-->

Minggu, 14 Januari 2018

Review hari 10 PERAN PENTING KEHARMONISAN ORANG TUA DALAM PERKEMBANGAN FITRAH SEKSUALITAS ANAK

2. KELUARGA HARMONIS MENURUT ISLAM 2.1. Pengertian Keluarga Harmonis dalam Islam

¥ SURAT AL-FURQON AYAT AYAT 74 DAN ORANG-ORANG YANG BERKATA:YA TUHAN KAMI ANUGRAHKANLAH KEPADA KAMI KETURUNAN KAMI SEBAGAI PENYENANG HATI(KAMI), DAN JADIKANLAH KAMI IMAM BAGI ORANG-ORANG YANG BERTAQWA.

¥ SURAT AN-NISAA  AYAT 19 DAN BERGAULLAH KEPADA MEREKA SECARA PATUT . KEMUDIAN BILA KAMU TIDAK MENYUKAI MEREKA, (MAKA BERSABARLAH) KARENA MUNGKIN KAMU TIDAK MENYUKAI SESUATU, PADAHAL ALLAH MENJADIKAN PADANYA KEBAIKKANYANG BANYAK..

¥ SURAT  AN-NISAA  AYAT 34 KAUM LAKI-LAKI ADALAH PEMIMPIN BAGI KAUM WANITA , OLEH KARENA  ALLAH MELEBIHKAN SEBAGIAN  MEREKA ( LAKI-LAKI) ATAS SEBAGIAN YANG LAIN (WANITA), DANKARENA MEREKA (LAKI-LAKI) TELAH MENAFKAHKAN SEBAGIAN DARI HARTA MEREKA. SEBAB ITU MAKA WANITA YANG SALEH IALAH YANG TAAT KEPADA ALLAH LAGI MEMELIHARA  DIRI KETIKA SUAMINYA TIDAK ADA , OLEH KARENA  ITU ALLAH TELAH MEMELIHARA MEREKA.



2.2. HAL-HAL YANG MERUSAK KEHARMONISAN KELUARGA 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Tidak mengutamakan satu sama lain Komunikasi yang Lemah Membuat Batasan antara Keluarga dan Teman Enggan Berkata Maaf Tidak memperlihatkanì rasa syukur Membesar-besarkan Rasa Cemburu Menyimpan rahasia Sering melupakan kebutuhan seks Suka membesar-besarkan masalah kecil
2.3. CARA MENJAGA KEHARMONISAN RUMAH TANGGA

                 
1. Menjalankan kewajiban sebagai suami dan istri 2. Saling Memahami dan Menghargai 3. Saling Percaya 4. Saling Memaafkan 5. Menjaga Komunikasi dengan Baik 6. Menjaga Perasaan 7. Terbuka dan Terus Terang 8. Saling Mengingatkan 9. Memperbaiki Ekonomi Keluarga 10. Menjaga Kualitas Hubungan di Ranjang 11. Hindari KDRT 12. Meluangkan Waktu Bersama 13. Merencanakan Liburan Bersama 14. Berusaha Menyenangkan Pasangan 15. Bersyukur 16.Saling menjaga ibadah 17.Saling mencurahkan perhatian 18. Bersabar satu sama lain





3. HUBUNGAN KEHARMONISAN ORANG TUA DENGAN PERKEMBANGAN FITRAH SEKSUALITAS
3.1. PENGERTIAN FITRAH SEKSUALITAS Fitrah : sifat asli, bakat Seksualitas: emosi, cinta, ekspresi, perspektif, dan orientasi atas tubuh yang lain. Bersifat instingtif, intrinsik, dan fitrah.
 Fitrah seksualitas berarti, sesuatu yang dimiliki sejak awal kehidupan seseorang (sifat asli/bakat) yang berupa emosi, cinta, ekspresi, perspektif, dan orientasi atas tubuh yang lain. Seorang yang terlahir laki-laki akan berpikir, berekspresi, merasa, bersikap sebagaimana fitrahnya sebagai laki-laki. Demikian juga perempuan akan berpikir, merasa, dan bersikap sebagaimana sifat asli dan bakatnya sebagai perempuan

3.2. Tantangan Saat Ini yang Berkaitan dengan Fitrah Seksualitas 1.
2. 3.
Ketidak jelasan peran suami istri dalam rumah tangga Ketidakhadiran sosok ayah dalam keluarga. Kasus kekerasan dalam rumah tangga dan perceraian.
3.3. Perbedaan  cara mendidik anak laki-laki dan perempuan
1. 2. 3.

Aurat Masa baligh Mengenali dan memahami peran seksualnya, dan bagaimana bersikap kepada lawan jenis) Usia 7 - 10 tahun, anak laki dekatkan dengan ayah, anak perempuan dekatkan dengan ibu. Usia 11 -  14, anak laki dekatkan dengan ibunya, anak perempuan dekatkan dengan ayahnya.

3.4. Peran Penting Keharmonisan Ortu dalam Perkembangan Fitrah Seksualitas Anak

Dari penjabaran di atas, maka dapat disimpulkan bahwa, keharmonisan hubungan pasangan suami istri dalam menjadi orangtua sangat penting untuk mendukung perkembangan fitrah seksualitas yang utuh pada anak.

Orangtua yang harmonis menghadirkan sosok model yang akan membantu anak menemukan peran sesuai gendernya.


Maka solusi bagi orangtua dalam membina keluarga harmonis adalah

1. Tazkiyatun nafs
2. Pendidikan keluarga bagi yang sudah menikah.
3. Pendidikan pra nikah yang memadai, bagi calon pasangan yang akan menikah. Agar mereka diberi pemahamam tentang fungsi dan tujuan sebuah keluarga, penting nya peran ayah tidak sebatas pemberi kebutuhan pokok keluarga, bagaimana memiliki keturunan yang bisa menjadi qurrota a'yun bagi orangtua.
4. Penerapan pendidikan seksualitas dalam keluarganya, sesuai tahapan perkembangannya.

Jika kita dianugerahi keturunan, maka anak-anak adalah roda-roda kecil yang harus berputar. Tetapi perputarannya tergantung pada perputaran dua roda penting, yaitu ayah dan ibu. Jika dua roda penting itu berputar keduanya dengan baik, maka roda-roda anak akan berputar sebaik putaran kedua roda utama. Jika ada salah satu yang bermasalah, pasti akan mempengaruhi kecepatan perputaran roda-roda kecil, apalagi jika berhenti kedua rodanya.
Ada satu lagi yang harus diketahui bahwa dari dua roda itu, ada roda yang paling utama, yaitu roda ayah. Jika roda ini berputar baik, maka akan sangat mudah memutar roda istri atau ibu, juga roda anak-anak. Tetapi tentu jangan berkecil hati, jika yang berputar hanya roda istri, memang lebih berat tugasnya, tetapi teruslah bersabar. Semoga Allah berikan solusi atau setidaknya, ada pergerakan pada roda-roda lain, meskipun hanya sedikit.


