
Pusing?  Tidak tahu maksudnya? Lalu kita hanya melihat-lihat gambarnya saja?

Hal tersebut akan sama halnya dengan anak-anak`yang belum dibiasakan mendengarkan berbagai dialog bahasa ibunya, belum belajar berbicara bahasa ibunya dengan baik, tiba-tiba dihadapkan dengan berbagai cara belajar membaca bahasa ibunya tersebut yang berisi dengan deretan-deretan huruf yang masih asing di benak anak, diminta untuk mengulang-ngulangnya terus menerus dengan harapan anak bisa cepat membaca.

🍒 *KETRAMPILAN BERBAHASA*
Sebelum lebih jauh membahas tentang teknik menstimulasi anak membaca kita perlu memahami terlebih dahulu tahapan-tahapan yang perlu dilalui anak-anak dalam meningkatkan ketrampilan berbahasanya.

🍒 Tahapan tersebut adalah sebagai berikut :

a. Keterampilan mendengarkan ( listening skills)
b. Ketrampilan Berbicara ( speaking skills)
c. Ketrampilan Membaca ( reading skills)
d. Ketrampilan Menulis ( writing skills)

Keempat tahapan tersebut di atas harus dilalui terlebih dahulu secara matang oleh anak. Sehingga anak yang *BISA MENDENGARKAN* ( Menyimak) komunikasi orang dewasa di sekitarnya dengan baik, pasti *BISA BERBICARA* dengan baik, selama organ pendengaran dan organ pengecapnya berfungsi dengan baik.

Mendengarkan dan berbicara adalah tahap yang sering dilewatkan orangtua dalam menstimulasi anak-anaknya agar suka membaca. Sehingga hal ini mengakibatkan anak yang *BISA MEMBACA, belum tentu terampil  mendengarkan dan berbicara dengan baik dalam kehidupan sehari-harinya.*
Padahal dua hal ketrampilan di atas sangatlah penting.
Banyak orang dewasa yang menggegas anaknya untuk bisa cepat-cepat membaca, padahal Anak yang BISA BERBICARA dengan baik, pasti akan BISA MEMBACA dengan baik, tetapi banyak yang mengesampingkan 2 tahap sebelumnya.
Pertanyaan selanjutnya mengapa banyak anak bisa membaca tetapi sangat sedikit yang menghasilkan karya dalam bentuk tulisan, bahkan diantara kita orang dewasapun sangat susah menuangkan gagasan-gagasan kita, apa yang kita baca, kita pelajari dalam bentuk tulisan?

Padahal  kalau melihat tahapan di atas anak yang BISA MEMBACA dengan baik pasti akan BISA MENULIS dengan baik.
Mengapa? Karena selama ini anak-anak kita hanya distimulus untuk *BISA* membaca tidak *SUKA MEMBACA*. Sehingga banyak diantara kita  BISA MENULIS huruf (melek huruf) tetapi tidak bisa menghasilkan karya dalam bentuk tulisan (
MENULIS KARYA)
Terbukti  berdasarkan survey UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia baru 0,001 persen. Artinya dalam seribu masayarakat hanya ada satu masayarakat yang memiliki minat baca. Berdasarkan studi _"Most Littered Nation In the World"_ yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity pada Maret 2016 lalu, Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca.
Padahal  program membaca  ini tidak hanya digencarkan oleh pemerintah dalam program literasinya, melainkan juga sudah diperintahkan di dalam salah satu kitab suci agama yang sebagaian besar dianut oleh bangsa Indonesia. Disana tertulis IQRA’( bacalah), perintah membaca adalah perintah pertama sebelum perintah yang lain turun.
Mengapa kita perlu membaca? Biasanya jawabannya klise yang muncul adalah agar kita bisa menambah wawasan kita, bisa membuka cakrawala dunia dll.

Jawaban di atas baik, tapi ada yang kita lupakan tentang tujuan  membaca ini yang jauh lebih penting, yaitu agar anak-anak kita lebih mengenal pencipta nya, karena membaca akan lebih membuat anak-anak  mengenal “siapakah dirinya”, maka disitulah dia mengenal siapa Tuhannya.

*MENSTIMULASI ANAK SUKA MEMBACA*

Sekarang kita akan belajar bagaimana tahapan-tahapan agar anak-anak kita *SUKA MEMBACA tidak hanya sekedar BISA. Agar ke depannya mereka SUKA MENULIS.*

🌼🌸🌼🌸🌼🌸

Kita akan memulai dengan berbagai tahap ketrampilan Berbahasa.

