-->

Minggu, 24 Februari 2013

Going To Book Store

Barnes and Nobel
Tadi siang kita jalan-jalan ke Fittsport Plaza di daerah Monroe Ave, toko yang pertama kita datangin yaitu Barnes and Nobel sesuai dengan rencana awal yaitu ke toko buku, tokonya cukup gede 2 lantai dan sudah menyatu dengan Foodcourtnya yaitu Star Buck. Lumayan koleksinya banyak kita aja sampai betah lihat-lihat bukunya sampai pengen ngeborong, tapi pas dilihat buku-buku barunya mahal-mahal, jadi deh belinya buku yang didiskon lumayan lebih dari setengahnya harga yang dibandrol.

Zidan senang sekali main lego yang ada di tempat mainnya Barnes and Nobel, ketika main bareng ada anak bule yang agak galak gak boleh sama zidan tapi Zidan gak takut dan nangis, dia malah menghindar pas main sama anak bule yang pendiam malah Zidannya yang galak padahal ibunya ada bikin ibu malu saja, sudah gitu ngerebut belanjaan kakaknya lagi, duh tambah deh malunya, untung ibunya baik...........
 
 
 
 


Sekarang ke dua buku itu menjadi favorit Zidan buat dibacakan, senangnya kalau anak suka sama buku dan sampai hapal isi bukunya dan nama tokoh-tokohnya, SMART BOY!

Karena waktu menunggu bis pulang masih lama kita keling tiap toko disinggahi, ya mumpung di sini supaya tahu Plazanya itu seperti apa, meski window shopping ibumah senang saja secara kalau keluar rumah itu seperti surga hehe lebay mode on.

Yang senang lagi waktu ke trader Joe beli pisang 5 rip gak sampai $1, pengen beli yang lain si ayah udah warning berat bawaannya ya sudah lah.

Lihat waktu masih lama untuk menunggu kedatangan bus kita masuk lagi ke toko buku kali ini untuk ngopi dulu di star buck, karena kita duduk dekat samping rak buku Zidan keluar masuk saja untuk lihat-lihat koleksi mainan, sedang ibu asyik memilih buku-buku bekas kalau saja tau tadi yang dibeli buku bekas semua lumayan masih layak dan bagus kondisinya dan harganyapun reasonable.

Zidan awalnya asik lihat-lihat mainan yang ada di rak akhirnya mau dibawa pulang pengen beli, sudah dijelaskan tetep pengen sudah kita jelaskan juga kekeh, ya sudah makannya kita sudahan saja dan waktu juga sebentar lagi datang busnya.

 

Sabtu, 23 Februari 2013

Bermain Dengan Lempung

Kali ini Zidan sudah bener-bener terbiasa dengan lempung aka dough itu, jadi gak terkaget-kaget seperti dulu ketika kita mainkan dough atau agak sedikit jijik, kalau dulu ibu males bikin sekarang ibu bikin sendiri supaya lebih puas dan variasi warnanya banyak, bikinnya pun gampang

Ini bahan yang ibu ambil dari buku  Slow and Steady Get Me Ready
1. 2 cup tepung
2. 1/2 cup garam
3. 1 cup air
4. Pewarna secukupnya
5. Minyak sayur 1 sendok makan

Cara Membuatnya:
Masukan Semua bahan air nya sedikit-sedikit dulu dimasukannya aduk sampai kalis tambahkan pewarna makanan secukupnya

Supaya awet dan tahan lama simpan dalam wadah kedap udara, simpan dalam kulkas

Pelajaran ini ada di saat umur Zidan 1 tahun 23 Minggu, dulu sepertinya gak dimuat diblog





Kemarin kita baru membuat snowman saja, bikinnya keburu sore, maksudnya supaya Zidan banyak kegiatan dan mengalihkan kegiatan nontonnya pada TV atau Laptop atau Tablet, tapi gak bisa juga malah lebih parah tidurnya jam 2 dini hari tadi, sampai-sampai ibu sedikit kesal.



