-->

Minggu, 22 Juli 2012

Hari Ke-2 Tadarusan

Hari ini bakal telat nih datang ke masjid, habis Zidan udah jam segini masih blm juga bangun, mudah2an bangunnya tar gak rewel jadi bisa cepat2 pergi

Kamis, 19 Juli 2012

Menunggu Si Kecil Datang Ke Dunia

Hari minggu kemarin jadwal kontrol bulanan kandungan yang memasuki minggu ke-32, rasanya baru kemarin hamil tau-tau sekarang tinggal menunggu beberapa minggu lagi, kontrol terakhir posisi bayi sama dengan kakaknya dulu yaitu lintang karena terdapat 2 lilitan, sedangkan waktu hamil Zidan posisi lintangnya gak ketahuan ada lilitagn ato tidak, tapi kata SPOG aman-aman aja gak harus nungging supaya posisinya benar, karena pasti Caesar lagi lahirnya.

Kalo saya pasrah aja mau normal ato Caesar juga, toh hamil ini aja sudah anugrah masih diberi kepercayaan olehNya dititipin mahluk kecil lagi, Aamiin.

Hamil kali ini aku dokumenkan dari awal sampai terakhir kontrol cuman sayang ampe minggu ke-32 kita belum USG 3D ato 4D beda ama kakaknya dulu aku jalanin semuanya cuman sayang file-filenya berceceran entah ke mana.........

Karnaval Menjelang Ramadan

Sabtu kemaren nenek kakek biasa berinisiatif di RT untuk mengadakan karnaval menjelang Ramadhan, Zidan beserta sepupu-sepupunyapun ikut karnaval menyambut Ramadhan, dasar ema bapaknya gak kreativ aka gak ada waktu buat merias jadi kakeklah yang menghias sepeda Zidan.

Jumat, 13 Juli 2012

Sudah Tidak Sabar Lagi

Beberapa hari lalu, akhirnya meledak juga amarah ini setelah sekian lama dipendam, aku baru tau yang sebenarnya tabiat asistenku, gimana gak sabar lagi untuk marah semua omonganku seolah hanya angin lalu, aku sendiri tidak suka dengan adanya asisten, si ayah aja yang merasa kasian ama aku katanya supaya pekerjaan ringan yang ada malah banyak salahnya, aku tadinya menghargai dia karena dia asisten keluarga mertua tapi setelah banyak efek yang ditimbulkan aku gerah juga dan tidak sabar untuk menyudahinya, sudah banyak kesalahan yang tidak bisa ditolerir lagi.

Mudah-mudahan aku masih bisa mengerjakan semuanya sendirian tanpa seorang asisten, seperti dulu lagi sama seperti hamil Zidan ampe mau lahiran.

Rabu, 27 Juni 2012

Beruntung

Kalo lagi jalan-jalan entah ke manapun ada aja pemandangan yang memilukan hati, trenyuh, iba, campur aduk, rasanya pengen menolong andai bisa, betapa beruntungnya diriku meski tidak hidup berlebihan tapi  tidak kekurangan juga, ya serba pas-pasan kalo lagi diperlukan, gimana ya bangsa ini banyak kemiskinan di mana-mana katanya tingkat kemiskinan menurun buktinya banyak aja rakyat yang miskin, pengemis ada di mana-mana.

Andaikan bisa membantu tapi apa yang bisa aku kerjakan supaya bisa meringankan beban mereka, aku hanya bisa menolong ala kadarnya semampuku.

Aku juga pernah merasakan apa yang mereka rasakan, rasanya tidak menyenangkan.

Tapi Allah itu maha adil semua telah Dia ciptakan sesuai dengan kehendaknya, manusia hanya bisa berencana saja.
Ya Allah tambahkanlah Rizki keluargaku agar kita bisa membaginya dengan sesama, Aamiin  

Sekolah PAUD Zidan


Sekarang banyak orang tua yang berlomba-lomba demi gengsi dan ambisi pribadi untuk kepintaran anaknya dengan menyekolahkan anak mereka ke berbagai sekolah bertaraf internasional, TKIT, Montessori, Canbridge dll dari preschool sampai perguruan tinggi tanpa memperhatikan kondisi anaknya sendiri baik dari segi psikologis anak, materi dan faktor lainnya.

Aku sendiri kurang setuju menyekolahkan anak seperti itu, tapi aku menganut sistem Trial dulu alias gratis kenapa? karena pertama selain gratis tentunya aku juga pengen tau kurikulum apa yang mereka pakai, setelah tau ya sedikit2 aku praktekan di rumah, aku berprinsip lebih baik beli mainan mahal yang bisa mendidik dan menstimulasi dari pada menyekolahkan mahal yang belum tentu itu semua bisa menstimulasi anak

Kebetulan waktu mau pergi ke RS lewat Pos Yandu dekat rumah, lagi pembukaan PAUD yang disubsidi Pemerintah Kota, karena banyak temen2 yang datang aku mampir sebentar untuk melihat, lumayan juga banyak yang datang karena gratis, kata pengurusnya minggu depan akan diadakan tiap hari, tapi sayang Zidan gak bisa ikut lagi karena mau pergi liburan dulu seminggu.

Tadinya aku kurang setuju memaksakan anak sekolah, tapi setelah melihat Zidan enjoy bermain aku putuskan untuk ikut meskipun hanya bermain, sepulang dari Singapur aku mendaftarkan Zidan ikut PAUD dengan uang pendaftaran Rp. 5000 ditambah uang harian Rp. 2000, cukup wajarlah dibanding sekolah2 mahal, namanya anak-anak sekolah itu ya bermain, apalagi Zidan belum 2thn di PAUD juga belum fokus masih lari2, tapi dibanding anak yang lain Zidan anak yang paling lincah dan gak bisa diem, Zidan fokus kalau ada tema yang dia sukai dan dia hapal, apalagi kalau pelajaran bentuk2 semua dia tunjukin dan menjadi orang pertama yang mencoba...........

Kalo waktunya sekolah Zidan senang bener berangkat dari rumah, sampai PAUD pengen cepat2 buka sepatu untuk lari2 dalam ruangan, sudahnya keluar ruangan naik turun tangga, itu yang bikin aku cape, kadang kita pulang duluan, kalau Zidan dah gak mau masuk ruangan, aku juga cape dengan perut gendut gini bawaannya kadang emosi dan lelah.  

Sabtu, 16 Juni 2012

Zidan dan Kakek

Kemarin, kali pertama Zidan jalan bersama kakeknya sampe lima jam lewat, alhamdulillah Zidan gak rewel mungkin karena udah gede juga kali ya? cuman yang khawatir malah aku bawaannya gak enak takut Zidan rewel di jalan ato di rumah sepupunya, yang ada kata kakek dia asik main sama sepupunya dan para sepupu dari sepupunya hehehe.

Untung sebelum pergi aku kasih makan yang banyak, minum UHT sama dibekalin tas yang isinya seperti ke sekolah, jadi kalo mau apa2 gampang, emang dasar anaknya gak pemalu dan cepat akrab ama siapapun di sana juga sama, apalagi banyak sesama bocah tambah deh senang gak inget sama ibu buat pulang.

Mungkin Zidan nurun dari aku kali ya, gak pemalu dan berani hehehe, dulu waktu kecilpun aku sering diajak sepupu ato ibu2 yang kontrak di rumah ua untuk jalan2.

Ya Allah jadikan anakku menjadi manusia yang takut kepadaMu, pemberani, mandiri dan menjadi pribadi yang menyenangkan dan tidak sombong.