🍒 *TAHAP MENDENGARKAN*

a. *Sering-seringlah berkomunikasi* dengan anak, baik saat mereka di dalam kandungan, saat mereka belum bisa berbicara dan saat mereka sudah mulai mengeluarkan kata-kata dari mulut kecilnya.

b. Buatlah berbagai *forum keluarga* untuk memperbanyak kesempatan anak mendengarkan berbagai ragam komunikasi orang dewasa di sekitarnya.

c. *Setelkan berbagai lagu anak*, cerita anak yang bisa melatih ketrampilan mendengar mereka.

d. *Bacakan buku-buku anak dengan suara yang keras* agar anak – anak bisa melihat gambar dan telinganya bekerja untuk mendengarkan maksud gambar tersebut.

e. *Sering-seringlah mendongeng/membacakan* buku sebelum anak-anak tidur. Jangan pernah capek, meski anak meminta kita mendongeng/membaca buku yang sama sampai puluhan kali. Begitulah cara menyimak,

🍒*TAHAP BERBICARA*

a. Di tahap ini anak belajar berbicara, kita sebagai orang dewasa belajar mendengarkan. Investasikan waktu kita sebanyak mungkin untuk mendengarkan *SUARA ANAK*

b. *Jadilah pendengar yang baik*, disaat anak-anak ingin membacakan buku untuk kita, dengan cara mengarang cerita berdasarkan gambar, apresiasi mereka.

c. Jadilah murid yang baik, disaat anak-anak kita ingin menjadi guru bagi kita, dengan cara *membuat simulasi kelas*, dan dia menjadi guru kecil di depan.

d. *Ajaklah anak-anak bersilaturahim* sesering mungkin, bertemu teman sebayanya dan orang lain yang di atas usianya bahkan di bawah usianya untuk mengasah ketrampilan mendengar dan berbicaranya.

🍒*TAHAP MEMBACA*

a. *Tempelkan tulisan-tulisan dan gambar-gambar* yang jelas dan besar di sekitar rumah, terutama tempat-tempat yang sering di singgahi anak-anak

b. *Tempelkan tulisan/kata* pada benda-benda yang ada, misalnya, tempelkan kata- “televisi” pada pesawat televisi.

c. Buatlah *acara membaca bersama* yang seru, misalnya perpustakaan di bawah meja makan

d. Sekali waktu, *ajaklah* anak-anak ke pangkalan buku-buku bekas, pameran buku dan toko buku

e. Siapkan alat perekam dan *rekamlah* suara anak kita yang sedang membaca buku

f. Biasakanlah *surat-menyurat* dengan anak di rumah. Misalnya , dengan menempelkan pesan-pesan di kulkas atau buatlah parsi (papan ekspresi) di rumah

g. Dorong dan ajak anak kita untuk *membaca apapun* label-label pada kemasan makanan, papan reklame dan masih banyak lagi

h. Berikan *buku-buku berilustrasi* tanpa teks.  Warna mencolok dan menarik akan merangsang minat untuk membaca, sekaligus membangkitkan rasa ingiin tahunya. Selanjutnya berikan buku full teks dengan ukuran huruf yang besar-besar.

i. *Komik* juga menarik sebagai pemancing rasa ingin tahu dan gairah membaca anak (tentunya perlu selektif dalam memilih komik yang tepat).

j. Ajaklah anak *bertemu* dengan pengarang buku, ilustrator, komikus, penjual buku, bahkan penerbit buku.

k. *Dukung hobi anak* kita dan sangkut pautkan dengan buku.
Misalnya, buku tentang perangko untuk anak yang hobi mengkoleksi perangko, buku cerita tentang boneka untuk anak yang suka boneka dan sebagainya

l. *Budaya baca* bisa ditumbuhkan dari ruang keluarga yang serba ada. Ada buku-buku yang mudah diambil anak,  ada mainan anak,  ada karya-karya anak dalam satu ruangan tersebut.

m. Ajaklah anak untuk *memilih bukunya sendiri*, tapi tentunya dibawah bimbingan kita agar tidak salah pilih

n. *Contohkan kebiasaan membaca* dan mengkoleksi buku dengan sungguh-sungguh dan konsisten

o. *Buatlah pohon literasi keluarga*, caranya:
📌Masing-masing anggota keluarga memiliki pohon dengan gambar batang dan ranting, tempelkan di dinding.
📌Siapkanlah daun-daunan dari kertas sebanyak mungkin, setiap kali anak-anak selesai membaca, tuliskan judul buku dan pengarangnya di daun tersebut.
📌kemudian tempelkan di pohon dengan nama anak tersebut.