 

Sabtu, 16 Februari 2013

Story Time at Whipple Park Community

Baru kali ini menghadiri Story time di komplek, padahal acaranya setiap hari kamis setiap minggunya, kemarin-kemarin ingin datang tapi selalu saja ada kendala, karena sekarang sudah memungkinkan juga situasi dan kondisi Gibran dan yang lainnya maka ibu luangkan waktu dari pagi-pagi supaya mood kita baik-baik saja. Waktu keluar rumah mau ke tempat acara di jalan Zidan melihat ada anak disebrang dengan ibunya yang mau datang ke acara Story Telling juga sengaja ditungguin sampai ada di dekat kita cuman sekedar untuk say hi, lucunya anak ibu semakin percaya diri saja.
Biasanya kalau keluar rumah, ada saja yang bikin Zidan rewel tapi kali ini duduk dengan manis di belakang mendengarkan Miss Lisa mendongeng, meski akhirnya mendekati ibu-ibu lainnya yang duduk dekat ibunya, apalagi kalau ingin diperhatikan dan kenalan hehehe, awalnya saja malu-malu mau nanya, ibu cuman takut nanti-nanti suka usil sama anak yang lain seperti di PAUD.
 
Yang lucu lagi Gibran, kalau ada orang yang cerita itu suka ketawa senang, sepertinya sudah mengerti seperti yang sering ibu ceritain di rumah,
 
Tapi gak apa-apalah yang penting gak minder, cuman perlu perhatian ekstra saja supaya tidak mengganggu anak yang lainnya.
 


 
 
 
 
Setelah acara mendongen beres Miss Lisa mempersilahkan anak-anak ke meja crafting, serunya anak-anak even itu hanya menempel semuanya mandiri, dapat ilmu baru lagi di sini ibu,
Zidan berdiri-berdiri di atas kursi pengen menguasai Crayon dari anak-anak yang lainnya.
 
Dan acara diakhiri dengan menghias kue, karena hari ini hari Valentine maka temanya pun Valentine.
 
Craftingnya mebuat kartu bergambar merah hati, kue pakai frosting warna pink bertabur coklat "M" sebutan Zidan dengan warna edisi Valentine.
 
Sepulang acara, ibu tanya sama Zidan. Zidan nanti mau ikut main lagi seperti tadi? Zidan langsung jawab Mau.
 
Alhamdulillah anak-anak tidak ada yang rewel, yang ada Zidan senang sekali bisa bertemu dengan Sister dan brother persi Zidan.
 
Duh kasian anak ibu di Indo suka main dan bergaul dengan tetangga, di sini malah di rumah saja, ibu janji deh nanti Winter habis kita sering jalan-jalan ke luar rumah, OK!!...
 
Waktu ayah telpon, tanya tadi ngapain saja, Zidan bilang bikin heart, ayahnya gak ngerti apaan.
Pas pulang ke rumah Zidan langasung nunjukin hasil karyanya, baru deh ayah ngeh.
 
Hari sabtu ini juga ada acara lagi di Community, kayanya mau beredar lagi ah............

Baking

Setiap ibu bilang kita bikin kue yuk, Zidan seneng banget karena bisa ngerecokin biasa anak kecil rasa ingin taunya banyak, jadi dibiarkan saja kalau pengen gangguin supaya banyak belajar dari pada dilarang-larang yang ada anak penasaran -o
 

Senin, 11 Februari 2013

Hunting Poto Setelah Badai "Nemo"

Hari minggu kemarin salju di luar rumah masih tebal, Alhamdulillah Badai Nemo sudah berlalu dan cuacapun bagus sekali terang tidak seperti sehari sebelumnya masih mendung, sayang kalau kita kehilangan momen seperti ini dan kapan lagi akan mendapatkan feel seperti ini kalau kita tidak memburunya, hehe hiperbol. Ya selagi ada di sini kapan lagi kita bisa kembali dari rumah nya Om Sam ini.
Akhirnya jadi juga jalan-jalan keliling komplek terutama yang dekat pintu masuk komplek, apalagi yang diburu kalau bukan potoin jembatan hehehe kampungan yak! tadinya mau keluar rumah itu sendirian pagi-pagi setelah pekerjaan rumah beres, ya seperti biasa sekalian buang sampah pulangnya muterin komplek, sebelumnya si ayah bilang kalau begitu tar gak bisa poto diri sendiri dong? Iya juga sih dipikir-pikir masa jalan-jalan cuman moto jembatan doang akunya mana?