 Buku Fitrah Based Education oleh Harry Santosa
 http://www.ummi-online.com/perbedaan-cara-mendidik-anaklaki-laki-dan-perempuan.html
 https://keluarga.com/5269/10-fungsi-ayah-yangsesungguhnya-dalam-keluarga
 https://dalamislam.com/info-islami/keluarga-harmonismenurut-islamhttps://m.vemale.com/keluarga/101803-hal-halyang-dapat-merusak-keharmonisan-rumah-tangga.html
 https://www.google.co.id/amp/s/iinchurinin.wordpress. com/2017/10/21/fitrah-seksualitas-anak-bu-elly-risman/amp/


#Tantangan10Hari
#Level11
#KuliahBunsayIIP
#MembangkitkanFitrahSeksualitasAnak

Sabtu, 13 Januari 2018

Review ke 9: Fitrah Seksualitas

Fitrah Seksualitas Adalah tentang  bagaimana seseorang berfikir, merasa dan bersikap sesuai fitrahnya sebagai lelaki sejati atau sebagai perempuan sejati.

Perlunya membangkitkan fitrah seksualitas agar kelak pada saat dewasa & berumah tangga anak-anak dapat berperan sejati sesuai dengan gendernya.

Berikut akan kami sampaikan kisah yang bisa dijadikan pelajaran penting bagi yang punya anak laki-laki untuk bisa mempersiapkannya menjadi seorang Ayah sejati kelak.

🔆🔆🔆🔆🔆🔆🔆🔆🔆🔆🔆🔆

Mempersiapkan Calon Ayah ( Mendidik Fitrah Seksualitas Anak Laki-Laki)

Proses menjadi seorang Ayah bukanlah sebuah proses yang mudah.
Banyak para Ayah yang ‘gagal’ menjadi Ayah bukan karena ia tidak mampu, tapi karena ia tidak cukup bekal, tidak cukup belajar.
Alhasil, setelah menjadi Ayah ia kikuk, bingung harus bagaimana memperlakukan wanitanya dan keluarganya dengan baik.

✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨

Sebut saja namanya Mr.Budi (bukan nama yang sebenarnya), seorang pria berusia 35+ yang sampai kini masih kebingungan dengan perannya sebagai Ayah, padahal usia pernikahannya sudah menginjak tahun ketujuh dan sudah dikaruniai 3 orang anak.
Mr. Budi ini tipe Ayah tukang main, sebagian besar waktunya habis di luar rumah, dengan berbagai kegiatan kongkow dan tak jarang bersinggungan dengan gadis-gadis muda.
Ia hampir tidak terlibat dalam pengasuhan dan “belum” merasa penting untuk melakukan tanggung jawab terhadap istri dan ketiga anaknya.
Ia bisa tak pulang berhari-hari karena ‘main’ di luar, juga bisa tetap nyenyak tidur dan bermalas-malasan sementara anak-anaknya menangis di kanan kirinya. Nyaris tidak ada rasa bersalah.


Bisa dibayangkan bagaimana perasaan istrinya?


Beban pernikahan terasa berat sebelah, dan membuatnya tidak sanggup.
Apa suaminya paham beban itu? tidak.
“ This is my world, and I’m Happy ” pendapat Mr. Budi.

✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨

Mr. Budi belum memahami perannya.
Bahkan lebih jauhnya lagi ia belum matang dalam perkembangan seksualitas, sebagai laki-laki sejati.


Pada kasus Mr.Budi ini rupanya ia nyaris tidak punya role model tentang bagaimana menjadi Ayah yang sejati. Kedua orang tuanya dulu sibuk bekerja, hampir tidak ada kedekatan dengan kedua orang tuanya.
Ia banyak menghabiskan waktunya dengan bibi (pengasuh) dan aneka fasilitas yang tersedia di rumahnya.
Ia melihat sosok Ayah banyak di luar rumah dan tak hadir di rumah, hanya sesekali saat liburan panjang.
Itupun tetap dengan pekerjaan ini itu.
Ya, ia kehilangan kesempatan belajar dan nyaris tak punya bekal.
Wajah tampan dan uang berlimpah tak cukup untuk modalnya memasuki gerbang pernikahan.
Banyak lubang, banyak fase perkembangan yang terlewati.


Sosok Ayah dan Ibu harus ada sepanjang masa mendidik anak-anak dari lahir sampai usianya aqil baligh agar fitrah seksualitas itu tumbuh subur, matang, paripurna.


https://sofianaindraswari.com/mempersiapkan-calon-ayah-mendidik-fitrah-seksualitas-anak-laki-laki/
1. Ghadul Bashar (Menjaga Pandangan)
2. Bergaul Dengan Orang - Orang Shalih
3. Memperbanyak Waktu Bersama Al Qur’an
4. Memperbaiki Shalat
5. Memperbanyak Istighfar
6. Meluangkan Waktu Hadir di Majelis Ilmu
7. Puasa Sunnah
8 Hal Yang Harus Diajarkan Ayah Kepada Anak Lelakinya Agar Kelak Jadi Pria Sejati:

1. Terangkan pentingnya mengetahui arti menang dan kalah

Menjadi teman anak dalam lomba atau permainan di sekolah merupakan sebuah latihan yang bagus untuk “kualitas kelelakian”.

Melalui lomba dan permainan itu, anak-anak bisa merasakan apa itu kemenangan dan bagaimana usaha untuk meraihnya.
Seorang ayah juga dapat memberikan pemahaman apabila sang anak mengalami kekalahan. Jika kalah dalam perlombaan tidak perlu malu.

2. . Ajarkan perilaku yang benar dalam menghadapi perempuan

Seorang ibu bisa saja mengajarkan kepada anak laki-lakinya bagaimana memperlakukan seorang perempuan.

Namun, hanya ayah yang bisa mencontohkan secara langsung berdasarkan pengalamannya.

Adalah luar biasa bila anak laki-laki belajar dari ayahnya tentang hal-hal penting tentang perempuan. Bukan dari temannya, bukan dari internet, tetapi dari ayahnya.

3. Bicaralah tentang cinta antar lelaki

Biarkan anak laki-laki Anda belajar tentang semua perasaan kelelakiannya dari hati ke hati ketika saat itu tiba.

Bagi seorang remaja laki-laki, hal ini adalah sebuah hadiah yang berharga jika ayahnya bercerita tentang cinta dan kencan pertamanya.

Katakan pula untuk tidak perlu buru-buru karena lebih baik menunggu untuk dapat perempuan yang tepat. Pembicaraan seperti  ini sangat berguna untuk saling mempercayai.