Cara ini bisa untuk melihat seberapa besar minat baca masing-masing anggota keluarga kita, hanya dengan melihat seberapa rimbun daun-daunan di pohon masing-masing.

🍒*TAHAP MENULIS*

a. *Siapkan satu bidang tembok* di rumah kita, tempelkan kertas flipchart besar disana dan ijinkan anak-anak untuk menuangkan gagasannya dalam bentuk tulisan atau coretan.

b. Berilah kesempatan dan dorong anak kita untuk *menulis  apapun* yang dia lihat, dengar, pegang dan lain-lain

c. *Siapkan buku diary keluarga*, masing-masing anggota keluarga boleh menuliskan perasaaannya di buku diary tersebut, sehingga akan membentuk rangkaian cerita keluarga yang kadang nggak nyambung tapi seru untuk dibaca bersama.

d. *Buat buku jurnal/ buku rasa ingin tahu* anak dari kertas bekas,   ijinkan setiap hari anak menuliskan apa yang dia alami apa yang memunculkan rasa ingin tahunya di dalam buku tersebut.

e. *Hiraukanlah* tanda baca, huruf besar, huruf kecil dll, saat anak-anak mulai belajar menulis. Biarkanlah anak merdeka menuangkan isi pikirannya, hasil bacaannya, tanpa terhenti berbagai kaedah –kaedah menulis yang harus mereka pahami. Setelah anak-anak lancar menulis baru setahap demi setahap ajarkanlah berbagai macam kaedah ini.

Salam Ibu Profesional,

/Tim Fasilitator Bunda Sayang /

Sumber  Bacaan :

Kontributor Anatalogi Bunda Sayang, Institut Ibu Profesional, Bunda Sayang, Gaza Press, 2014

Pengalaman Bunda Septi dalam mengembangkan ketrampilan berbahasa di keluarganya, Wawancara, Kelas Bunda Sayang, Institut Ibu Profesional, 2017
Andi Yudha Asfandiyar. Creative Parenting Today : Cara praktis memicu dan memacu kreatifitas anak melalui pola asuh kreatif. Bandung : Kaifa. 2012
http://www.supernanny.co.uk/Advice/-/Learning-and-Education/-/4-to-13-years/Help.-My-child-doesn’t-like-reading.aspx

Sabtu, 13 Mei 2017

Aliran Rasa Level 4

Awalnya sempet merasa pusing dan stuck mengerjakan tugas level 4 ini, dari satu aktivitas harus dibagi 3 kecerdasan akhirnya percaya pada keyakinan aja aktivitas yang berhubungan dengan kecerdasan masing-masing berdasarkan usianya masing-masing

Selasa, 02 Mei 2017

Games Level 4 hari ke 12

Zidan Arkana Rasyad

Aktivitas: Linking Best Ten Material

Visual: Berlatih matematika menggunakan tools. Baik pengurangan, perkalian, penambahan ato pembagian sekalipun.

Kinestetik: Anak lebih mengerti karena langsung menggunakan tools.

Resume: Zidan lebih mengerti belajar matematika karena menggunakan benda konkrit buat menghitungnya


Senin, 01 Mei 2017

Games Level 4 hari ke 11


Sabtu, 29 April 2017

Games Level 4 hari 10

Zidan Arkana Rasyad
Aktivitas: Bermain Balok, membaca buku, Flashcard
Audio: Zidan menceritakan ulang buku yang dibaca hanya pemaparannya masih sangat sederhana

Visual: Nyaris sempurna dalam merecall kartu yang dilihatnya

Kinestetik
Membuat alat-alat transportasi

Resume: Zidan lebih dominan Visual


Gibran Althaf Rahman

Aktivitas: Bermain Balok, membaca buku, Flashcard

Audio: Gibran menceritakan ulang buku yang dibaca hanya pemaparannya masih sangat sederhana