Alhasil kita jalan-jalan lagi ber empat, Hooray senengnya ibu hehehe bukan anaknya yang seneng jalan-jalan tapi ini malah ibunya.

Harap maklumlah selama di sini keluar rumah itu bagaikan burung yang lepas dari sangkarnya bebas liat view di sini.

Karena Gibran semakin tumbuh besar, ibu jadi gak risau lagi buat ngajakin jalan-jalan sesuai dengan hobi ibu jalan-jalan, ya cari penyegaran, bolehkan sekali-sekali memanjakan diri?

 





















 
 


 
 
 
 
 
 
 
 




 
 
 
 
 
 
 

 

Mendidik Anak Berkata Jujur

Sumber: okezone.com
 
BERSIKAP dan berkata jujur sebaiknya diajarkan kepada anak sejak usia dini. Yang paling penting dilakukan orangtua adalah mendidiknya dengan cara yang lembut dan memberikan contoh yang baik.

Ketika Dylan Bocanegra berusia tiga tahun, dia selalu berbohong dan menyalahkan kucing yang dipelihara keluarganya, Bamboo, untuk hampir semua kelakuan nakalnya. Apalagi mengingat ibunya, Eva-Marie Fredric, adalah seorang produser film dan opera sabun di Los Angeles, Amerika Serikat. Saat terlihat gambar dari krayon mengotori seluruh dinding ruang tamu, Dylan mengatakan, Bamboo yang melakukannya.

Saat botol plastik masuk ke dalam toilet? Bamboo juga yang disebut melakukannya. Asap mengepul dari TV? Yap, pasti kita tahu siapa yang akan disalahkan. ”Seperti kebanyakan seorang balita, Dylan memiliki imajinasi dan kemampuan bercerita yang tinggi,” kata Fredric. ”Kucing kami menjadi kambing hitam untuk semua kesalahan yang dia lakukan,” lanjutnya.

Namun, itu kejadian setahun lalu. Dylan kini tumbuh menjadi anak yang manis, tapi beberapa hal memang tidak pernah berubah. Seperti juga anak prasekolah yang lain, sejak masa lalu hingga kini, mereka selalu melakukan seperti yang dia mau lakukan dan kadang berkelit dari kebenaran. Anakanak prasekolah (usia 3–5 tahun) memang sedang belajar untuk memahami garis antara realitas dan fantasi.

Menceritakan sebuah kebohongan atau berkhayal dengan daya imajinasi tinggi sebenarnya bukanlah suatu cara yang tidak biasa untuk menjelajahi batasan tingkah laku pada masa ini.

Orangtua sering didesain untuk bereaksi dengan keras untuk apa yang mereka anggap sebagai kebohongan. Namun, hal ini sejatinya tidak selalu menjadi cara terbaik untuk menangani situasi.