4. Ajari bagaimana untuk melawan balik

Seorang ayah adalah satu-satunya orang yang dapat dengan tepat mengajarkan anak laki-lakinya untuk menjadi kuat, teguh, dan tahu mana yang benar.

Ayah dapat mengajarkan anak laki-lakinya untuk mengetahui kapan untuk melawan atau jangan pedulikan bila diprovokasi.

Ayah juga dapat menerangkan bahwa kebaikan hati bukan berarti sebuah kelemahan.

Ayah berperan besar dalam mendidik anak lelakinya untuk bisa menjadi laki-laki sejati.
Ayah dapat mengajarkan anak laki-lakinya untuk mengetahui kapan untuk melawan atau jangan pedulikan bila diprovokasi.

Ayah juga dapat menerangkan bahwa kebaikan hati bukan berarti sebuah kelemahan.

5. Bantu anak untuk menemukan pandangan hidup sendiri

Anda tidak perlu melakukan hal yang spesial. Anda cukup ada dari waktu ke waktu dan berbicara kepadanya.

Dengan bantuan ayah, anak dapat melihat beberapa sudut pandang pada suatu kejadian yang sama, belajar menganalisa, dan membentuk padangannya sendiri akan sesuatu.

6. Perkaya anak dengan pengalaman yang menarik

Bagi seorang ibu mungkin permainan memutar roda keberuntungan bukanlah permainan yang baik.

Namun, permainan itu akan dipilihkan oleh seorang ayah karena bisa menjadi permainan yang berkarakter macho.

Nah, sang anak akan mengganggapnya sebagai sebuah pengalaman baru yang sensasional.

7. Ajari trik-trik atau pekerjaan kaum lelaki

Ada beberapa trik dari kaum lelaki yang akan terlihat seperti sulap bagi kebanyakan perempuan.

Contohnya, menyalakan perapian, memaku, atau memperbaiki mobil. Saat anak dewasa, pasti akan menjadi seorang lelaki yang terampil.

8. Bantu mengenalkan pekerjaan harian di rumah

Memang sih pekerjaan seperti mengikat dasi, menyukur kumis, atau menyetrika kemaja sendiri, dapat dipelajari dari internet.

Namun, pengetahuan itu akan lebih baik diajarkan oleh seorang ayah kepada anak lelakinya.




Sumber:_
http://intisari.grid.id/index.php/Wellness/Psychology/8-Hal-Yang-Harus-Diajarkan-Ayah-Kepada-Anak-Lelakinya-Agar-Kelak-Jadi-Pria-Sejati?page=4

1. Apa itu fitrah seksualitas ?
2.bagaimana fitrah peran ayah dalam mendidik anak untuk mengoptimalkan fitrah seksualnya?
3. Bagaimana pula peran ibu dalam hal tersebut?
4. Apa saja pemicu yang menyebabkan anak kehilangan fitrah seksualnya?
5. Sebutkan apa saja ikhtiar yang bisa dilakukan orang tua dan anak untuk dapat mencapai kematangan fitrah seksual?

2. hal-hal yang harus dilakukan Ayah

Kepada Anak Lelakinya Agar Kelak Jadi Pria Sejati:

1. Terangkan pentingnya mengetahui arti menang dan kalah

Menjadi teman anak dalam lomba atau permainan di sekolah merupakan sebuah latihan yang bagus untuk “kualitas kelelakian”.

Melalui lomba dan permainan itu, anak-anak bisa merasakan apa itu kemenangan dan bagaimana usaha untuk meraihnya.
Seorang ayah juga dapat memberikan pemahaman apabila sang anak mengalami kekalahan. Jika kalah dalam perlombaan tidak perlu malu.

2. . Ajarkan perilaku yang benar dalam menghadapi perempuan

Seorang ibu bisa saja mengajarkan kepada anak laki-lakinya bagaimana memperlakukan seorang perempuan.

Namun, hanya ayah yang bisa mencontohkan secara langsung berdasarkan pengalamannya.

Adalah luar biasa bila anak laki-laki belajar dari ayahnya tentang hal-hal penting tentang perempuan. Bukan dari temannya, bukan dari internet, tetapi dari ayahnya.

3. Bicaralah tentang cinta antar lelaki

Biarkan anak laki-laki Anda belajar tentang semua perasaan kelelakiannya dari hati ke hati ketika saat itu tiba.

Bagi seorang remaja laki-laki, hal ini adalah sebuah hadiah yang berharga jika ayahnya bercerita tentang cinta dan kencan pertamanya.

Katakan pula untuk tidak perlu buru-buru karena lebih baik menunggu untuk dapat perempuan yang tepat. Pembicaraan seperti  ini sangat berguna untuk saling mempercayai.

4. Ajari bagaimana untuk melawan balik

Seorang ayah adalah satu-satunya orang yang dapat dengan tepat mengajarkan anak laki-lakinya untuk menjadi kuat, teguh, dan tahu mana yang benar.

Ayah dapat mengajarkan anak laki-lakinya untuk mengetahui kapan untuk melawan atau jangan pedulikan bila diprovokasi.

Ayah juga dapat menerangkan bahwa kebaikan hati bukan berarti sebuah kelemahan.

Ayah berperan besar dalam mendidik anak lelakinya untuk bisa menjadi laki-laki sejati.
Ayah dapat mengajarkan anak laki-lakinya untuk mengetahui kapan untuk melawan atau jangan pedulikan bila diprovokasi.

Ayah juga dapat menerangkan bahwa kebaikan hati bukan berarti sebuah kelemahan.

5. Bantu anak untuk menemukan pandangan hidup sendiri

Anda tidak perlu melakukan hal yang spesial. Anda cukup ada dari waktu ke waktu dan berbicara kepadanya.

Dengan bantuan ayah, anak dapat melihat beberapa sudut pandang pada suatu kejadian yang sama, belajar menganalisa, dan membentuk padangannya sendiri akan sesuatu.

6. Perkaya anak dengan pengalaman yang menarik

Bagi seorang ibu mungkin permainan memutar roda keberuntungan bukanlah permainan yang baik.

Namun, permainan itu akan dipilihkan oleh seorang ayah karena bisa menjadi permainan yang berkarakter macho.

Nah, sang anak akan mengganggapnya sebagai sebuah pengalaman baru yang sensasional.

7. Ajari trik-trik atau pekerjaan kaum lelaki

Ada beberapa trik dari kaum lelaki yang akan terlihat seperti sulap bagi kebanyakan perempuan.

Contohnya, menyalakan perapian, memaku, atau memperbaiki mobil. Saat anak dewasa, pasti akan menjadi seorang lelaki yang terampil.