Visual: Nyaris sempurna dalam merecall kartu yang dilihatnya


Kinestetik

Membuat alat-alat transportasi bersama dengan Zidan dan Ihsan


Resume: Gibran lebih dominan Visual




Jumat, 28 April 2017

Games Level 4 hari ke 9


Kamis, 27 April 2017

Games Level 4 hari ke Delapan


Rabu, 26 April 2017

MEMAHAMI GAYA BELAJAR ANAK, MENDAMPINGI DENGAN BENAR

19 April 2017 · Kota Tangerang
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
KELAS BUNDA SAYANG
TANGERANG dan TANGERANG SELATAN
SESI KE-4
Thread ini berisi:
MATERI
CEMILAN
REMINDER
Let's PLAN-DO-CHECK and ACTION
😊😍😍😘πŸ’ͺ
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
MATERI
_Institut Ibu Profesional_
_Kelas Bunda Sayang Materi #4_
MEMAHAMI GAYA BELAJAR ANAK, MENDAMPINGI DENGAN BENAR
Dulu kita adalah anak/murid yang selalu menerima apa saja yang diberikan orangtua/guru kita, apabila ada hal-hal yang belum kita pahami, lebih cenderung diam, tidak berani untuk menanyakan kembali. Karena paradigma yang muncul saat itu, banyak bertanya dianggap bodoh atau mengganggu proses pembelajaran.
Itu baru tingkat pemahaman, guru/orangtua kita sangat sedikit yang mau memahami bagaimana cara kita bisa belajar dengan baik, yang ada kita harus menerima gaya orangtua/guru kita mengajar.
Sehingga anak yang gaya belajarnya tidak sesuai dengan gaya mengajar guru/orangtuanya, akan masuk kategori “siswa dengan tingkat pemahaman rendah” dan kadang mendapat label “bodoh”.
Jaman berubah, dan terus akan berubah. Sudah saatnya kita harus mengubah paradigma baru di dunia pendidikan.
Dari sisi orangtua/pendidik:
*Apabila anak tidak bisa belajar dengan cara/gaya kita mengajar, maka kita harus belajar mengajar dengan cara mereka BISA belajar*
Dari sisi anak/siswa:
*Setiap anak/siswa PASTI BISA belajar dengan baik, setiap anak akan belajar dengan CARA yang BERBEDA*
Sudah saatnya kita belajar memahami gaya belajar anak-anak ( Learning Styles) dan memahami gaya mengajar kita sebagai pendidik ( Teaching Styles ) karena kedua hal tersebut di atas akan berpengaruh pada gaya bekerja kita dan anak-anak ( Working Styles ).
Karena kalau tidak, kita dan anak-anak akan masuk kategori masyarakat buta huruf abad 20, yang didefinisikan Alvin Toffler sbb :
*Mereka yang dikategorikan buta huruf di abad 20 bukanlah individu yang tidak bisa membaca dan menulis, melainkan orang yang tidak mampu belajar, tidak mau belajar dan tidak kembali belajar*
Sebelum kita membahas lebih lanjut tentang gaya belajar ada baiknya kita memahami terlebih dahulu untuk apa anak-anak ini harus belajar.
Ada 4 hal penting yang menjadi tujuan anak-anak belajar yaitu :
a.Meningkatkan Rasa Ingin Tahu anak ( Intellectual Curiosity)
b. Meningkatkan Daya Kreasi dan Imajinasinya ( Creative Imagination)
c. Mengasah seni / cara anak agar selalu bergairah untuk menemukan sesuatu ( Art of Discovery and Invention)
d.Meningkatkan akhlak mulia anak-anak ( Noble Attitude)
Fokuslah kepada 4 hal tersebut selama mendampingi anak-anak belajar. Buatlah pengamatan secara periodik, apakah rasa ingin tahunya naik bersama kita/selama di sekolah? Apakah kreasi dan imajinasinya berkembang dengan bagus selama bersama kita /selama di sekolah? Apakah anak-anak suka menemukan hal baru, dan keluar *Aha! Moment*( teriakan “Aha! Aku tahu sekarang” atau ekspresi lain yang menunjukkan kebinaran matanya) selama belajar?
Apakah dengan semakin banyaknya ilmu yang anak-anak dapatkan di rumah/di sekolah semakin meningkatkan akhlak mulianya?
Setelah memahami tujuan anak-anak belajar baru kita memasuki tahapan-tahapan memahami berbagai gaya belajar anak-anak.Gaya belajar dapat menentukan prestasi belajar anak. Jika diberikan strategi yang sesuai dengan gaya belajarnya, anak dapat berkembang dengan lebih baik.