”Pada usia 3 tahun sering kali orang tua akan berkata, ‘Wah, anak saya berbohong. Dan saya tidak tahu apa yang harus dilakukan’,” kata Tanya Remer Altmann MD FAAP, seorang dokter anak dan penulis buku “Mommy Calls: Dr. Tanya Answers Parents Top 101 Questions About Babies and Toddlers”. ”Tapi itu menjadi garis yang tidak jelas antara kenyataan dan apa yang ada di imajinasi mereka,” terangnya. Katakanlah anak Anda yang berusia 3 tahun menumpahkan susu di lantai. Saat Anda bertanya, ‘Siapa yang menjatuhkan ini?’ dan anak Anda berkata, ‘Bukan aku’, ini bukan berarti bahwa anak Anda sedang berbohong.“ Dia mungkin sebenarnya ingin susu itu tidak tumpah. Atau jika kejadian itu sudah berlangsung satu jam yang lalu, mungkin dia tidak ingat telah melakukan itu,” ujar Altmann seperti dikutip dari laman webMD.com. Mark Bowers PhD, seorang psikolog anak di Ann Arbor, Michigan, Amerika Serikat menjelaskan, siapa pun di bawah usia 5 tahun terlalu kecil untuk memahami apakah sebenarnya kebohongan itu. Mereka tidak memiliki kapasitas kognitif yang sama seperti seorang anak yang telah berusia TK yang mulai mempelajari perbedaan antara benar dan salah. ”Anda tidak memiliki kewenangan untuk menghukum anak di masa depan hanya karena dia tidak mengaku siapa yang menumpahkan susu di dapur,” tutur Bowers.

Jika Anda menangkap basah anak Anda sedang mencoret-coret dinding, padahal sebelumnya dia tidak mengaku,Anda mungkin tergoda untuk mendampratnya. Namun, kemungkinan besar dia tetap akan mengelak karena tidak ingin mendapat masalah dan membuat Anda marah. Bowers mengatakan, lebih baik jelaskan kepada anak bagaimana aturan yang diterapkan di rumah dan jangan lupa tawarkan solusi. “Misalnya, katakan bahwa Mama memiliki aturan di rumah bahwa kamu hanya boleh menggambar di kertas. Jadi, sekarang ambil sabun dan bantu Papa membersihkannya,” paparnya.

Biasanya untuk menghindari tuduhan kepada anak, Bowers mengacu pada Columbo approach atau bermain bodoh. Kepada anak, Anda dapat mengatakan, ‘Oh, Mama bingung bagaimana susu ini bisa tumpah ya? Tetapi akan lebih baik jika seseorang bisa membantu Mama membersihkannya’. Setelah anak Anda datang dan membantu Anda, berikan dia dukungan dan pujian saat ikut membantu. ”(Kegiatan) ini adalah kesempatan untuk mengajarkan anak Anda apa yang harus mereka lakukan di masa-masa mendatang,” kata Altmann. ”Kecuali itu (kejadian berbohong) yang benar-benar serius, tinggalkan jauh-jauh segala bentuk hukuman dan ubahlah menjadi kesempatan anak untuk belajar,” lanjutnya lagi.

Lalu bagaimana dengan tokoh superhero atau dunia kartun imajinasi yang sebenarnya di dunia nyata tidak ada? “Jiwa kreativitas memang tengah berada pada titik tertinggi dari usia 3 sampai 5 tahun,” kata Bowers. Bermain imajinasi sejatinya adalah bagian dari pertumbuhan alami anak dan penting bagi perkembangannya. Mulai dari teman khayalan, tokoh fantasi superhero, angan-angan atau berbicara tentang tempat-tempat yang belum pernah anak kunjungi seperti Disneyland, mungkin terlintas di benak mereka. Anda dapat membantu memelihara imajinasi anak Anda sambil tetap mengajarkan mereka betapa pentingnya sebuah kejujuran. Jangan khawatir jika anak Anda menceritakan secara detail perjalanan fiktifnya ke Disneyland.

Cukup menanggapinya dengan mengatakan, ‘Ya, kamu tahu, kita belum pernah ke Disneyland. Tetapi kalau kita memang pergi, apa yang akan ingin kamu lakukan?’. “Bila memungkinkan, bersenang- senanglah dengan dia,” ujar Bowers. ”Bergabunglah sehingga dia dapat memburu apa yang ada di imajinasinya,” lanjutnya. Anak-anak prasekolah sering kali berkelit dari kenyataan untuk mendapatkan perhatian Anda. “Anda dapat mendorong anak Anda untuk mengatakan yang sebenarnya,” kata Fran Walfish PsyD, seorang psikoterapis anak dan keluarga dan penulis buku The Self-Aware Parent.