8. Bantu mengenalkan pekerjaan harian di rumah

Memang sih pekerjaan seperti mengikat dasi, menyukur kumis, atau menyetrika kemaja sendiri, dapat dipelajari dari internet.

Namun, pengetahuan itu akan lebih baik diajarkan oleh seorang ayah kepada anak lelakinya.


5.8 Hal Yang Harus Diajarkan Ayah Kepada Anak Lelakinya Agar Kelak Jadi Pria Sejati:

1. Terangkan pentingnya mengetahui arti menang dan kalah

Menjadi teman anak dalam lomba atau permainan di sekolah merupakan sebuah latihan yang bagus untuk “kualitas kelelakian”.

Melalui lomba dan permainan itu, anak-anak bisa merasakan apa itu kemenangan dan bagaimana usaha untuk meraihnya.
Seorang ayah juga dapat memberikan pemahaman apabila sang anak mengalami kekalahan. Jika kalah dalam perlombaan tidak perlu malu.

2. . Ajarkan perilaku yang benar dalam menghadapi perempuan

Seorang ibu bisa saja mengajarkan kepada anak laki-lakinya bagaimana memperlakukan seorang perempuan.

Namun, hanya ayah yang bisa mencontohkan secara langsung berdasarkan pengalamannya.

Adalah luar biasa bila anak laki-laki belajar dari ayahnya tentang hal-hal penting tentang perempuan. Bukan dari temannya, bukan dari internet, tetapi dari ayahnya.

3. Bicaralah tentang cinta antar lelaki

Biarkan anak laki-laki Anda belajar tentang semua perasaan kelelakiannya dari hati ke hati ketika saat itu tiba.

Bagi seorang remaja laki-laki, hal ini adalah sebuah hadiah yang berharga jika ayahnya bercerita tentang cinta dan kencan pertamanya.

Katakan pula untuk tidak perlu buru-buru karena lebih baik menunggu untuk dapat perempuan yang tepat. Pembicaraan seperti  ini sangat berguna untuk saling mempercayai.

4. Ajari bagaimana untuk melawan balik

Seorang ayah adalah satu-satunya orang yang dapat dengan tepat mengajarkan anak laki-lakinya untuk menjadi kuat, teguh, dan tahu mana yang benar.

Ayah dapat mengajarkan anak laki-lakinya untuk mengetahui kapan untuk melawan atau jangan pedulikan bila diprovokasi.

Ayah juga dapat menerangkan bahwa kebaikan hati bukan berarti sebuah kelemahan.

Ayah berperan besar dalam mendidik anak lelakinya untuk bisa menjadi laki-laki sejati.
Ayah dapat mengajarkan anak laki-lakinya untuk mengetahui kapan untuk melawan atau jangan pedulikan bila diprovokasi.

Ayah juga dapat menerangkan bahwa kebaikan hati bukan berarti sebuah kelemahan.

5. Bantu anak untuk menemukan pandangan hidup sendiri

Anda tidak perlu melakukan hal yang spesial. Anda cukup ada dari waktu ke waktu dan berbicara kepadanya.

Dengan bantuan ayah, anak dapat melihat beberapa sudut pandang pada suatu kejadian yang sama, belajar menganalisa, dan membentuk padangannya sendiri akan sesuatu.

6. Perkaya anak dengan pengalaman yang menarik

Bagi seorang ibu mungkin permainan memutar roda keberuntungan bukanlah permainan yang baik.

Namun, permainan itu akan dipilihkan oleh seorang ayah karena bisa menjadi permainan yang berkarakter macho.

Nah, sang anak akan mengganggapnya sebagai sebuah pengalaman baru yang sensasional.

7. Ajari trik-trik atau pekerjaan kaum lelaki

Ada beberapa trik dari kaum lelaki yang akan terlihat seperti sulap bagi kebanyakan perempuan.

Contohnya, menyalakan perapian, memaku, atau memperbaiki mobil. Saat anak dewasa, pasti akan menjadi seorang lelaki yang terampil.

8. Bantu mengenalkan pekerjaan harian di rumah

Memang sih pekerjaan seperti mengikat dasi, menyukur kumis, atau menyetrika kemaja sendiri, dapat dipelajari dari internet.

Namun, pengetahuan itu akan lebih baik diajarkan oleh seorang ayah kepada anak lelakinya.




Sumber:_
http://intisari.grid.id/index.php/Wellness/Psychology/8-Hal-Yang-Harus-Diajarkan-Ayah-Kepada-Anak-Lelakinya-Agar-Kelak-Jadi-Pria-Sejati?page=4

2 peran ayah?
- hadir secara penuh
- menjadi role model
- bersama ibu, dkt dg anak usia 3-6 tahun
- lebih dekat dg anak laki2 di usia 7-10 tahun
- lebih dekat dg anak perempuan di usia 11-13 tahun (pra aqil baligh)

3. Peran ibu
- menyusui 0-2 tahun
- hadir secara penuh
- menjadi role model
- bersama ayah, dkt dg anak usia 3-6 tahun
- lebih dekat dg anak perempuan di usia 7-10 tahun
- lebih dekat dg anak laki2 di usia 11-13 tahun (pra aqil baligh)

Bila sudah selesai menjawab pilihan pertanyaan diatas
Silakan teman teman boleh mengajukan pertanyaan ataupun pernyataan

Sedikit dari saya ibu ibu shalihah dari awal kita sudah mempelajari penyebab, pencegahan, solusi dan sebagainya namun dari sekian banyak ikhtiar yang kita lalui sebagian dari kita sering kali lupa bahwa melibatkan Allah dalam pendidikan anak adalah hal yang tidak kalah penting dari mengikuti seminar, membaca buku, ataupun sharing di wagrup Pun salam hal ini ... Bagaiman peran orang tua dalam mengoptimalkan potensi fitrah seksual anak
Bagaimana jika seorang anak lahir dengan kondisi yatim piatu seperti baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi salam ?
Beliau rasul yang lahir tanpa peran orang tua tapi tentu ada pengganti yaitu kakek beliau yang dilanjutkan paman beliau.
Lalu bagiamana Imam syafi'i yang dibesarkan tanpa kehadiran ayah ? Beliau dibesarkan oleh ibu yang 'Abid ahli ibadah
Maka kita memohon kepada Allah ta'ala agar senantiasa membimbing kami dalam mendidik putra putri kami aamiin

Kehadiran orang tua berhubungan dengan perkembangan fitrah seksualitas, karena...
✔ Orang tua adalah sosok pertama dan terpenting yang dimiliki seorang anak ketika lahir.
✔ Orang tua adalah modal, panduan kehidupan yang Allah kirimkan bersamaan dengan hadirnya seorang anak.
✔ Orang tua adalah sosok pertama yang dikenal oleh anak-anak. Sejak mereka lahir, ia mengenal kita melalui sentuhan, suara, wajah dan seterusnya seluruh sikap dan perilaku kita menjadi panduan belajar untuknya, ia rekam, ia ingat, ia persepsikan sampai menjadi sebuah sikap

Izinkan kami mengungkapkan kata-kata penutup berikut ini…

⏬⏬⏬⏬⏬⏬⏬

Anak adalah titipan Alloh.
Suami & istri idealnya saling bekerjasama dalam meramut anak.
Namun terkadang, pasangan tidak dapat berperan sesuai dengan fitrahnya.