Gaya belajar otomatis tergantung dari orang yang belajar. Artinya, setiap orang mempunyai gaya belajar yang berbeda-beda.
Modalitas belajar adalah cara informasi masuk ke dalam otak melalui indra yang kita miliki.
Tiga macam modalitas belajar anak:
☘Auditory : modalitas ini mengakses segala macam bunyi, suara, musik, nada, irama, cerita, dialog, dan pemahaman materi pelajaran dengan menjawab atau mendengarkan lagu, syair, dan hal-hal lain yang terkait.
☘ Visual : modalitas ini mengakses citra visual, warna, gambar, catatan, tabel diagram, grafik, serta peta pikiran, dan hal-hal lain yang terkait.
☘ Kinestetik: modalitas ini mengakses segala jenis gerak, aktifitas tubuh, emosi, koordinasi, dan hal-hal lain yang terkait.
Mari kita pahami gaya belajar tersebut secara detil, kita pahami ciri-cirinya dan bagaimana strategi kita untuk mendampingi anak-anak dengan gaya belajarnya masing-masing.
πŸ“ŒGAYA BELAJAR VISUAL ( Belajar dengan cara melihat)
Lirikan keatas bila berbicara, berbicara dengan cepat. Bagi anak yang bergaya belajar visual, mata / penglihatan (visual) memegang peranan penting dalam belajar, dalam hal ini metode pengajaran yang digunakan ibu/guru sebaiknya lebih banyak / dititikberatkan pada peragaan / media, ajak mereka ke obyek-obyek yang berkaitan dengan pelajaran tersebut, atau dengan cara menunjukkan alat peraganya langsung pada siswa atau menggambarkannya di papan tulis.
Anak yang mempunyai gaya belajar visual harus melihat bahasa tubuh dan ekspresi muka gurunya/ibunya untuk mengerti materi pelajaran. Mereka cenderung untuk duduk di depan agar dapat melihat dengan jelas. Mereka berpikir menggunakan gambar-gambar di otak mereka dan belajar lebih cepat dengan menggunakan tampilan-tampilan visual, seperti diagram, buku pelajaran bergambar, dan video.
πŸ“Œ Ciri-ciri gaya belajar visual :
🌷Bicara agak cepat
🌷Mementingkan penampilan dalam berpakaian/presentasi
🌷Tidak mudah terganggu oleh keributan
🌷Mengingat yang dilihat, dari pada yang didengar
🌷Lebih suka membaca dari pada dibacakan
🌷Pembaca cepat dan tekun
🌷Seringkali mengetahui apa yang harus dikatakan, tapi tidak pandai memilih kata-kata
🌷Lebih suka melakukan demonstrasi dari pada pidato
🌷Lebih suka musik
🌷Mempunyai masalah untuk mengingat instruksi verbal kecuali jika ditulis, dan seringkali minta bantuan orang untuk mengulanginya.
πŸ“ŒStrategi untuk mempermudah proses belajar anak visual :
πŸ“Gunakan materi visual seperti, gambar-gambar, diagram dan peta.
������Gunakan warna untuk menghilite hal-hal penting.
πŸ“Ajak anak untuk membaca buku-buku berilustrasi.
πŸ“Gunakan multi-media (contohnya: komputer dan video).
πŸ“Ajak anak untuk mencoba mengilustrasikan ide-idenya ke dalam gambar.
πŸ“ŒGAYA BELAJAR AUDITORI (belajar dengan cara mendengar)
Lirikan kekiri/kekanan mendatar bila berbicara. Anak yang bertipe auditori mengandalkan kesuksesan belajarnya melalui telinga ( alat pendengarannya ), untuk itu maka ibu/ guru sebaiknya harus memperhatikan siswa/anaknya hingga ke alat pendengarannya. Anak yang mempunyai gaya belajar auditori dapat belajar lebih cepat dengan menggunakan diskusi verbal dan mendengarkan apa yang guru/ibu katakan.
Anak auditori dapat mencerna makna yang disampaikan melalui tone suara, pitch (tinggi rendahnya), kecepatan berbicara dan hal-hal auditori lainnya. Informasi tertulis terkadang mempunyai makna yang minim bagi anak auditori dibandngkan dengan mendengarkannya.
Anak-anak seperi ini biasanya dapat menghafal lebih cepat dengan membaca teks dengan keras dan mendengarkan kaset.
πŸ“ŒCiri-ciri gaya belajar auditori :
🌷Saat bekerja suka bicara kepada diri sendiri
🌷Penampilan rapi
🌷Mudah terganggu oleh keributan