Salah satu caranya, saran Walfish, katakan kepada anak Anda, “Kamu memiliki sebuah imajinasi yang indah dan ketika kamu mengatakan A, B, atau C, Mama tidak bisa selalu tahu apakah itu imajinasi kamu atau itu nyata. Yang paling penting, yang membuat seseorang merasa aman dan nyaman antara dua orang berkomunikasi adalah ketika kita mengatakan yang sebenarnya dan selalu mengatakan apa yang ada dalam kenyataan”.

Paling utama, selalu berpikiran positif dan jangan menghakimi. ”Hal ini sangat penting untuk Anda bisa berkata lembut, tanpa menuduh, dan menaruh rasa tanggung jawab di tempat yang benar,” kata Walfish. ”Anda harus memberikan pemahaman kepada anak Anda dengan cara yang baik,” tambahnya.

Selain itu, gunakan bahasa anak seusianya agar dia dapat mengerti.
Sebagai contoh,Anda bisa mengatakan, “Sulit terkadang untuk memberi tahu Mama bahwa kamu yang melakukan (kenakalan) ini. Kamu mengatakan kucing yang melakukannya karena kamu khawatir Mama akan marah padamu Tapi kamu dan Mama sama-sama tahu bahwa kucing tidak dapat melakukannya. Mama adalah tipe ibu yang ingin mendengar bahwa kamu yang melakukan itu dan kemudian kita bisa bicara tentang cara-cara lain untuk bisa mendapatkan perhatian Mama”.

Altmann meminta orang tua untuk menggunakan kalimat positif. ”Kata-kata positif itu lebih penting untuk mengungkap kebenaran daripada hanya sekadar, ‘Oh, kamu berbohong’. Saya lebih setuju orangtua untuk tidak mengatakan hal tersebut,” katanya.

Tinggalkan jauh stigma negatif dengan misalnya memanggil anak Anda dengan pembohong, Walfish mengatakan, pelabelan pada diri anak akan membuatnya merasa buruk karena dia harus menyembunyikan sesuatu dari Anda. ”Anda tentu ingin melakukan hubungan dan komunikasi yang terbuka sehingga anak Anda dapat menceritakan semua hal kepada Anda,” tandasnya.

Anda tentu tidak perlu menunggu kejadian tidak enak terjadi dengan anak Anda. Bowers menyarankan Anda dan buah hati membaca buku bersama yang mendorong kejujuran, seperti The Boy Who Cried Wolf.
(tty)

Sabtu, 09 Februari 2013

After the Storm Nemo


Tadi pagi niat mau main salju sama anak-anak hanya di depan Apt saja, ya sekedar poto-poto saja karena sebentar lagi sudah mau masuk spring, karena kemarin ada badai Nemo jadi salju pun turun cukup tebalnya.                       Karena melihat banyak pemandangan di sekitar apt yang bagus menurut kita,  akhirnya jalan-jalan dilanjutkan di sekitar komplek Whipple Park, cuman yang tidak kesampaian poto-poto jembatan yang ke arah luar komplek karena lumayan rada jauh dan takut anak-anak pada kedinginan, padahal orang-orang di sini tadi lihat mulai  ke luar rumah jam satu siang itu setelah kita pulang, baru bangun kali ya............. 
Depan Apt
 
 
Ibu dan Zidan
 
 
 
Belakang Apt
 
 






 
 
 

 
 
Ibu juga sempet narsis di bawah pohon, cuman sayang pas di poto turun salju jadi aja ada salju di depan lensa kamera,
 
 
 