Itulah bentuk ujian Alloh, kita supaya bisa tetap menjalani.
Jika ada masalah, fokuslah pada solusi.
Supaya bisa memutus rantai, ikhlas atas segala bentuk kekecewaan.

Ada baiknya dicarikan figur pengganti yang ada di dalam keluarga, agar anak tetap mendapatkan pembelajaran yang baik sesuai dengan masanya.

Sebagai orangtua berusaha maksimal meramut anak dengan niat karena Alloh.
Adapun hasilnya adalah Alloh yang menentukan.

Manusia tidak ada yang sempurna, terima dengan hati ikhlas atas segala ujian.


http://bit.ly/VideoFitrahSeksualitas

Sumber: https://www.bicarawanita.xyz/2016/09/cara-mendidik-anak-laki-laki.html?m=1




#Tantangan10Hari
#Level11
#KuliahBunsayIIP
#MembangkitkanFitrahSeksualitasAnak,

Jumat, 12 Januari 2018

Review Hari 8 Hal Yang Perlu Dikenalkan Sejak Dini Untuk Menumbuhkan Fitrah Seksual Anak


Fitrah seksual adalah bagaimana seseorang berpikir, merasa dan bersikap sesuai dengan fitrahnya sebagai lelaki sejati atau sebagai perempuan sejati. (Harry Santosa)
Pendidikan fitrah seksualitas tentu berbeda dengan pendidikan seks.
 
Ada tiga tujuan utama yang ingin dicapai pada pendidikan fitrah seksualitas ini.
1. Anak mengerti tentang identitas seksualnya.
Anak bisa memahami bahwa dia itu laki-laki ataupun perempuan.
Anak sudah harus bisa memastikan identitas seksualnya sejak berusia tiga tahun.
Orangtua mengenalkan organ seksual yang dimiliki oleh anak.
Ada baiknya dikenalkan dengan nama ilmiahnya, misalnya vagina pada perempuan atau penis pada laki-laki.
2.Mengenali peran seksualitas yang ada pada dirinya.
Anak mampu menempatkan dirinya sesuai peran seksualitasnya.
Seperti cara berbicara, cara berpakaian atau merasa, berpikir dan bertindak.
Sehingg anak akan mampu dengan tegas menyatakan "saya laki-laki" atau "saya perempuan".
3. Mengajarkan anak untuk melindungi dirinya dari kejahatan seksual.
Ketika anak sudah lancar berbicara dan mulai berkativitas dengan peer groupnya di luar rumah, maka orangtua perlu mengajarkan tentang area pribadi tubuhnya.
Area pribadi tubuh adalah bagian tubuh yang tidak boleh dipegang oleh orang lain, kecuali untuk pemeriksaan atau untuk dibersihkan.
Hanya orangtua ataupun dokter yang boleh memegang area pribadi ini. Ada empat area pribadi yaitu anus, kemaluan, payudara dan mulut.

 
 
Yang Perlu Dikenalkan Sejak Dini Pada Anak
1.      Cara Memulai Pendidikan Seks
a.         Orang tua sebaiknya telah memiliki pengetahuan yang cukup mengenai pendidikan seks
b.         Tahapannya, Pendidikan seks bisa dikenalkan sejak lahir
Mintalah izin kepada si kecil ketika membuka baju atau mengganti popoknya. Biasakan juga untuk mengganti bajunya di ruangan yang tertutup meski anak masih bayi dan belum bisa merespon anda,  melalui kebiasaan sederhana ini dia belajar untuk menghargai tubuhnya sendiri dan orang lain. Kemudian ajarkan dia merawat dan membersihkan kelaminnya, misalnya setelah buang air kecil dan buang air besar.
 
Saat beranjak balita, kenalkan perbedaan antara laki-laki dan perempuan n perbedaan organ tubuh antara ayah dan bunda Anda juga bisa mulai menanamkan moral dan kesopanan sesuai dengan agama dan nilai-nilai yang dianut keluarga anda jelaskan tentang underwear dan cara melindungi diri dari orang asing menjelang pubertas kenalkan kepada anak tentang tanda-tanda pubertas dan bagaimana menghadapinya Jika dia mengalaminya beri dia rambu-rambu yang jelas dalam bergaul dengan lawan jenis penjelasan soal seks yang berbau ilmiah atau memerlukan bahasa medis yang agak rumit tunggulah sampai anak bertanya.
c.          Berbagi Tanggungjawab
Anda bisa berbagi tugas Ayah bertanggungjawab memberi edukasi pada anak laki-laki dan ibu bertanggung jawab memberi pengetahuan pada anak perempuan pembagian tanggung jawab ini disesuaikan dengan gender anak.
 
2.         Perbedaan laki-laki dan Perempuan
Umumnya pada usia balita anak-anak tidak mampu membedakan antara laki-laki dan perempuan anak-anak hanya dapat mengidentifikasi orang terdekat lebih ke fungsinya seperti Ayah Bunda nenek kakek dan lain-lain setelah itu barulah mereka siap menerima informasi tentang perbedaan laki-laki dan perempuan orang tua bisa mulai mengenalkan
perbedaan jenis kelamin Dengan mengatakan bahwa ayah ganteng Bunda cantik contoh yang paling sering digunakan adalah perempuan berambut panjang laki-laki berambut pendek, namun tidak semua laki-laki dengan sistem reproduksi dan organ-organ pada laki-laki dan perempuan pengenalan sistem reproduksi ini hendaknya menggunakan nama aslinya agar anak-anak mudah menjelaskannya kepada orang lain jika terjadi sesuatu dan tidak berkesan jorok. reproduksi berarti menghasilkan kembali atau meneruskan keturunan jadi alat reproduksi berguna untuk menghasilkan keturunan dalam upaya melestarikan generasi penerus organ reproduksi perempuan dan laki-laki tentu saja berbeda alat kelamin laki-laki disebut penis secara umum alat reproduksi yang memproduksi sel sperma alat reproduksi wanita keluar darah menstruasi dan untuk melahirkan
 