🌷Belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan dari pada yang dilihat
🌷Senang membaca dengan keras dan mendengarkan
🌷Menggerakkan bibir mereka dan mengucapkan tulisan di buku ketika membaca
🌷Biasanya ia pembicara yang fasih
🌷Lebih pandai mengeja dengan keras daripada menuliskannya
🌷Lebih suka gurauan lisan daripada membaca komik
🌷Mempunyai masalah dengan pekerjaan-pekerjaan yang melibatkan Visual
🌷Berbicara dalam irama yang terpola
🌷Dapat mengulangi kembali dan menirukan nada, berirama dan warna suara
πŸ“Œ Strategi untuk mempermudah proses belajar anak auditori :
πŸ“Ajak anak untuk ikut berpartisipasi dalam diskusi baik di dalam kelas maupun di dalam keluarga.
πŸ“Dorong anak untuk membaca materi pelajaran dengan keras.
πŸ“Gunakan musik untuk mengajarkan anak.
πŸ“Diskusikan ide dengan anak secara verbal.
πŸ“Biarkan anak merekam materi pelajarannya ke dalam kaset dan dorong dia untuk mendengarkannya sebelum tidur.
πŸ“Œ GAYA BELAJAR KINESTETIK (belajar dengan cara bergerak, bekerja dan menyentuh)
Lirikan kebawah bila berbicara, berbicara lebih lambat. Anak yang mempunyai gaya belajar kinestetik belajar melalui bergerak, menyentuh, dan melakukan. Anak seperti ini sulit untuk duduk diam berjam-jam karena keinginan mereka untuk beraktifitas dan eksplorasi sangatlah kuat. Anak yang bergaya belajar ini belajarnya melalui gerak dan sentuhan
πŸ“Œ Ciri-ciri gaya belajar kinestetik :
🌷Berbicara perlahan
🌷Penampilan rapi
🌷Tidak terlalu mudah terganggu dengan situasi keributan
🌷Belajar melalui memanipulasi dan praktek
🌷Menghafal dengan cara berjalan dan melihat
🌷 Menggunakan jari sebagai petunjuk ketika membaca
🌷Merasa kesulitan untuk menulis tetapi hebat dalam bercerita
🌷Menyukai buku-buku dan mereka mencerminkan aksi dengan gerakan tubuh saat membaca
🌷Menyukai permainan yang menyibukkan
🌷Tidak dapat mengingat geografi, kecuali jika mereka memang pernah berada di tempat itu
🌷Menyentuh orang untuk mendapatkan perhatian mereka Menggunakan kata-kata yang mengandung aksi.
πŸ“ŒStrategi untuk mempermudah proses belajar anak kinestetik:
πŸ“Jangan paksakan anak untuk belajar sampai berjam-jam.
πŸ“Ajak anak untuk belajar sambil mengeksplorasi lingkungannya (contohnya: ajak dia baca sambil bersepeda, gunakan obyek sesungguhnya untuk belajar konsep baru).
πŸ“Izinkan anak untuk mengunyah permen karet pada saat belajar.
πŸ“Gunakan warna terang untuk menghilite hal-hal penting dalam bacaan.
πŸ“ Izinkan anak untuk belajar sambil mendengarkan musik
Ketika belajar memahami anak-anak, sejatinya kita sedang belajar memahami diri kita sendiri. Apabila bunda semuanya bisa melihat gaya belajar anak-anak karena sering mengamati perkembangan mereka, maka kitapun akan dengan mudah mengamati gaya belajar kita, gaya mengajar kita dan gaya bekerja kita.
Hal ini akan lebih membuat kita bahagia menjalankan proses belajar. Dijamin proses belajar juga tidak akan pernah berhenti dari buaian sampai ke liang lahat.
Anak-anak sangat menyukai bermain, karena energi yang dimunculkan ketika bermain tidak akan pernah habis. Apabila kita bisa memaknai belajar dan bekerja selayaknya anak-anak bermain, sudah dapat dibayangkan betapa asyiknya belajar dan bekerja dalam kehidupan ini. Karena setiap saat anak-anak akan menemukan energi yang terbarukan dalam proses belajarnya dan kita akan mendapatkan energi yang terbarukan dalam proses bekerja.
*Don’t Teach me , I Love to Learn*
Salam Ibu Profesional,
/Tim Fasilitator Bunda Sayang/
πŸ“šSumber Bacaan:
_Gordon Dryden and JeanetteVos, The Learning Revolution, ISBN-13: 978-1929284009_
_Barbara Prashing, The Power of Learning Styles, Kaifa, 2014_
_Institut Ibu Profesional, Bunda Sayang : Memahami Gaya Belajar Anak, GazaMedia, 2016_