 Setelah berkeliling komplek akhirnya main lagi di depan rumah, si ayah bikin "Snow Boy " buat Zidan, karena menunggu lama ayah bikin "SnowBoy"nya sampai-sampai Zidan tidur di salju sambil duduk, ibu takut Zidan kedinginan ya udah kita pulang dulu ke Apt nungguin dari dalam liat di kaca si ayah bikin "SnowBoy", sampai beres baru Zidan ke luar rumah buat di poto sama "Snow Boy"



 

 




Solusi Bagi Anak Yang Suka Nonton TV

Si Kecil Hobi Berat Nonton Film, Solusinya?
Ilustrasi Anak Yang Sedang Menonton Televisi
Dikutip dari Republic. co.id

Psikolog Anna Surti Ariani atau yang akrab disapa Nina mengakui, memang sulit untuk melarang anak menonton tayangan superhero kegemaran bocah. Ayah dan bunda dituntut untuk sabar dan konsisten menerapkan tata nilai keluarga. “Agar anak lebih mudah teralih dari keinginannya menyaksikan film tersebut, ajak dia melakukan aktivitas lain yang positif dan mengasyikkan.”


Orang tua bekerja dapat bekerja sama dengan nenek atau kakeknya dan juga peng asuh lainnya. Lalu, ketika hari libur datang, ayah dan ibu bisa mengajak anaknya bermain bersama dan mendampingi mereka saat menonton tayangan super hero. “Carikan aktivitas yang variatif agar anak tidak bosan dan berkembang dengan baik,” ujar Nina.

Bagaimana jika anak sudah telanjur sering menonton film superhero dan mengaplikasikan adegan kekerasan saat bermain? Sisi baiknya, mereka memiliki kegiatan fisik. “Dengan catatan, ia hanya bermain perang-perangan, bukan perang atau bertengkar betulan,” imbuh psikolog kondang ini.

Sebaliknya, waspadalah jika anak sudah mulai menggunakan perasaannya dalam bermain perang-perangan. Ketika anak sudah mulai bertengkar, pisahkan mereka. Selanjutnya, bujuk mereka untuk kembali berteman dan main bersama lagi.

Jika desakan untuk menonton sulit dibendung, Anda masih bisa melindungi anak dengan mendampingi mereka menyaksikan aksi superhero favoritnya. “Jangan biarkan anak menonton seorang diri,” ucap Nina.

Terkait pendampingan, Nina menyarankan agar orang tua melakukan diskusi dengan anak mengenai film tersebut. Diskusi bisa dilakukan sebelum dan sesudah tayangan berlangsung. “Diskusikan adegan yang dianggap tak patut dalam film tersebut. Ajarkan mana yang boleh dan tidak boleh,” jelasnya.

Jumat, 08 Februari 2013

Belanja OL di USA

Selama kita di sini, karena belum punya kendaraan dan kalau belanja jangan terlalu berat buat dibawa pulang karena cape juga kalau bawa belanjaan banyak, ditambah bawa 2 bocah. Jadi ya solusinya belanja OL supaya lebih hemat waktu dan energi, tapi belanjanya itu harus jeli karena rata-rata belanja OL di sini ada plus minusnya.

Nilai Plusnya
  • Gak perlu keluar rumah
  • Hemat waktu dan energi
  • Gratis ongkos kirim bersyarat
  • Modelnya lebih variatif, untuk yang ada tokonya
  • Bisa dikembalikan

Nilai Minusnya
  • Ongkos kirim bersyarat: kalau belanja kurang dari yang tertera ya dikenakan ongkos kirim, atau ongkos kirim buat barang-barang tertentu yang tidak dicover free ongkir.
  • Kadang barangnya tidak sesuai dengan di foto

Review Belanja OL yang pernah kita lakukan

Belanja di Amazon
Enaknya belanja di Amazon tidak dikenakan pajak yang tinggi paling suka ada biaya handle shipping atau ada ongkos kirim saja,  dan syarat ongkos kirimnya pun relatif murah $25 tapi ya itu harus jeli liat produknya karena tidak semua free ongkir biasanya disetiap produk dicantumkan free ongkirnya beserta harga termurah dari toko rekanannya, tinggal kita bandingkan saja, dan rata- rata barangnya cepat sampai meskipun pakai yang standar shipping.