3.       Bolehkah mandi bareng?
Beberapa orang tua membiasakan anak-anaknya mandi bersama baik dengan saudara maupun dengan orang tua sendiri manfaatkanlah cara mandi bersama untuk belajar mengenalkan anggota tubuh kepada anak termasuk kelamin jika memiliki saudara berlainan jenis kelamin dapat dimanfaatkan untuk mengenalkan bentuk tubuh jenis kelamin lain berikan juga informasi mengenai perbedaan bentuk tubuh anak-anak dengan orang dewasa proses pengenalan bentuk tubuh ini kemudian dilanjutkan dengan pelajaran moral misalnya tidak boleh memainkan alat kelamin baik milik sendiri maupun orang lain ajarkan aku memancing untuk dipegang pada area tubuh tertentu seperti bokong alat kelamin dada dan paha setelah berusia 5 tahun anak tidak diperkenalkan lagi mandi bersama orang tua atau saudara yang berbeda jenis kelamin pada usia lebih 5 tahun organ reproduksi anak sudah mulai berkembang sehingga anak mulai merasakan respon seksual pada saat itulah anak sudah harus belajar mandiri seperti melakukan mandi dan buang air kecil atau besar sendiri pendampingan orang tua pun perlahan-lahan mulai dipisah sesuai gender misalnya anak perempuan tidak boleh lagi dicebokin oleh ayahnya
 
4.         Camkan tentang rasa malu
a.         ketika anak memasuki prasekolah orang tua Mulai mengajarkan tentang rasa malu Apabila ada anggota tubuh yang terlihat oleh orang lain anggota tubuh tersebut terutama bagian dada paha alat kelamin dan bokong.
b.         malu memperlihatkan anggota tubuh tertentu berarti kita menghargai diri sendiri dan menunjukkan bahwa diri kita istimewa Tidak sembarangan orang bisa melihat apalagi menyentuh sesuatu yang sangat berharga
c.          Tugas orang tua adalah memberitahu anggota tubuh yang tidak boleh dilihat dan disentuh orang lain dalam hal ini terkait seksual. langkah-langkah untuk mengajarkan rasa malu sebenernya sederhana yaitu beri tahu dan tunjukkan.
d.         Ajarkan pada anak mengenai sikap malu yang harus ditanamkan
Seperti malu jika ada orang lain yang melihat anggota tubuhnya juga sikap malu ketika berbuat tidak baik atau meninggalkan kewajiban
e.         Beri batasan yang jelas mengenai rasa malu yang harus dimiliki anak, ajarkan anak selalu mengenakan pakaian yang pantas dan sopan walaupun berada dirumah
f.           Contoh perilaku yang sesuai misalnya tidak berganti pakaian di sembarang tempat walaupun di rumah sendiri ganti pakaian di dalam kamar tidur atau kamar mandi dan jangan lupa menutup pintunya ajarkan juga kepada anak untuk tidak berganti pakaian di depan lawan jenis walaupun saudara sendiri. Jangan biarkan anak berkeliaran ke mana-mana di sekitar rumah dengan hanya menggunakan handuk atau pakaian dalam saja
g.         Sikap malu ada hubungannya dengan kesopanan dengan malu memperlihatkan anggota tubuh berarti kamu sedang menunjukkan bahwa kamu sangat berharga. Tubuh kamu istimewa orang lain tidak boleh sembarangan melihat dan memegang Tubuh kamu jika ada orang yang meminta kamu untuk menunjukkan bagian tubuh dengan alasan apapun kamu harus menolak dengan tegas.
h.         Bagaimana belajar bersikap malu   bisa dimulai dari rumah, biasakan untuk selalu duduk dengan sikap sopan bersikap sopan itu misalnya duduk di kursi dengan kaki di bawah dan bajumu menutupi bagian-bagian tubuh seperti bahu lengan dada perut dan paha untuk memudahkannya kenakan pakaian yang menutupi bagian-bagian tubuh tersebut meskipun berada di dalam rumah jangan biasakan hanya memakai pakaian dalam.
i.           Lakukan aktivitas ganti baju di dalam ruangan tertutup misalnya kamar tidur dan kamar mandi Jika kamar mandi kamu di luar kamar, bukalah pakaian di dalam kamar mandi atau pakai baju handuk dari dalam kamar ke kamar mandi ingat ya baju handuk hanya boleh dipakai dari kamar menuju kamar mandi Kamu tidak boleh berkeliaran di sekitar rumah hanya dengan memakai baju handuk
 
5. Berganti Pakaian di tempat Umum
a. Kamar mandi tertutup
b. Ruang ganti atau di Belakang Panggung
Pastikan membawa sarung gunanya sebagai penutup darurat saat hendak berganti baju setelah selesai jangan berlama-lama berada di ruangan tersebut agar anak tidak melihat hal yang tidak seharusnya terlihat.
alangkah baiknya selalu menjaga agar tubuh anak tidak banyak terlihat di tempat umum sebab ada banyak kemungkinan buruk yang bisa terjadi
 
 
6  Bolehkah anak laki-laki main boneka?
dalam bergaul anak-anak tidak hanya akan bertemu dengan teman sejenis melainkan juga lawan jenis mereka juga akan bertukar mainan banyak orangtua terutama Ayah khawatir jika putranya bermain dengan teman lawan jenis apalagi bermain boneka atau mainan yang berwarna merah jambu umumnya para Ayah khawatir orientasi seksual putranya akan terganggu atau diejek sebagai banci pada usia 0 sampai 3 tahun sebaiknya orang tua memilihkan mainan tidak berdasarkan gender semua mainan sama karena pada usia tersebut anak-anak sedang bereksplorasi jika putra anda sedang memainkan mandi bayi Mungkin dia tengah meniru ibunya bukan karena disorientasi seksual melarang anak memilih mainan tertentu justru memicu rasa penasaran anak laki-laki tidak harus selalu bermain mobil-mobilan atau pertempuran robot bermain boneka pun tidak apa-apa jika yang dimainkan adalah peran laki-laki Oleh sebab itu Peran ayah dalam bergaul dengan anak laki-lakinya sangat penting sebagai input data dalam otak mereka tentang kegiatan laki-laki.
Jika anak laki-laki yang menyukai kegiatan yang kurang mencerminkan kegiatan laki-laki berikut ini hal-hal yang dapat anda lakukan:
1. Jangan mengkritik atau mengubah minat putra anda tunjukkan bahwa anda menerima dia apa adanya.
2. Bantu putra Anda menghadapi ledekan Anda dapat mendiskusikan bersama agar yang meninggalkan boneka kesayangannya ajari pula cara menanggapi Jika ada yang mengganggunya
3. Berikan contoh seorang laki-laki dengan minat yang sama dengan putra Anda pesannya adalah mereka tidak harus mundur dari minatnya walau minatnya tidak sama dengan minat laki-laki pada umumnya
 
7. Peluk dan cium
a. Peluk dan cium antara orang tua dan anak memang dianjurkan karena dapat meningkatkan kecerdasan otak dan emosional.
b.         Menjelang usia TK mulailah mengajari anak untuk memilih orang yang boleh diberi Peluk dan cium misalnya boleh Peluk dan cium pada orang tua nenek dan kakek kandung Om dan tante kandung guru sekolah serta teman yang sama jenis kelaminnya
c. Bagaimana dengan ciuman bibir? sebagai orang tua usahakan sebisa mungkin tidak pernah melakukan ciuman bibir di hadapan anak-anak.
d. Jika kebetulan anak melihat adegan suka-sukaan atau pacaran di film kartun atau di lingkungan sekolah , kita harus menjelaskan secara logika, ketika seseorang beranjak dewasa ada hormon yang membuatnya menjadi memiliki rasa suka kepada lawan jenis, karena itu pula seseorang memiliki keinginan untuk berdekatan dan bersentuhan dan ikat dengan agama bahwa pacaran tidak ada dalam islam.
e. Orang tua harus menyaring informasi dari TV dan internet  agar keingintahuan anak terhadap pacaran atau suka-sukaan tidak cepat muncul. Dan saat anak mencapai pubertas, kita harus mengawasi tontonan dan bacaannya, bahkan kita perlu menjadi followernya di media sosial milik anak.
 
8.      Habis Enak Sih
a.      Umumnya anak-anak tertarik dengan bagian tubuh yang dianggap malu untuk dibicarakan anak tidak berpikir macam-macam saat menyentuh dada ibu atau pengasuhnya rasa penasaran itu justru semakin bertambah saat diberi tahu bahwa hal itu tidak sopan.
c.       Menjelang atau setelah usia 5 tahun rasa penasaran anak seputar masalah seksual Kian besar, hal ini wajar dan kemungkinan anak akan melakukan berbagai perilaku seksual misalnya: memasukkan tangan ke dalam celana usai bangun tidur menarik-narik penis atau menggesek-gesekkan penis di Kasur.
d.      Anak juga mulai tertarik dengan permainan seksual yang bersifat eksploratif misalnya buang air kecil bersama dan saling memperlihatkan penis masing-masing, lalu tertawa bersama-sama permainan seksual eksploratif masih termasuk normal. Hal ini adalah konsekuensi rasa penasaran seksual pada anak. Anak dapat melakukannya dengan teman yang berbeda maupun yang sama jenis kelaminnya.
 
apabila anak anda melakukan hal ini ada beberapa cara yang bisa anda lakukan yaitu:
1.      Biarkan anak melakukan aksinya namun jika sudah terlalu sering dan mengganggu alihkan perhatiannya misalnya dengan mengajaknya melakukan permainan yang lain. Biasanya anak yang ketagihan adalah anak yang kurang perhatian. Oleh sebab itu cara mengatasinya adalah memberi perhatian Lakukan kegiatan bersama anak luangkan lebih banyak waktu untuk saling berbicara dari hati ke hati tanyakan hal-hal seputar kegiatan atau kesukaannya. Dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas waktu bersama anak kebiasaan tersebut akan hilang dengan sendirinya. Anda tidak perlu panik atau memarahi anak karena cara itu justru akan mendorong anak untuk melakukannya secara diam-diam
2.         Jelaskan kepada anak tentang underwear atau pants rules. Tekan kan bahwa anak tidak boleh menyentuh area underwear orang lain, walaupun kepada teman atau berada di tempat tertutup Tekan kan juga bahwa peraturan ini berlakusSebaliknya, juga kepada orang dewasa
3.         Waspadai perkembangannya potensi mengeksplore mengeksploitasi atau dieksploitasi pada anak konsultasikan pada sepeda anak jika menemukan perilaku yang tidak wajar.
 
9.         Lucu tetapi tidak pantas
banyak orangtua yang melakukan suatu tindakan karena Dimas pada anaknya tingkah laku ini lucu tetapi sebenarnya tidak pantas dilakukan apalagi jika anak sudah menjelang remaja berikut contoh-contoh sikap yang lucu tetapi tidak pantas dilakukan
1. Spank atau memukul bokong
2. Memeloroti celana
3. bugil di depan kamera
 
10.     Perkembangan payudara pada perempuan
anak perempuan mengalami pertumbuhan tercepat pada usia 11 sampai 14 tahun tubuhnya akan bertambah tinggi sekitar 9 sampai 10 cm tahun payudaranya pun mulai tumbuh proses pembesaran payudara terus berlangsung secara perlahan sampai anak beranjak dewasa hal ini dipicu oleh hormon estrogen dan estradiol
 
 
 
 
 
 
 
 
11.     Pendidikan seks di sekolah
 
 
 
12.     Rambut atau bulu di permukaan tubuh kita
Munculnya rambut atau bulu bulu di sekitar alat kelamin adalah salah satu tahap proses pubertas seorang anak bagi anak perempuan rambut di sekitar alat kelamin mulai tumbuh pada usia 8 tahun sementara pada anak laki-laki sekitar usia 10 tahun awalnya rambut tersebut terlihat tipis dan halus seiring bertambahnya usia anak rambut tersebut akan semakin tebal kasar dan keriting rambut kemaluan ini akan terus tumbuh membentuk area berbentuk segitiga di sekitar penis dan bahkan dapat menyebar sampai ke paha hal yang sama juga terjadi pada anak perempuan banyaknya rambut yang tumbuh disekitar kemaluan berbeda-beda pada setiap anak ada anak dengan rambut kemaluan yang banyak ada pula yang sedikit kondisi tersebut dipengaruhi oleh faktor keturunan dan hormon rambut-rambut tersebut bukan hanya sebagai aksesoris tubuh seperti rambut di kepala rambut kemaluan juga banyak manfaatnya misalnya berfungsi menjaga suhu di di sekitarnya agar tetap stabil dan untuk menjaga keseimbangan hormon pada anak laki-laki rambut di sekitar kemaluan berfungsi menjaga suhu di bagian dalam testis agar sel sperma tidak mati fungsi lain untuk menghindari iritasi di sekitar kemaluan apabila terkena gesekan dengan benda asing serta untuk menghantarkan panas keluar dari tubuh
 
13.     Pelatihan Ke Toilet Secara Mandiri
sebagai seorang ayah sesekali anda perlu membawa anak perempuan berjalan-jalan berdua. sejak kedekatan ayah dan anak perempuan diperlukan sekaligus untuk memberi bekal pada anak perempuan dalam memilih pasangan hidup Kelak
 