Tidak enaknya

Baking

Selama di sini karena kurang banyak bersosialisasi dan jauh dari yang namanya Supermarket, minimarket atau bahkan kedai atau warung, jadi untuk membuat cemilan ibu jadi sering baking yang biasa bikin atau kue-kue baru, ya hasilnya lumayan meskipun gak seenak para Chef.

Rabu, 06 Februari 2013

Activity On Wednesday

Pagi ini Zidan bangun siang sekali karena baru tidur tadi subuh jam 4, dikarenakan kemarin tidur siangnya jam 6 magrib dan bangun lagi jam 9 malam, jadi aja susah untuk diajak tidur lagi, maunya main saja, begitu kalau jadwal tidurnya terganggu jadi rewel, dan sudah menjadi biasa kalau ada ayahnya suka kurang disiplin dan mencari perhatian, disuruh tidur lagi tidak mau, ikut ayah saja yang lagi begadang mau ujian MID.

Bangun tidur juga rewel, ah jadi aja ibu juga suka kebawa emosi, kalau Gibran masih anteng aja belum banyak tantrumnya, seperti biasa setelah ayah ke kampus dan ibu ngeberesin pekerjaan domestik yang belum beres.
Setelah beres waktunya main atau ngasuh anak, hehehe....... untungnya mood Zidan sudah membaik dan tidak rewel lagi, hari ini banyak sekali aktivitas yang dilakuin Zidan, dari mulai nonton Baby Einstein, naik sepeda, bikin tower, mewarnai, menyanyi, lari-lari, usilin adiknya, baca buku yang sudah menjadikan keharusannya apalagi kalau bukan buku, MIO dan Koko-Moni

Untuk meningkatkan motorik halusnya Zidan dibiasakan belajar mewarnai, supaya tangannya lentur sayang, mainan MAZE sama Lace tidak kebawa dari Indonesia, nanti cari daur ulangnya dari yang lain, sayang kalau harus beli-beli mainan lagi, takut gak keangkut nanti kalau pindahan ke Indo lagi.

Paling beli mainan yang betul-betul diperlukan buat anak, ini meja yang dipakai buat mewarnai Zidan sebenarnya mainan punya Gibran karena mainannya multifungsi jadi bisa dipakai berdua, ato bisa berbarengan karena ada dua sisi, bermanfaat banget buat anak, seperti biasa Zidan kalau ada mainan baru semua diakui miliknya.



 
Kaleng-kaleng bekas makanan ringan atau tempat plastik bekas bumbu sengaja tidak ibu buang supaya bisa dipakai lagi buat mainan, minimal untuk membuat tower dan belajar menyusun besar-kecil suatu benda, pokoknya semua benda daur ulang yang menurut ibu bisa terpakai semua digunakan termasuk dus-dus bekas makanan dan packing dari paket belanjaan OL semuanya diberdayagunakan.


 
Gibran juga aktif main Baby Gymnya, seneng banget kalau disodorin mainannya di atas badan langsung mulai menarik-narik mainan yang ada di atasnya, tapi lama-lama kalau sudah bosan dan mungkin juga cape tangannya bergerak terus suka nangis, minta nenen kehausan keasikan main.




 
 
Ya hari ini aktivitas Zidan sibuk banget gak ada istirahatnya, waktu Zidan ambil springkles di meja makan terpikir sudah aja dijadiin musik karena lagi menyanyi lagu-lagu anak, Zidang bilang ibu nusik Zidan microfon ama ratle, hahaha udah tambah pinter aja anak ibu ini, cuman ya itu aja kalau datang usilnya suka jahilin Gibran.




Karena hari sudah semakin sore mendekati magrib dan menunggu ayah pulang kuliah, kita membaca buku-buku yang disukai Zidan.


 
Dan ini Video yang sempet ibu rekam, presentasinya Zidan tentang Solar System.