 
14.     Melindungi diri dari orang asing ketika masih bayi kecil seringkali takut pada orang asing D akan menangis atau menjerit ketika disapa oleh orang yang belum dikenal keadaan Inilah yang disebut Stranger anxiety atau kecemasan terhadap orang asing hal ini wajar terjadi rasa takut pada orang asing merupakan bagian dari perkembangan seorang anak dan mencapai puncaknya pada usia 12 sampai 15 bulan kondisinya tentu saja berbeda ketika si kecil sudah bisa berjalan berlari atau bermain sepeda pada tahap ini anak sudah punya kebutuhan lain yang tidak kalah penting yaitu kebutuhan sosial anak tidak hanya ingin bermain dengan teman sebaya tetapi juga ingin berinteraksi dengan orang dewasa di luar lingkungan rumah orang tua perlu mendukung keinginan Dan keberanian anak dalam memenuhi kebutuhan ini hanya ada hal yang perlu dicermati jangan sampai anak mengenal orang
 
15.  Zaman sekarang tempat tidur anak harus dipisah
banyak orang tua yang masih terbiasa tidur bersama anak-anak sampai anak-anak menjelang remaja Sebenarnya memisahkan tempat tidur anak sudah menjadi keharusan bagi orang tua ketika anak mulai memasuki usia 10 tahun disarankan untuk memberikan tempat tidur yang terpisah
Perpisahan tempat tidur juga merupakan tindakan pencegahan dari hal-hal yang tidak diinginkan sebab pada usia tersebut anak laki-laki yang sudah mengalami mimpi basah hal yang paling ideal adalah membuat kamar sendiri untuk anak apalagi di usia beranjak remaja anak biasanya memiliki keinginan menyimpan barang-barang sendiri mereka juga mulai membutuhkan privasi untuk berganti baju atau melakukan aktivitas lain Meskipun demikian bila keadaan tidak memungkinkan untuk membuat kamar sendiri cukup berikan tempat tidur terpisah salah satu solusinya bisa menggunakan tempat tidur double Tingkat ataubunkbed
 
16. Tak Ada Kata Terlambat
Idealnya pendidikan seksualitas diberikan sejak dini jika anak belum mendapatkan pendidikan seksual ketika usia dini Anda dapat memberikannya ketika anak memasuki fase pubertas Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali apalagi anak-anak usia tersebut masih membutuhkan informasi yang benar seputar seksualitas memberikan pendidikan seksualitas yang benar pada usia remaja jelas jauh lebih ringan daripada menghentikan perilaku seksual bebas yang terlanjur menjadi kebiasaan anak.
Ada orang tua yang masih canggung dalam memberikan pendidikan seks ada juga anak yang belum tentu menyukai membahas seksualitas dengan orang tua.
Agar semuanya berjalan lancar berikut tips yang dapat anda lakukan
a. jadilah Sahabat Anak cara ini bisa menjadi pembuka komunikasi yang hangat antara orang tua dengan anak. Bila anak sudah merasa nyaman berkomunikasi selanjutnya orang tua bisa menyampaikan berbagai prinsip seksualitas misalnya orangtua menjelaskan konsekuensi perilaku seksual yang tidak sehat terhadap masa depan anak.
b.      lakukan introspeksi diri jika anda termasuk orang yang sering di terasa tak nyaman atau malu jika membicarakan seks berarti anda belum siap sering-seringlah berlatih.Tambah wawasan seputar seksual dari buku atau internet. Cobalah berlatih membicarakan informasi seputar seks dengan orang lain
c.       Cari momen yang tepat
Tunggu saja lelucon anak seputar masalah seks. Dia biasanya senang melontarkan komentar tertentu, Apakah itu soal hubungan badan atau yang Fitrah seksual adalah bagaimana seseorang berpikir, merasa dan bersikap sesuai dengan fitrahnya sebagai lelaki sejati atau sebagai perempuan sejati. (Harry Santosa)
 
Pendidikan fitrah seksualitas tentu berbeda dengan pendidikan seks.
 
Ada tiga tujuan utama yang ingin dicapai pada pendidikan fitrah seksualitas ini.
1. Anak mengerti tentang identitas seksualnya.
Anak bisa memahami bahwa dia itu laki-laki ataupun perempuan.
Anak sudah harus bisa memastikan identitas seksualnya sejak berusia tiga tahun.
Orangtua mengenalkan organ seksual yang dimiliki oleh anak.
Ada baiknya dikenalkan dengan nama ilmiahnya, misalnya vagina pada perempuan atau penis pada laki-laki.
2.Mengenali peran seksualitas yang ada pada dirinya.
Anak mampu menempatkan dirinya sesuai peran seksualitasnya.
Seperti cara berbicara, cara berpakaian atau merasa, berpikir dan bertindak.
Sehingg anak akan mampu dengan tegas menyatakan "saya laki-laki" atau "saya perempuan".
3. Mengajarkan anak untuk melindungi dirinya dari kejahatan seksual.
Ketika anak sudah lancar berbicara dan mulai berkativitas dengan peer groupnya di luar rumah, maka orangtua perlu mengajarkan tentang area pribadi tubuhnya.
Area pribadi tubuh adalah bagian tubuh yang tidak boleh dipegang oleh orang lain, kecuali untuk pemeriksaan atau untuk dibersihkan.
Hanya orangtua ataupun dokter yang boleh memegang area pribadi ini.
Ada empat area pribadi yaitu anus, kemaluan, payudara dan mulut.asekitarnya. Itulah tanda anak sudah siap diajak diskusi soal seks.Yakinlah persiapan yang baik akan membuat pembicaraan soal seks dengan anak jadi lebih terarah. Dengan bekal pengetahuan tentang seksualitas remaja, kita bisa menjadi sex educator yang memuaskan rasa ingin tahu anak. Anak remaja kita jauh lebih baik jika belajar tentang seks dari orangtuanya sendiri, bukan dari orang atau sumber yang lain.
 
Yuk, Libatkan Peran Ayah!
Peran Ayah sama besarnya dengan peran ibu untuk memberikan pendidikan seks putra-putrinya. Bagi anak perempuan, ayah adalah model pertamanya dalam mengenal sosok laki-laki. Ketika sang ayah memperlakukannya sebagai anak perempuan yang baik, menghargainya dengan tulus, anak akan mendapatkan identitas seksual yang baik. Cinta dan kasih sayang yang cukup membuat anak perempuan tidak mudah takluk pada rayuan lelaki hidung belang.
Sementara, anak laki-laki belajar menjadi pria dewasa yang bertanggungjawab mengayomi keluarga, dari sosok ayah. Kelak anak laki-laki akan lebih menghormati dan memuliakan perempuan, terutama ibunya.
 
Buku: Adik Bayi Datang Dari Mana?
Dr.H. Boyke Dian Nugraha. SpOG.MARS dan dr Sonia Wibisono
 
 
 
 
 
 
#Tantangan10Hari
#Level11
#KuliahBunsayIIP
#MembangkitkanFitrahSeksualitasAnak